Perkiraan Kebijakan The Fed
Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga sampai musim panas. Presiden AS meminta suku bunga lebih rendah. Franc Swiss mendapat sedikit dukungan dari permintaan aset safe-haven (aset “pelindung” yang biasanya dibeli saat pasar takut risiko) setelah laporan serangan gabungan AS-Israel di Iran disebut telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Operasi militer AS di Iran dikatakan masih berlanjut. Kepala keamanan nasional Iran, Ali Larijani, mengatakan Iran tidak akan bernegosiasi dengan AS, menurut Bloomberg. Pelaku pasar menunggu ISM Manufacturing PMI (indeks survei aktivitas pabrik/manufaktur; angka di atas 50 biasanya menunjukkan ekspansi) untuk Februari, yang rilis pada hari Senin. Kami ingat pada periode yang sama tahun lalu ketika data harga produsen AS yang kuat memperkuat alasan The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi. Perbedaan kebijakan ini menjadi pendorong utama yang mendorong pasangan USD/CHF naik, karena pasar menilai The Fed akan lebih agresif dibanding bank sentral lain. Fokus pada inflasi AS dan kebijakan suku bunga menjadi tema utama pasar.Perubahan Pendorong Pasar
Bahkan dengan guncangan geopolitik besar dari serangan gabungan AS-Israel di Iran pada 2025, peran tradisional Franc Swiss sebagai safe haven melemah. Pasar menunjukkan bahwa tren kebijakan suku bunga AS sering mengalahkan perpindahan dana jangka pendek ke aset aman. Ini mengajarkan bahwa arah kebijakan The Fed bisa menjadi faktor terpenting untuk pasangan ini. Melihat kondisi hari ini, gambarnya sangat berbeda menjelang musim semi 2026. Data Indeks Harga Konsumen (CPI, ukuran inflasi di tingkat konsumen/ritel) AS terbaru untuk Januari 2026 menunjukkan inflasi melandai ke 2,9%, dan klaim pengangguran awal (initial jobless claims, jumlah orang yang pertama kali mengajukan tunjangan pengangguran) pekan lalu naik ke 225.000. Data ini menunjukkan ekonomi AS mulai melambat, sehingga tekanan meningkat agar The Fed mempertimbangkan penurunan suku bunga tahun ini. Sebaliknya, Bank Nasional Swiss (SNB, bank sentral Swiss) kini terdengar lebih hawkish (cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi/ketat) setelah inflasi Swiss secara tak terduga bertahan di 1,8% secara tahunan (year-over-year/tahunan) dalam laporan Februari terbaru. Ini berbalik dibanding 2025, ketika tindakan The Fed menjadi cerita utama. Kini, sikap SNB yang enggan menurunkan suku bunga memberi kekuatan tersendiri pada franc. Dengan perubahan ini, trader dapat mempertimbangkan membeli opsi put USD/CHF (kontrak yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu; biasanya untung jika harga turun) dengan jatuh tempo satu sampai tiga bulan. Strategi ini memungkinkan keuntungan jika pasangan ini turun saat ekspektasi pemangkasan suku bunga AS meningkat, sementara SNB tetap bertahan. Volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan pasar terhadap besar kecilnya pergerakan harga di masa depan yang “terbaca” dari harga opsi) untuk pasangan ini berada di sekitar 8,5%, mencerminkan ketidakpastian pasar soal waktu langkah bank sentral. Kita harus tetap waspada terhadap laporan Non-Farm Payrolls (NFP, data pekerjaan AS di luar sektor pertanian) yang akan rilis Jumat ini untuk melihat tanda ekonomi kembali menguat. Angka pekerjaan yang jauh lebih kuat dari perkiraan bisa sementara membalikkan pelemahan dolar. Karena itu, pendekatan taktis dengan bearish option spreads (gabungan beberapa posisi opsi untuk menargetkan skenario turun), seperti put spread (membeli put dan menjual put lain untuk membatasi biaya), dapat membantu mengelola risiko dengan membatasi potensi untung dan biaya awal. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.