Risiko Pasokan Minyak
Kapal tanker menghindari Selat Hormuz, sehingga meningkatkan kekhawatiran soal gangguan pasokan. Harga minyak mentah naik lebih dari 25%, yang menambah kekhawatiran tentang inflasi yang dipicu harga energi (kenaikan harga barang karena biaya energi lebih mahal). Harga minyak yang lebih tinggi dapat menambah tekanan pada bank sentral besar, termasuk Federal Reserve AS (bank sentral AS), untuk mempertahankan kebijakan yang lebih ketat (suku bunga tetap tinggi dan uang beredar ditekan). Biaya energi yang lebih tinggi juga dapat mengurangi aktivitas ekonomi dan menurunkan minat pada aset yang lebih berisiko. Pasar juga menunggu data inflasi konsumen AS minggu ini untuk petunjuk arah penurunan suku bunga Federal Reserve. Perkembangan geopolitik tetap menjadi pendorong utama suasana risiko pasar secara luas. Kondisi tidak pasti ini terlihat jelas di pasar derivatif (produk keuangan turunan dari harga aset lain, seperti opsi dan kontrak berjangka). Indeks Volatilitas CBOE, atau VIX (indikator perkiraan naik-turunnya pasar saham), bergerak di level tinggi, sekitar 24, jauh di atas rata-rata jangka panjang. Ini berarti pelaku pasar memasukkan risiko pergerakan harga besar dan mendadak dalam waktu dekat. Bagi trader, ini berarti biaya perlindungan portofolio tetap mahal. Membeli opsi *put* pelindung (kontrak yang memberi hak untuk menjual di harga tertentu sebagai proteksi saat harga turun) pada indeks utama seperti SPX menjadi strategi yang mahal, karena volatilitas tersirat (perkiraan volatilitas yang tercermin dalam harga opsi) yang tinggi membuat premi opsi (biaya untuk membeli opsi) meningkat. Ketegangan juga mendorong perpindahan ke aset aman, sehingga dolar AS menguat. Indeks Dolar (DXY) (ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) berada dekat level tertinggi dalam beberapa tahun, menekan harga komoditas dan laba perusahaan multinasional. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah tetap tinggi karena investor meminta kompensasi lebih besar atas risiko inflasi. Dalam beberapa pekan ke depan, perhatian tertuju pada pertemuan OPEC+ (kelompok negara pengekspor minyak dan sekutunya) di akhir bulan. Pernyataan soal kuota produksi (batas target produksi) atau stabilitas pasokan melalui Selat Hormuz dapat menjadi pemicu besar bagi pasar. Kita juga perlu memantau rilis data inflasi berikutnya untuk melihat apakah tekanan harga mulai mereda.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.