Data Inflasi Australia Menekan Aussie
Dolar Australia juga tertekan setelah data inflasi yang lebih lemah. CPI tahunan Australia (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen, ukuran perubahan harga barang dan jasa) turun menjadi 3,7% year on year (YoY, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya) pada Februari dari 3,8% pada Januari, sementara trimmed mean CPI (inflasi “rata-rata yang dipangkas”, ukuran inflasi inti dengan menghapus perubahan harga yang paling ekstrem agar lebih stabil) berada di 3,3% dibanding perkiraan 3,4% dan sama dengan hasil Januari yang direvisi. AUD/JPY juga dipengaruhi oleh Yen Jepang yang lebih kuat karena ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ, bank sentral Jepang) dalam waktu dekat. BoJ mempertahankan suku bunga kebijakan (suku bunga acuan bank sentral) pada Maret, dan Gubernur Kazuo Ueda menyatakan langkah pada April masih mungkin. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (government bond yields, tingkat “hasil” yang didapat investor dari obligasi; naik biasanya berarti harga obligasi turun) naik pada Kamis, dengan tenor 10 tahun di 2,27% setelah turun dua hari. Imbal hasil tenor dua tahun mencapai level tertinggi dalam tiga dekade dan tenor lima tahun menyentuh level tertinggi.Perbedaan Kebijakan Mendukung Kenaikan Lanjutan
Di sisi lain, Bank of Japan memang memenuhi ekspektasi pasar dengan melakukan kenaikan suku bunga bersejarah pada April 2025. Namun, pejabat BoJ setelah itu cenderung menahan diri, memberi sinyal jeda panjang untuk menilai dampaknya pada ekonomi. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun turun ke 2,15% dari puncak 2,27% yang terlihat pada Maret tahun lalu. Perbedaan kebijakan yang makin lebar ini mendukung peluang kenaikan lebih lanjut pada AUD/JPY. Kami menilai trader dapat bersiap untuk pergerakan naik berkelanjutan dengan membeli opsi call (kontrak yang memberi hak untuk membeli pada harga tertentu). Membeli call Juni 2026 dengan strike price (harga patokan eksekusi opsi) sekitar 117,00 dinilai sebagai strategi yang masuk akal untuk menangkap kenaikan berikutnya. Selain itu, Dolar Australia kini mendapat dorongan yang tahun lalu tidak terlalu kuat. Kenaikan permintaan mendorong harga bijih besi kembali di atas $130 per ton, level yang tidak konsisten bertahan pada 2025. Dukungan dasar (fundamental) dari komoditas ini memperkuat pandangan positif untuk AUD terhadap JPY saat bank sentral Jepang masih menahan kebijakan.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.