Pengaruh Data Inflasi
Selama sesi Kamis di Amerika Utara, GBP/USD meningkat menjadi 1.3410, naik 0,28%, setelah mencapai titik terendah 1.3340. Pergerakan ini dipengaruhi oleh Indeks Harga Konsumen AS yang naik 2,7% tahun ke tahun pada November, turun dari 3% di bulan September, meskipun ada tantangan dalam pengumpulan data akibat penutupan pemerintah. Tingkat inflasi inti di AS turun menjadi 2,6%, lebih baik dari yang diperkirakan. Namun, penutupan pemerintah yang berkepanjangan menghambat pengumpulan data yang biasa untuk laporan tersebut, mempengaruhi kelengkapan analisis inflasi. Kita melihat Bank of England memotong suku bunganya menjadi 3,75% kemarin dengan keputusan yang sangat ketat 5-4. Suara yang dekat ini menunjukkan ketidaksetujuan yang signifikan dan mengisyaratkan bahwa pemotongan agresif lebih lanjut di awal 2026 tidaklah pasti. Keraguan ini memberikan dasar bagi Pound, membuatnya tetap kuat terhadap Dolar. Di sisi lain, data inflasi AS kemarin tercatat 2,7%, melanjutkan tren disinflasi yang lambat yang telah kita amati sejak puncak pasca-pandemi pada 2022. Namun, kita harus berhati-hati karena laporan ini mungkin terpengaruh oleh penutupan pemerintah yang berlangsung selama 43 hari baru-baru ini, yang berdampak pada pengumpulan data. Data yang lemah ini, walaupun meragukan, menjaga tekanan pada Dolar AS untuk saat ini.Peluang Pergerakan Pasar
Mengingat perbedaan kebijakan ini, kita melihat potensi bagi GBP/USD untuk naik menuju level 1.3500 dalam beberapa minggu ke depan. Trader bisa mempertimbangkan menggunakan opsi beli untuk memanfaatkan pergerakan naik yang diharapkan ini, terutama saat volatilitas implisit menetap setelah pengumuman bank sentral kemarin. Risiko utamanya adalah jika ada pejabat AS yang meremehkan angka inflasi yang lemah, yang bisa memicu pemulihan Dolar.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.