Technical Momentum Signals
Relative Strength Index (RSI) 14 hari (indikator untuk melihat kuat-lemahnya dorongan naik/turun) melemah menuju kisaran 40-an setelah keluar dari area jenuh beli (kondisi ketika harga dianggap sudah naik terlalu cepat). Ini menandakan dorongan naik melemah dan ada peluang harga bergerak mendatar atau turun lagi. Dukungan terlihat di batas bawah kanal dekat 109,80, lalu EMA 50 hari di 109,67. Jika turun lebih jauh, ini bisa membuka jalan ke level psikologis (angka bulat yang sering diperhatikan pasar) di titik terendah tujuh minggu pada 107,73. Di sisi atas, hambatan berada di EMA sembilan hari dekat 111,00 dan batas atas kanal sekitar 112,10. Jika menembus kanal, AUD/JPY bisa naik menuju rekor tertinggi 113,96, yang tercatat pada 11 Maret.Macro Policy Divergence
Kondisi telah banyak berubah sejak kita melihat grafik pada 2025. Bank of Japan tidak lagi pasif, karena memberi sinyal jelas akan meninggalkan kebijakan super longgar (kebijakan suku bunga sangat rendah dan dukungan besar ke pasar) pada akhir tahun lalu. Dengan inflasi inti Jepang (inflasi tanpa komponen yang mudah bergejolak) bertahan di 2,8% pada Februari, perkiraan untuk kenaikan suku bunga berikutnya meningkat, yang kemungkinan akan menguatkan Yen. Di sisi lain, Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga acuannya (cash rate, suku bunga utama bank sentral) di 4,35% untuk rapat kelima berturut-turut, yang mengisyaratkan kebijakan sudah mencapai puncaknya. Perbedaan arah kebijakan ini—Jepang mengetatkan (menaikkan suku bunga) sementara Australia menahan—membatasi kenaikan AUD/JPY. Kami menilai tekanan ini akan membuat pasangan ini sulit kembali ke puncak seperti awal 2025. Untuk beberapa minggu ke depan, kami mempertimbangkan membeli opsi put (kontrak yang nilainya naik saat harga aset turun) untuk melindungi posisi atau mencari untung jika terjadi penurunan. Strategi ini membatasi risiko sambil memberi peluang mendapat manfaat dari penurunan yang didorong Yen lebih kuat. Kami melihat nilai pada put dengan harga kesepakatan (strike price, harga yang disepakati dalam kontrak opsi) di bawah level dukungan saat ini, menargetkan pergerakan kembali ke sekitar 108,00. Sebagai alternatif, bagi yang memegang posisi beli (long), kami menilai menjual opsi call out-of-the-money (opsi beli dengan strike price di atas harga sekarang; biasanya lebih kecil peluangnya dieksekusi) adalah strategi yang masuk akal untuk menghasilkan pendapatan. Dengan kondisi dasar membatasi kenaikan besar, mengumpulkan premi (biaya yang diterima penjual opsi) dari call dengan strike price dekat puncak tahun lalu sekitar 113,00 dapat meningkatkan hasil. Pendekatan ini diuntungkan jika harga cenderung berada dalam kisaran (range-bound) dalam waktu dekat.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.