Setelah data PCE, pasar berbalik arah; VIX sempat menguji level tertinggi, lalu turun, sehingga membatasi reli dari kondisi jenuh jual.

    by VT Markets
    /
    Mar 16, 2026
    Friday pagi sebelum pasar dibuka (premarket) sempat memantul setelah rilis PCE (Personal Consumption Expenditures, ukuran inflasi yang sering dipakai The Fed). Namun VIX (indeks “rasa takut” pasar/volatilitas) mencoba naik lagi ke level tertinggi pagi hari di Eropa, lalu pasar turun sekitar dua jam. Pergerakan ini mengakhiri pantulan dari kondisi oversold (harga sudah turun terlalu banyak sehingga biasanya rawan memantul) yang seharusnya bisa sejalan dengan level “pertahanan” harian terkait persentase saham yang diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan 20 hari (moving average 20 hari: rata-rata harga 20 hari terakhir untuk melihat tren). Pasar juga tidak berhenti turun setelah pengumuman cadangan strategis minyak (cadangan minyak pemerintah untuk menstabilkan pasokan/harga) atau komentar sebelumnya tentang perang yang akan segera berakhir. Menjelang akhir pekan, pelaku pasar mengurangi risiko, sementara USDX (US Dollar Index/indeks kekuatan dolar terhadap mata uang utama) naik menembus area hambatan (resistance: area harga yang sering menahan kenaikan) di 100.

    Weekly And Cross Asset Signals

    Dalam minggu ini ada perkembangan baru pada grafik mingguan S&P 500, serta sinyal tambahan dari pasar kredit (pasar obligasi/perusahaan berutang). Emas gagal mempertahankan kenaikan meskipun minyak dan VIX terus naik. Nasdaq awalnya lebih kuat, termasuk penguatan per jam (hourly) pada awal sesi di SMH (ETF sektor semikonduktor/saham chip) dan IGV (ETF sektor perangkat lunak). Namun kemudian ikut berbalik turun. Salah satu penahan jangka pendek sempat muncul terkait komentar dari Iran bahwa pengiriman lewat Selat tetap dibuka, sementara penguatan dolar dianggap mencerminkan posisi pelaku pasar (positioning: bagaimana trader sudah “terpasang” beli/jual).

    Credit Spreads And Hedging

    Kami juga memantau pasar kredit dengan dekat, karena credit spread high-yield (selisih imbal hasil obligasi berisiko tinggi dibanding obligasi lebih aman; makin lebar berarti risiko dianggap naik) melebar 35 basis poin bulan ini menjadi di atas 450 bps (basis poin: 0,01%). Ini menandakan kekhawatiran nyata dari trader obligasi. Pola ini terasa mirip dengan penurunan tajam pada kuartal ketiga 2025, yang juga diawali ketakutan inflasi yang sulit turun. Pasar obligasi memberi sinyal untuk mengurangi risiko di saham. Ketidakmampuan emas untuk naik saat terjadi “flight to safety” (perpindahan dana ke aset yang dianggap lebih aman) adalah tanda peringatan, jadi sebaiknya hindari call (opsi beli) pada emas atau saham penambang seperti GDX untuk sementara. Sebaliknya, ketegangan geopolitik terlihat jelas di pasar energi, dengan futures Brent (kontrak berjangka minyak Brent) kini diperdagangkan di atas $95 per barel karena kekhawatiran soal Selat Hormuz. Kondisi seperti ini bisa menguntungkan trader yang memegang posisi long (posisi beli yang untung jika harga naik) pada derivatif energi (produk turunan seperti futures atau opsi yang nilainya mengikuti harga energi). Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code