Latar Pasar Dan Sentimen Risiko
Pada awal pekan, GBP berada di sekitar 1,3240 terhadap USD, level terendah dalam hampir dua minggu. Laporan soal kemungkinan aksi darat AS di Iran mengurangi minat pada aset berisiko dan mendukung dolar. Kontrak berjangka S&P 500 turun 0,5% pada saat itu (kontrak berjangka = transaksi untuk membeli/menjual di harga yang disepakati untuk waktu mendatang). Indeks Dolar AS naik untuk sesi kelima berturut-turut ke dekat 100,35 (Indeks Dolar AS/DXY = ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama). Keputusan BoE baru-baru ini untuk menahan suku bunga membantu menopang GBP dibanding level sebelumnya (BoE = Bank of England, bank sentral Inggris). Meski begitu, ketidakpastian seputar pembicaraan AS–Iran membuat prospek jangka dekat pasangan ini tetap agak bearish.Perbedaan Kebijakan Dan Selisih Suku Bunga
Gambaran fundamental sejak itu bergeser dari geopolitik ke perbedaan kebijakan bank sentral. Pada 2025, BoE mencoba *hawkish hold* (menahan suku bunga tetapi memberi sinyal tegas soal risiko inflasi/kemungkinan tetap ketat), sementara Federal Reserve AS mempertahankan sikap lebih agresif. Per Maret 2026, suku bunga acuan The Fed di 5,0% masih jauh lebih tinggi daripada BoE di 4,5%. Selisih ini terus menarik aliran dana ke dolar dan menekan pound. Selisih suku bunga ini didukung data inflasi terbaru: CPI Inggris turun ke 2,8% (CPI = indeks harga konsumen), sementara *core PCE* AS masih “lengket” di 3,1% (core PCE = ukuran inflasi belanja konsumen tanpa komponen yang mudah bergejolak seperti makanan/energi). Ini membuat The Fed punya ruang lebih sempit untuk melonggarkan kebijakan. Indeks Dolar AS (DXY) mencerminkan kondisi ini, kini bertahan kuat di sekitar 104,50, jauh di atas 100,35 pada periode *risk-off* 2025 (*risk-off* = pasar menghindari risiko dan cenderung memilih aset aman). Kekuatan dolar yang bertahan ini menjadi hambatan besar bagi pemulihan GBP/USD yang berarti. Bagi trader, kondisi ini menunjukkan bahwa menjual saat harga menguat masih layak dipertimbangkan. Momentum bearish yang terlihat pada 2025, yang dikonfirmasi RSI di bawah 50, masih terlihat secara teknikal, dengan pasangan ini berulang kali gagal bertahan di atas EMA 50 hari. Opsi volatilitas bisa menarik (opsi = kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual; volatilitas = besarnya naik-turun harga). Trader dapat mempertimbangkan membeli *put option* (opsi jual, biasanya untung jika harga turun) untuk memanfaatkan potensi penurunan lanjutan, terutama bila harga turun menembus level dukungan psikologis utama di 1,2500 (level psikologis = angka bulat yang sering jadi acuan pelaku pasar).Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.