Setelah penilaian atas serangan Iran, dolar AS melemah; investor menantikan keputusan The Fed dan ECB, sembari memantau ketegangan di Selat Hormuz.

    by VT Markets
    /
    Mar 17, 2026
    Dolar AS mengakhiri kenaikan selama empat hari pada hari Senin setelah pasar bereaksi terhadap serangan AS ke Pulau Kharg, pos minyak Iran di Teluk Persia. Pejabat AS mengatakan infrastruktur minyak bisa menjadi sasaran jika Iran terus mengganggu pengiriman di Selat Hormuz, dan Presiden Trump meminta sekutu membantu mengamankan jalur tersebut. Indeks Dolar AS (US Dollar Index/DXY, ukuran kekuatan Dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama) berada di dekat 99,80, turun dari level 100 yang dicapai pekan lalu. EUR/USD diperdagangkan di dekat 1,1500, mengakhiri penurunan empat hari menjelang rapat ECB (Bank Sentral Eropa) dan The Fed (bank sentral AS) yang diperkirakan luas tidak mengubah suku bunga.

    Major Pairs In Focus

    GBP/USD berada di dekat 1,3330, pulih dari sebagian besar penurunan pekan lalu menjelang keputusan Bank of England (BoE, bank sentral Inggris) pada hari Rabu, yang juga diperkirakan mempertahankan suku bunga. USD/JPY diperdagangkan di dekat 159,00 sebelum keputusan The Fed dan BoJ (Bank of Japan, bank sentral Jepang) pada hari Rabu dan Kamis. Minyak WTI (West Texas Intermediate, jenis minyak mentah acuan AS) diperdagangkan di sekitar $93,80 per barel setelah lonjakan pekan lalu. Emas berada di $5.011, relatif stabil hari itu tetapi turun saat ketakutan pasar (risk aversion, kecenderungan investor menghindari aset berisiko) mereda. Kalender mencantumkan data dan peristiwa dari Selasa, 10 Maret hingga Jumat, 13 Maret di Inggris, China, Jerman, Zona Euro, AS, Australia, Selandia Baru, Spanyol, dan Kanada. Kalender itu juga mencatat data persediaan API (American Petroleum Institute, lembaga industri yang merilis perkiraan stok minyak) dirilis hari Selasa dan data EIA (Energy Information Administration, lembaga pemerintah AS yang merilis data energi resmi) pada hari berikutnya, dengan hasil selisih dalam 1% sekitar 75% dari waktu, serta OPEC (Organisasi Negara Pengekspor Minyak) memiliki 12 negara anggota dan bertemu dua kali setahun. Melihat kembali setahun lalu, WTI sempat melonjak ke sekitar $94 per barel setelah serangan AS ke Pulau Kharg milik Iran. Ketegangan di Selat Hormuz sejak itu mereda, dan dengan OPEC+ (OPEC ditambah sekutu seperti Rusia) mempertahankan kuota produksi (batas produksi), harga menjadi lebih stabil. Laporan EIA pekan lalu menunjukkan persediaan minyak mentah naik 2,1 juta barel, dan WTI saat ini diperdagangkan di dekat $82 per barel. Setahun lalu, Indeks Dolar sempat melemah dari level 100 saat pasar mencerna berita geopolitik. Hari ini, fokus sepenuhnya bergeser ke perbedaan kebijakan bank sentral dan inflasi yang masih bertahan (kenaikan harga yang terus tinggi). DXY kini bergerak dalam rentang yang lebih sempit di sekitar 103,5 karena The Fed memberi sinyal jeda kenaikan suku bunga, sambil menunggu data ekonomi yang lebih jelas.

    Shifting Central Bank Drivers

    Pada Maret 2025, EUR/USD sempat naik kembali ke level 1,1500 menjelang rapat bank sentral yang diperkirakan menahan suku bunga. Sekarang pasangan ini diperdagangkan jauh lebih rendah, sekitar 1,0850, karena pertumbuhan ekonomi Zona Euro terus tertinggal dari AS. Data terbaru produksi industri Jerman menunjukkan penurunan kecil, menegaskan perbedaan kinerja ini. Kita ingat GBP/USD sempat pulih ke 1,3330 pada periode yang sama tahun lalu saat pelaku pasar memperkirakan keputusan BoE. Pound kini diperdagangkan lebih dekat ke 1,2700, tertekan oleh ekonomi Inggris yang nyaris masuk resesi (kontraksi ekonomi). Data PDB (GDP, ukuran total nilai produksi barang dan jasa) Inggris bulan lalu menunjukkan pertumbuhan datar 0,1%, menegaskan tantangan bagi BoE. USD/JPY diperdagangkan sangat tinggi di 159,00 pada Maret 2025, mencerminkan kesenjangan kebijakan yang besar antara The Fed dan BoJ. Sejak itu, BoJ mulai mengambil langkah awal menjauh dari kebijakan moneter yang sangat longgar (kondisi suku bunga sangat rendah dan dukungan besar ke pasar), sehingga pasangan ini turun. Level saat ini sekitar 149,00 menunjukkan pasar memperkirakan selisih suku bunga (interest rate differential, perbedaan tingkat bunga dua negara) yang tidak sedrastis sebelumnya. Emas berada di $5.011 per ons pada periode yang sama tahun lalu saat ketakutan pasar mereda dari level yang lebih tinggi. Puncak spekulatif (kenaikan harga karena banyak yang berspekulasi) itu sudah lewat, dan dengan kekhawatiran geopolitik berkurang, emas berada di rentang yang lebih wajar. Emas kini diperdagangkan di dekat $2.350, ditopang oleh pembelian bank sentral dan perannya sebagai lindung nilai terhadap inflasi (hedge, aset yang membantu melindungi nilai uang saat harga naik).

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code