Selama perdagangan Asia, kontrak berjangka WTI naik 0,25%, mendekati angka $59 akibat tindakan Ukraina.

    by VT Markets
    /
    Dec 4, 2025
    Futures West Texas Intermediate (WTI) di NYMEX meningkat 0,25% menjadi mendekati $59,00 selama sesi perdagangan Asia pada hari Kamis. Serangan Ukraina terhadap pipa minyak Druzhba Rusia, yang memasok produk energi ke Hungaria dan Slovakia, telah meningkatkan kekhawatiran pasokan di tengah sanksi yang sedang berlangsung terhadap perusahaan minyak besar Rusia seperti Rosneft dan Lukoil. Harga minyak meningkat pada hari Rabu karena negosiasi perdamaian yang gagal antara AS dan Rusia. Federal Reserve diperkirakan akan mengumumkan pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,50%-3,75% pekan depan, sebuah langkah yang diharapkan dapat meningkatkan permintaan minyak.

    Peluang Pemotongan Suku Bunga

    Menurut alat CME FedWatch, ada 89% peluang bahwa Fed akan memotong suku bunga pada bulan Desember. Ini akan menjadi pemotongan suku bunga yang ketiga berturut-turut oleh Fed. WTI, jenis minyak mentah yang dikenal karena gravitasi dan kandungan sulfur yang rendah, diperdagangkan di pasar internasional, bersumber dari AS, dan mudah disuling. Faktor-faktor seperti pasokan dan permintaan, pertumbuhan global, ketidakstabilan politik, sanksi, dan nilai Dolar AS semua mempengaruhi harga WTI. Data inventaris mingguan dari American Petroleum Institute dan Energy Information Agency, serta keputusan produksi OPEC, juga berdampak signifikan pada harga minyak WTI. Menghadapi eskalasi di Ukraina dan serangan terhadap pipa Druzhba, terlihat sinyal jelas dari risiko sisi pasokan yang kembali ke pasar. Ini bukan hanya kebisingan; kami ingat bagaimana harga minyak mentah melampaui $120 per barel pada tahun 2022 ketika ketakutan pasokan serupa pertama kali muncul. Oleh karena itu, pedagang sebaiknya tidak melihat pergerakan saat ini menuju $59 sebagai puncak, tetapi sebagai basis potensial untuk kenaikan berkelanjutan dalam beberapa minggu mendatang.

    Risiko Geopolitik dan Dinamika Pasar

    Kegagalan pembicaraan perdamaian AS-Rusia semakin memperkuat gagasan bahwa premi risiko geopolitik ini tidak akan segera hilang. Ketidakpastian yang terus-menerus ini sekarang dikombinasikan dengan data nyata yang menunjukkan pasar yang lebih ketat, seperti laporan terbaru dari Energy Information Administration (EIA) yang menunjukkan penarikan inventaris yang mengejutkan sebesar 4,2 juta barel. Ini bertentangan tajam dengan ekspektasi analis untuk peningkatan kecil, menunjukkan bahwa permintaan sudah melebihi pasokan. Ke depan, pemotongan suku bunga yang diharapkan oleh Federal Reserve pekan depan adalah katalis utama dari sisi permintaan. Dengan peluang 89% untuk pemotongan, ini kemungkinan akan melemahkan dolar AS dan membuat minyak lebih murah bagi pembeli asing, yang akan meningkatkan konsumsi lebih lanjut. Ini akan menjadi pemotongan suku bunga yang ketiga berturut-turut, sebuah upaya berkelanjutan untuk menghidupkan kembali ekonomi yang lesu selama sebagian besar tahun 2025. Buat akun VT Markets live Anda dan mulai berdagang sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code