Sterling melemah menuju 1,3180 karena ketegangan di Timur Tengah mendorong dolar, sementara harga minyak terus naik

    by VT Markets
    /
    Mar 31, 2026
    Pound Sterling turun pada hari Senin karena ketegangan di Timur Tengah mendukung Dolar AS. Harga minyak memperpanjang kenaikan untuk hari perdagangan keempat berturut-turut. GBP/USD turun ke 1,3180 dan diperdagangkan di 1,3184 pada saat penulisan. Pasangan ini turun lebih dari 0,50%.

    Jalur Bank Sentral Berbeda

    Kita ingat ketika gejolak geopolitik membuat GBP/USD merosot ke sekitar 1,3180, karena Dolar AS diuntungkan oleh “flight to safety” (perpindahan dana ke aset yang dianggap lebih aman). Hari ini, pasar lebih sedikit fokus pada guncangan mendadak dan lebih fokus pada perbedaan arah kebijakan bank sentral. Minyak, yang saat ini stabil di sekitar $85 per barel, bukan pendorong utama seperti pada volatilitas (naik-turun harga yang cepat) sebelumnya. Di Inggris, inflasi tetap sulit turun, dengan angka terbaru menunjukkan laju tahunan 2,8%, masih jauh di atas target Bank of England. Ini memaksa BoE mempertahankan sikap “hawkish” (cenderung menahan inflasi dengan suku bunga tinggi), menahan suku bunga di 4,5% pada rapat terakhir. Karena itu, ada dukungan dasar untuk Pound yang sebelumnya tidak ada saat pasar menghindari risiko. Di AS ceritanya berbeda karena inflasi lebih jelas melandai ke 2,5%. Ini mengubah arah pesan Federal Reserve, dengan pasar kini memperkirakan peluang lebih dari 50% untuk pemotongan suku bunga pada musim panas. Perbedaan kebijakan ini menjadi tema utama yang menekan dolar dan mendukung GBP/USD, yang kini berada di sekitar 1,2550. Bagi trader derivatif (instrumen turunan nilainya mengikuti aset acuan), ini mengarah pada kenaikan yang lebih terkendali untuk GBP/USD, bukan lonjakan tajam. Ketidakpastian soal waktu langkah bank sentral membuat volatilitas tersirat (perkiraan naik-turun harga yang tercermin dari harga opsi) pada opsi cable (sebutan pasar untuk pasangan GBP/USD) meningkat. Karena itu, kita bisa mempertimbangkan strategi yang sesuai dengan pandangan bullish (bias naik), sambil menjual volatilitas yang mahal. Menjual put GBP/USD out-of-the-money (opsi jual dengan harga strike di bawah harga saat ini; biasanya dipilih jika memperkirakan harga tidak turun jauh) bisa menjadi strategi untuk memperoleh premi (uang yang diterima penjual opsi) sambil menyatakan pandangan bahwa penurunan terbatas. Alternatifnya, bull call spread (strategi opsi: membeli call dan menjual call lain pada strike lebih tinggi untuk membatasi biaya dan risiko) membatasi risiko sambil menargetkan pergerakan ke kisaran 1,2700–1,2800 dalam beberapa minggu ke depan. Ini memungkinkan keuntungan dari penguatan pound yang bertahap.

    Pertimbangan Manajemen Risiko

    Namun, kita harus tetap waspada terhadap ketegangan Timur Tengah yang sebelumnya mendorong dolar lebih tinggi. Lonjakan mendadak dalam penghindaran risiko bisa cepat membalikkan transaksi yang didorong bank sentral ini. Melindungi posisi beli dengan put jangka pendek tetap menjadi langkah bijak untuk mengantisipasi pembalikan arah. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code