Bank Sentral Mengisyaratkan Suku Bunga Tinggi Lebih Lama
Bank Sentral Eropa (ECB) menyatakan dapat bertindak paling cepat 30 April jika tekanan harga meningkat di tengah ketegangan geopolitik. Bank Sentral AS (Federal Reserve/Fed) menaikkan perkiraan inflasi PCE akhir tahun (PCE—ukuran inflasi pilihan Fed berbasis pengeluaran konsumsi), memproyeksikan satu kali penurunan suku bunga tahun ini dan satu kali pada 2027, serta menyoroti risiko harga energi terkait perang Iran. Imbal hasil (yield—tingkat keuntungan) obligasi pemerintah AS (US Treasury) yang lebih tinggi mendukung Dolar AS dan menekan emas, sementara risiko geopolitik memberi sedikit permintaan aset aman (safe haven—aset yang dicari saat pasar takut). Presiden AS Donald Trump memberi batas waktu 48 jam kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengancam serangan ke infrastruktur energi. Iran mengancam serangan yang lebih luas ke infrastruktur energi dan fasilitas desalinasi air (pabrik pengubah air laut menjadi air tawar). Secara teknikal, emas turun dari sekitar $5.300 dan menguji SMA 200 hari yang sedang naik di dekat $4.095, dengan MACD (12, 26, 9) negatif (MACD—indikator momentum yang membandingkan dua rata-rata pergerakan) dan RSI di 24 (RSI—indikator kekuatan tren; angka rendah berarti “sangat jenuh jual/oversold”, harga sudah turun terlalu jauh). Resistance (resistensi—area harga yang sering menahan kenaikan) berada di dekat $4.500 dan $4.820, sedangkan support (dukungan—area harga yang sering menahan penurunan) di $4.095 lalu $4.000.Menengok Kembali Titik Balik 2025
Melihat kembali situasi pada 2025, emas menguji rata-rata pergerakan 200 hari yang penting di dekat $4.095. Uji ini dipicu oleh bank sentral global yang bersikap ketat karena khawatir inflasi dari kenaikan harga energi terkait konflik Timur Tengah. Pasar bersiap untuk penembusan turun, tetapi kondisi RSI yang sangat jenuh jual memberi sinyal agar waspada. Kekhawatiran eskalasi di Selat Hormuz akhirnya bisa dicegah lewat jalur diplomatik, sehingga premi risiko geopolitik paling ekstrem (tambahan harga karena risiko) hilang dari pasar. Fokus kembali ke kebijakan bank sentral, dan The Fed memang melakukan satu kali penurunan suku bunga pada akhir 2025. Hingga hari ini, Fed Funds Rate (suku bunga acuan Fed) bertahan di kisaran 5,00% sampai 5,25% pada kuartal pertama 2026. Saat ini, emas bergerak di kisaran konsolidasi (bergerak mendatar dalam rentang) sekitar $4.300, jauh dari posisi terendah 2025 namun masih sulit merebut kembali level lebih tinggi seperti $4.500. Hambatan utama tetap kekuatan dolar AS, didukung yield US Treasury 10 tahun yang masih tinggi dan berada sekitar 4,4%. Kondisi ini membuat memegang emas tanpa imbal hasil jadi mahal bagi institusi. Inflasi masih bertahan, dengan data Consumer Price Index (CPI—indeks harga konsumen) terbaru untuk Februari 2026 menunjukkan kenaikan 3,1% dibanding setahun sebelumnya. Walau turun dari puncak saat lonjakan energi 2025, angka yang sulit turun ini membuat The Fed tidak punya banyak alasan untuk memberi sinyal penurunan suku bunga berikutnya. Ketergantungan pada data ini berarti rilis ekonomi mendatang, terutama tenaga kerja dan inflasi, berpotensi memicu volatilitas besar (pergerakan harga yang cepat dan tajam). Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.