Koordinasi Pemerintah Soal Risiko Energi
Starmer mengatakan Menteri Keuangan Rachel Reeves berbicara dengan Bank of England setiap hari untuk mengantisipasi dampak pada harga energi. Ia juga mengatakan ia tidak memperkirakan batas harga energi (price cap, yaitu batas maksimum harga yang boleh dikenakan pemasok energi kepada pelanggan) akan berubah, karena berlaku hingga Juni. Ia mengatakan perlu ada cara untuk menurunkan ketegangan (de-escalate, yaitu mengurangi konflik agar tidak makin memanas) di Iran. Kini kita melihat dampak jangka panjang dari konflik yang meningkat saat pernyataan itu dibuat pada 2025. Kekhawatiran soal harga energi terbukti benar, karena minyak mentah Brent (patokan harga minyak global) rata-rata berada di atas US$100 per barel selama enam bulan terakhir akibat kekhawatiran yang terus terjadi pada rantai pasok (supply chain, yaitu jalur produksi dan pengiriman barang). Pelaku pasar derivatif (instrumen keuangan yang nilainya mengikuti aset lain seperti minyak) sebaiknya menyiapkan posisi untuk harga minyak yang tetap tinggi, misalnya memakai opsi beli (call option, yaitu kontrak yang memberi hak membeli di harga tertentu) dengan jatuh tempo panjang untuk mengambil keuntungan jika harga naik karena eskalasi lanjutan. Dialog antara Menteri Keuangan dan Bank of England menjadi tanda awal keputusan kebijakan yang sulit setelahnya. Inflasi Inggris tetap bertahan di atas 4%, sehingga Bank of England (bank sentral Inggris) menahan suku bunga di level tertinggi dalam 17 tahun hingga akhir 2025 dan berlanjut ke tahun ini. Kami menilai swap suku bunga (interest rate swap, yaitu kontrak untuk saling menukar pembayaran bunga guna mengelola risiko suku bunga) yang mencerminkan skenario “tinggi lebih lama” masih menarik, karena penurunan suku bunga dalam waktu dekat tampaknya kecil kemungkinannya.Strategi Sterling dan Gejolak Pasar
Tekanan ekonomi yang berkelanjutan sangat memukul Pound (mata uang Inggris), yang melemah hampir 7% terhadap Dolar AS sejak periode itu pada 2025. Tagihan impor energi Inggris yang tinggi terus membebani anggaran negara, sehingga Sterling kemungkinan masih berisiko melemah. Kami menyarankan memakai opsi valuta asing (FX options, kontrak yang memberi hak untuk transaksi mata uang pada harga tertentu) untuk lindung nilai (hedge, yaitu mengurangi risiko kerugian) terhadap penurunan lanjutan pasangan GBP/USD, yang berpotensi menuju level 1,19. Gejolak (volatility, yaitu naik-turunnya harga yang tajam) di pasar saham kini menjadi hal biasa, dampak langsung dari ketidakstabilan geopolitik yang ingin diredakan pemerintah. Indeks FTSE 100 (indeks saham utama Inggris) bergerak di kisaran sempit selama berbulan-bulan, mencerminkan ketidakpastian investor terhadap laba perusahaan dalam lingkungan biaya tinggi. Trader sebaiknya memakai strategi opsi seperti collar (gabungan membeli opsi jual dan menjual opsi beli untuk membatasi rugi sekaligus membatasi untung) untuk melindungi portofolio saham Inggris dari penurunan mendadak yang dipicu berita dari Timur Tengah.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.