Setelah Trump menunda serangan ke Iran, emas pulih dari titik terendah tiga bulan, namun masih turun hampir 3%

    by VT Markets
    /
    Mar 24, 2026
    Emas pulih dari level terendah tiga bulan setelah sebelumnya turun hampir 3% ke $4,098, dekat SMA 200 hari (rata-rata pergerakan sederhana 200 hari, yaitu rata-rata harga 200 hari terakhir). Harga kemudian bergerak ke sekitar $4,370 setelah Presiden AS Donald Trump menunda serangan ke Iran. Sentimen membaik setelah Trump menyebut pembicaraan AS–Iran “sangat baik dan produktif”, meski media Iran membantahnya. Axios melaporkan bahwa Turki, Mesir, dan Pakistan bertemu utusan AS Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga terlibat dalam pembahasan terpisah.

    Reaksi Pasar di Berbagai Aset

    Minyak turun sekitar 10% ke level terendah satu minggu, sementara Wall Street dibuka lebih tinggi. Indeks Dolar AS turun 0,18%, lalu memantul dari 98,88 ke 99,32, namun masih di bawah level pembukaannya. Imbal hasil (yield, yaitu keuntungan/tingkat bunga yang didapat investor dari obligasi) obligasi pemerintah AS 10 tahun turun hampir 4,5 basis poin (bps, satuan perubahan kecil; 1 bps = 0,01%) ke 4,34%. Direktur IEA (Badan Energi Internasional) Fatih Birol mengatakan krisis Timur Tengah berdampak lebih buruk pada harga energi dibanding gabungan dua guncangan minyak tahun 1970-an, serta dampak perang Rusia–Ukraina pada pasar gas. Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan penurunan suku bunga bisa terjadi pada akhir 2026 jika inflasi membaik, sambil menyebut inflasi tetap berisiko. Gubernur Fed Stephen Miran mengatakan masih terlalu cepat menilai dampak inflasi, dan mendukung penurunan suku bunga untuk membantu pasar tenaga kerja. Pekan lalu Fed (bank sentral AS), BoJ (bank sentral Jepang), BoE (bank sentral Inggris), dan ECB (bank sentral zona euro) menahan suku bunga. Pasar tidak memperkirakan Fed akan menurunkan suku bunga tahun ini; peluang kenaikan suku bunga ECB sekitar 64% untuk 30 April dan 74% untuk Juni, dengan hampir 35 basis poin sudah “diperkirakan pasar” (priced in, artinya sudah tercermin di harga aset saat ini). Secara teknikal (analisis teknikal, membaca pola harga/indikator untuk memperkirakan arah), hambatan (resistance, area harga yang sering menahan kenaikan) ada di $4,500, lalu SMA 100 hari (rata-rata 100 hari terakhir) di $4,586, dan $4,736. Penopang (support, area harga yang sering menahan penurunan) ada di $4,400, lalu $4,200, dan SMA 200 hari di $4,071.

    Pertimbangan Strategi Opsi

    Kita ingat pembalikan tajam pada 2025 ketika ketegangan dengan Iran membuat emas jatuh mendekati rata-rata pergerakan 200 hari sebelum memantul kuat setelah ada berita meredanya ketegangan. Pola ini menunjukkan pergerakan karena judul berita bisa memicu volatilitas besar (volatilitas, harga naik-turun tajam), sehingga posisi jangka panjang berisiko tanpa perlindungan. Saat ini, Indeks Volatilitas CBOE (VIX, ukuran “ketakutan” pasar saham AS) berada di sekitar 14 yang relatif rendah, menandakan pasar mungkin meremehkan risiko kejadian mendadak serupa. Berdasarkan pengalaman itu, kita bisa mempertimbangkan opsi (options, kontrak yang memberi hak—bukan kewajiban—untuk membeli/menjual pada harga tertentu) untuk menghadapi kondisi saat ini. Membeli opsi put pada futures (kontrak berjangka, perjanjian jual/beli di masa depan) emas bisa menjadi asuransi murah terhadap penurunan mendadak saat pasar menghindari risiko (risk-off, investor menjual aset berisiko dan masuk ke aset aman). Strategi straddle (membeli call dan put sekaligus; call adalah hak beli, put adalah hak jual) juga bisa dipakai untuk mendapat keuntungan dari pergerakan besar ke atas atau ke bawah, apa pun pemicunya. Nada dovish (dovish, cenderung mendukung suku bunga lebih rendah) dari pejabat Fed saat itu, yang menekan imbal hasil obligasi, mirip dengan kondisi sekarang. Imbal hasil Treasury 10 tahun saat ini sekitar 4,25%, dan futures Fed funds (kontrak yang mencerminkan perkiraan suku bunga Fed ke depan) menunjukkan peluang 70% untuk setidaknya dua kali penurunan suku bunga hingga akhir tahun ini. Dukungan ini untuk aset tanpa imbal hasil seperti emas (non-yielding, tidak memberi bunga/dividen) berarti penurunan akibat meredanya ketegangan sementara bisa menjadi peluang beli. Kita juga perlu mengingat bagaimana minyak mentah turun 10% pada episode itu, yang menekan dolar AS. Dengan minyak WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) saat ini stabil di atas $80 per barel, “bonus perdamaian” serupa (peace dividend, harga turun karena risiko perang mereda) bisa memicu penurunan tajam, memengaruhi saham energi dan aset berbasis dolar. Keterkaitan ini berarti strategi turunan (derivative, instrumen yang nilainya mengikuti aset lain) pada sektor energi atau futures mata uang bisa dipakai untuk melindungi posisi emas. Jika melihat ke belakang, terbentuknya candlestick hammer (pola candle “palu” yang sering menandakan pembalikan naik) tepat di atas SMA 200 hari pada $4,071 menjadi sinyal pembalikan kuat. Hari ini, dengan emas diperdagangkan jauh lebih tinggi, penopang besar terlihat dekat SMA 100 hari sekitar $4,750. Kejadian risk-off mendadak bisa menguji level itu dengan cepat, sementara tembus di atas puncak terbaru $4,850 akan menandakan kekuatan lanjutan. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code