Selama sesi Asia awal, pasangan USD/JPY mendekati 157,50 karena diperkirakan adanya pemotongan suku bunga Fed.

    by VT Markets
    /
    Dec 22, 2025
    USD/JPY jatuh mendekati 157.50 selama sesi awal Asia, dipengaruhi oleh kemungkinan pemotongan suku bunga Federal Reserve AS pada 2026 akibat inflasi yang melunak dan pasar kerja AS yang menurun. Bank of Japan (BoJ) telah meningkatkan suku bunga menjadi 0,75%, tertinggi dalam 30 tahun, menandakan kebijakan moneter yang lebih ketat. Pemotongan suku bunga yang diharapkan oleh pasar telah menyebabkan penurunan nilai Dolar AS terhadap Yen Jepang. Ada peluang 21,0% untuk pemotongan suku bunga Fed pada Januari, dengan sikap Fed saat ini membatasi potensi kerugian Dolar, sesuai dengan alat CME FedWatch.

    Pemulihan Ekonomi Jepang

    Gubernur BoJ Kazuo Ueda mengonfirmasi pemulihan ekonomi Jepang yang moderat dan menekankan pentingnya pemantauan ketat terhadap ekonomi setelah kenaikan suku bunga terbaru. Meskipun tidak ada panduan jelas mengenai jalur suku bunga di masa depan, perubahan kebijakan yang lebih ketat ini memberikan arah yang tidak pasti bagi Yen. Nilai Yen Jepang terkait dengan kinerja ekonomi Jepang, kebijakan Bank of Japan, dan sentimen risiko pasar yang lebih luas. Dikenal sebagai mata uang tempat aman, Yen biasanya menguat selama volatilitas pasar, karena para pedagang mencari stabilitas di tengah gejolak. Mengamati USD/JPY yang melemah di sekitar 157.50, kita harus menyadari perubahan momentum yang dipicu oleh perbedaan kebijakan bank sentral. Federal Reserve telah memotong suku bunga tiga kali pada paruh kedua tahun 2025, sebagai respons terhadap perlambatan ekonomi yang jelas. Tren ini menunjukkan bahwa Dolar AS cenderung melemah. Data terbaru memperkuat pandangan ini, menjadikan posisi pendek pasangan ini menarik. Inflasi CPI AS untuk November 2025 jatuh ke 2,8%, jauh di bawah puncak sebelumnya, sementara laporan Non-Farm Payrolls terbaru hanya menambah 150.000 pekerjaan. Data yang melambat ini memberikan dasar yang kuat untuk mengharapkan pelonggaran lebih lanjut dari Fed pada 2026.

    Dampak Kenaikan Suku Bunga BoJ

    Di sisi lain, kenaikan suku bunga BoJ baru-baru ini menjadi 0,75% merupakan perubahan kebijakan yang besar. Mengingat BoJ baru saja mengakhiri kebijakan suku bunga negatifnya pada awal 2024, langkah ini menunjukkan komitmen yang kuat terhadap normalisasi kebijakan. Perubahan mendasar ini memberikan dukungan kuat bagi yen. Perbedaan suku bunga yang menyempit merupakan faktor paling kritis di sini. Imbal hasil Treasury AS 10 tahun telah jatuh menjadi sekitar 3,75% karena ekspektasi pemotongan suku bunga, sementara imbal hasil Obligasi Pemerintah Jepang 10 tahun telah naik menjadi 1,10%. Selisih ini telah menyusut secara signifikan sejak puncaknya pada 2024, menghilangkan pilar dukungan penting untuk USD/JPY yang lebih tinggi.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code