Ekspektasi Kebijakan Federal Reserve
The Fed (bank sentral AS) menahan suku bunga di 3,50% hingga 3,75% pada Januari, dan risalah rapat (minutes—catatan ringkas rapat) menunjukkan beberapa pejabat membahas kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi tetap di atas target. Pasar uang (money markets—pasar instrumen keuangan jangka pendek) kini menempatkan pemangkasan suku bunga pertama yang sepenuhnya “tercermin” dalam harga (fully priced—sudah dihitung penuh oleh harga pasar) paling cepat pada Juli. Pembicaraan nuklir AS–Iran di Jenewa menghasilkan sinyal beragam, dan Presiden Trump memperingatkan kemungkinan aksi militer. Trump juga mengumumkan rencana tarif global baru 15% (tarif—pajak atas barang impor) setelah Mahkamah Agung membatalkan rezim tarif darurat sebelumnya. Meski turun, DXY berpeluang mencatat kenaikan sekitar 0,6% pada Februari, bulan positif pertama sejak Oktober setelah tiga bulan turun. Level teknikal (technical levels—patokan harga yang dilihat trader dari grafik) yang disebut antara lain resistensi (resistance—area harga yang sering menahan kenaikan) di sekitar 98,00–98,20 dan 98,80, dengan support (support—area harga yang sering menahan penurunan) di sekitar 97,40, 97,00, 96,40, dan 95,50.Prospek Pasar Selama Satu Tahun Ke Depan
Kondisi ekonomi berubah tajam dalam dua belas bulan terakhir. Per akhir Februari 2026, DXY diperdagangkan di dekat 103,50, tetapi cenderung menurun sejak kuartal keempat 2025, ketika pertumbuhan PDB (GDP—Produk Domestik Bruto, total nilai produksi ekonomi) melambat menjadi 1,1%. Lebih baru, Indeks Harga Konsumen Januari 2026 (CPI—ukuran inflasi di tingkat konsumen) menegaskan inflasi mendingin ke 2,8%, turun besar dari level yang mengkhawatirkan tahun lalu. Data ini mengubah pembahasan soal kebijakan The Fed. Januari lalu, pasar membahas kemungkinan kenaikan suku bunga; sekarang fokusnya pada waktu pemangkasan suku bunga untuk menopang ekonomi yang melemah. Bahkan, pasar kontrak berjangka Fed funds (Fed funds futures—kontrak untuk memperkirakan arah suku bunga acuan) saat ini memperkirakan peluang lebih dari 90% untuk pemangkasan suku bunga awal pada rapat Mei 2026. Dengan prospek ini, trader bisa mempertimbangkan posisi untuk pelemahan dolar lebih lanjut. Salah satu cara adalah menjual opsi call out-of-the-money (opsi call—hak membeli; out-of-the-money—harga saat ini belum menguntungkan untuk dieksekusi) pada Indeks Dolar AS, atau membuat bearish call spread (strategi opsi yang untung jika harga turun/bergerak datar, dengan membatasi risiko dan hasil) untuk memanfaatkan dolar yang turun atau bergerak dalam kisaran sambil menerima premi (premium—uang yang diterima penjual opsi). Volatilitas tersirat (implied volatility—perkiraan gejolak harga yang tercermin di harga opsi) meningkat karena ketidakpastian waktu perubahan arah kebijakan The Fed (pivot—perubahan arah kebijakan), sehingga strategi jual opsi terlihat lebih menarik.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.