Setelah menyentuh 1,3310, GBP/USD pulih dari level terendah 11 minggu dan ditutup di sekitar 1,3400 di tengah tekanan jual yang dipicu oleh Iran.

    by VT Markets
    /
    Mar 3, 2026
    GBP/USD turun sekitar 0,5% pada hari Senin ke sekitar 1,3310, terendah dalam sebelas minggu, lalu pulih mendekati 1,3400 karena permintaan Dolar AS melemah setelah pergerakan “safe-haven” (aset yang dianggap lebih aman saat risiko global naik) terkait Iran. Selama sepekan terakhir, Sterling (mata uang Pound Inggris/GBP) tertinggal dibanding mata uang G10 (kelompok 10 mata uang utama negara maju), turun terhadap Dolar AS, Dolar Australia, Dolar Kanada, dan Dolar Selandia Baru, relatif datar terhadap Franc Swiss, dan hanya naik terhadap Euro dan Yen Jepang. Bank of England (bank sentral Inggris/BoE) menahan suku bunga di 3,75% pada Februari lewat voting 5–4, dengan Andrew Bailey (Gubernur BoE) menjadi suara penentu. Bailey mengatakan keputusan 19 Maret adalah “pertanyaan yang benar-benar terbuka” setelah inflasi jasa (kenaikan harga di sektor layanan) tercatat 4,4% pada Januari dibanding perkiraan 4,1%, sementara pengangguran naik ke 5,2% dan pertumbuhan upah melambat ke 4,2%.

    Politik Inggris Dan Fokus Pasar

    Dalam politik Inggris, Partai Buruh kalah dalam pemilihan sela (pemilu untuk mengisi kursi yang kosong di tengah masa jabatan) Gorton dan Denton dari Partai Hijau setelah memegang kursi itu pada 2024, menambah ketidakpastian menjelang pemilu lokal Mei. Pasar juga memantau Pernyataan Musim Semi (Spring Statement) dari Menteri Keuangan Reeves serta proyeksi terbaru dari Office for Budget Responsibility (lembaga resmi yang membuat perkiraan anggaran dan ekonomi pemerintah). Pada grafik harian, GBP/USD diperdagangkan di 1,3409, dengan resistance (area harga yang sering menahan kenaikan) dekat EMA 200-hari (Exponential Moving Average/rata-rata bergerak eksponensial; indikator tren yang memberi bobot lebih besar pada data terbaru) di 1,3425 serta level 1,3520 dan 1,3695. Support (area harga yang sering menahan penurunan) disebut di 1,3350, lalu 1,3250 dan 1,3150; pada grafik mingguan, resistance berada dekat 1,3650 dan 1,37, dengan EMA 200-minggu dekat 1,30 dan risiko menuju 1,31–1,30 jika 1,3250 ditembus. Melihat kembali analisis pada periode ini di 2025, kita melihat GBP/USD tertekan di sekitar level 1,34. Pendorong utamanya saat itu adalah BoE yang terpecah, ketidakpastian politik Inggris yang naik, dan kekuatan Dolar AS secara luas. Faktor-faktor tersebut memang mengarah pada pelemahan sterling. Sepanjang sisa 2025, pelemahan itu terjadi ketika BoE memulai siklus penurunan suku bunga (periode penurunan bertahap suku bunga acuan), menurunkan Bank Rate (suku bunga acuan BoE) dari 3,75% ke 3,00% saat ini. Ketidakstabilan politik tahun lalu, seperti dikhawatirkan setelah kekalahan pemilihan sela, juga membatasi kenaikan besar setelah pemilu lokal Mei. Ini membuat pound menguji support 1,3250 yang disebut dalam analisis 2025 sebelum menemukan dasar harga di akhir tahun.

    Perubahan Prospek Di 2026

    Hari ini, 3 Maret 2026, situasinya berubah karena harga bergerak dekat 1,3550. Data inflasi Inggris terbaru untuk Januari 2026 tercatat 2,5%, lebih dekat ke target, namun perubahan penting ada di sisi AS. Non-Farm Payrolls AS (data bulanan jumlah pekerjaan di luar sektor pertanian; indikator utama pasar tenaga kerja AS) kini meleset dari perkiraan selama dua bulan berturut-turut, sehingga muncul keyakinan bahwa Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed) akan mulai menurunkan suku bunga pada musim panas ini. Perbedaan arah kebijakan bank sentral yang makin jelas, yang mendukung pound, menunjukkan bahwa kita bisa memakai derivatif (instrumen turunan nilainya berasal dari aset acuan seperti kurs; misalnya opsi) untuk bersiap jika harga menguji ulang resistance lama. Membeli call option (opsi beli; memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli pada harga tertentu) dengan strike price (harga kesepakatan) sekitar 1,3600 memberi cara berisiko terbatas untuk menangkap potensi kenaikan. Strategi ini memanfaatkan perubahan sentimen tanpa risiko tak terbatas seperti posisi spot langsung (transaksi langsung di kurs saat ini). Secara spesifik, jatuh tempo (expiry) April atau Mei 2026 untuk call ini tampak sesuai, menargetkan zona 1,3650–1,3700 yang disebut sebagai penghalang penting dalam analisis tahun lalu. Implied volatility (perkiraan volatilitas yang tercermin dalam harga opsi; sering dipakai untuk menilai mahal/murahnya premi opsi) masih moderat setelah pergerakan 2025 yang cenderung dalam kisaran (range-bound; naik-turun di rentang yang sama), sehingga premi opsi (biaya membeli opsi) relatif wajar untuk pandangan ini. Tujuannya adalah mendapat untung dari kenaikan bertahap saat pasar menilai ulang kebijakan The Fed. Risiko utamanya adalah jika pasar tenaga kerja Inggris tiba-tiba menguat, karena pengangguran saat ini stabil di 4,4%, yang bisa membuat BoE lebih hawkish (lebih condong menaikkan/menahan suku bunga ketat untuk melawan inflasi). Kita juga perlu memantau moving average 50-hari (rata-rata bergerak 50 hari; indikator tren), yang menjadi acuan pada 2025, sebagai support penting. Penembusan kuat di bawah rata-rata itu akan menjadi sinyal bahwa momentum bullish (dorongan naik) saat ini melemah.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code