Selama perdagangan Eropa, Pound Sterling menguat secara luas, kecuali terhadap mata uang antipodean, naik 0,23% di dekat 1,3520 terhadap Dolar.

    by VT Markets
    /
    Feb 27, 2026
    Pound Sterling naik terhadap sebagian besar mata uang utama pada hari Rabu, tetapi tidak terhadap mata uang dari Australia dan Selandia Baru. Pound naik 0,23% dan diperdagangkan dekat 1,3520 terhadap Dolar AS selama sesi Eropa. Pergerakan ini terjadi meskipun Gubernur Bank of England (BoE)—bank sentral Inggris—Andrew Bailey menyampaikan pesan kebijakan yang “dovish” (cenderung mendukung penurunan suku bunga). Pada hari Selasa, ia mengatakan kepada Komite Keuangan Parlemen bahwa ada ruang untuk pemotongan suku bunga jika inflasi kembali ke target 2%.

    Pasar Mencari Kejelasan dari BoE

    GBP/USD (nilai tukar Pound terhadap Dolar AS) melanjutkan kenaikan untuk hari keempat berturut-turut, mencapai 1,3516 pada hari Rabu. Pasar mencari penjelasan lebih jelas tentang alasan BoE mempertahankan suku bunga pada pertemuan terakhir, ketika keputusan itu diambil dengan selisih suara tipis. Pasar memperkirakan ada dua kali pemotongan suku bunga pada 2026, yang akan menurunkan suku bunga acuan (policy rate: tingkat bunga utama yang ditetapkan bank sentral) ke 3,25%. Jika Bailey memberi sinyal pemotongan bisa terjadi sedini Maret, pasar bisa memperhitungkan penurunan lebih dari 50 bps tahun ini (bps/basis poin: 1 bps = 0,01%; 50 bps = 0,50%). Kita melihat Pound tetap kuat dekat 1,3520 terhadap Dolar, yang menarik karena BoE jelas memberi sinyal pemotongan suku bunga ke depan. Ini menciptakan ketidaksesuaian antara sentimen pasar saat ini dan arah bank sentral. Reaksi pasar menunjukkan pasar mungkin mempertanyakan waktu atau besarnya siklus pelonggaran BoE (easing cycle: periode ketika suku bunga diturunkan untuk mendorong ekonomi). Alasan pemotongan suku bunga makin kuat, karena data inflasi terbaru untuk Januari 2026 menunjukkan CPI turun ke 2,3% (CPI/Indeks Harga Konsumen: ukuran rata-rata kenaikan harga barang dan jasa), hanya sedikit di atas target BoE. Kita juga melihat pertumbuhan PDB pada kuartal terakhir 2025 hampir datar di 0,1% (PDB/GDP: total nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara), sehingga tekanan untuk dorongan kebijakan makin besar. Latar ini mendukung sikap dovish dan membuat kekuatan Pound saat ini terlihat rapuh. Ketidakpastian antara mata uang yang kuat dan bank sentral yang dovish berarti volatilitas tersirat kemungkinan naik dalam beberapa minggu ke depan (implied volatility/volatilitas tersirat: perkiraan besar-kecilnya pergerakan harga yang “tercermin” dalam harga opsi). Bagi trader, ini bisa menjadi peluang untuk mempertimbangkan strategi seperti long strangle pada GBP/USD (long strangle: membeli opsi beli dan opsi jual pada harga strike berbeda untuk mencari untung jika harga bergerak besar ke salah satu arah). Posisi ini memungkinkan kita memanfaatkan pergerakan tajam jika BoE bertindak tegas atau jika data baru memaksa pasar mengubah perkiraannya.

    Menempatkan Posisi Menghadapi Volatilitas

    Jika melihat kembali 2025, pasar sering kesulitan memprediksi perubahan arah kebijakan BoE (policy pivot: perubahan arah kebijakan, misalnya dari menahan menjadi menurunkan suku bunga), dan sering memasukkan perkiraan pemotongan yang ternyata tertunda. Riwayat itu menunjukkan bahwa meskipun arah jangka panjang Pound terlihat turun, jalurnya tidak akan mulus. Penundaan pemotongan pertama bisa memicu squeeze jangka pendek (short squeeze: kenaikan cepat karena pelaku yang bertaruh turun terpaksa menutup posisi), mendorong Pound lebih tinggi sebelum akhirnya berbalik. Penting juga dipertimbangkan bahwa Federal Reserve (The Fed), bank sentral AS, memberi sinyal pelonggaran juga, tetapi data tenaga kerja AS yang kuat pada Januari bisa membuat mereka lebih hati-hati daripada BoE. Perbedaan kebijakan ini (policy divergence: ketika dua bank sentral bergerak dengan kecepatan/arah berbeda), di mana Inggris bisa menurunkan suku bunga lebih cepat atau lebih agresif daripada AS, adalah faktor kunci yang pada akhirnya dapat menekan pasangan GBP/USD. Ini bisa menjelaskan mengapa Pound kuat sekarang, karena kedua bank sentral sama-sama diperkirakan akan menurunkan suku bunga.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code