TD Securities: Data Ketenagakerjaan Maret Sesuai Ekspektasi RBA, Pengangguran Stabil dan Kenaikan Pekerjaan Penuh Waktu Kuat

    by VT Markets
    /
    Apr 16, 2026

    Lapangan kerja Australia pada Maret mendekati proyeksi Reserve Bank of Australia (RBA). Total pekerjaan naik 17,9 ribu dibandingkan 20 ribu yang diperkirakan RBA dan konsensus pasar, sementara tingkat pengangguran tetap 4,3%.

    Pekerjaan penuh waktu (full-time, bekerja jam kerja normal) naik 52,5 ribu dan pekerjaan paruh waktu (part-time, jam kerja lebih singkat) turun 34,6 ribu setelah naik pada Februari. Tingkat partisipasi (persentase penduduk usia kerja yang bekerja atau aktif mencari kerja) turun dari 66,9% menjadi 66,8%, sehingga membantu menahan tingkat pengangguran tetap.

    Jam kerja naik meski pekerjaan paruh waktu turun. Total jam kerja full-time dan part-time naik 2,5% dibandingkan setahun sebelumnya (year on year/yoy) pada Maret. Ini dibandingkan dengan 0,9% yoy pada Desember 2025.

    Kondisi tenaga kerja bisa tertekan dalam beberapa bulan ke depan akibat perkembangan di Timur Tengah. Rilis CPI (Consumer Price Index/indeks harga konsumen, ukuran inflasi) kuartal I pada 29 April menjadi bahan utama untuk keputusan suku bunga RBA pada Mei dan dapat memengaruhi ekspektasi dolar Australia.

    Wakil Gubernur RBA Andrew Hauser berbicara di Washington, DC, pada Institute of International Finance Global Outlook Forum. Ia mengatakan Australia memasuki “guncangan Iran” dalam kondisi ekonomi yang “terlalu panas” (permintaan kuat sehingga inflasi berisiko naik), serta menyoroti tantangan menjelaskan kemungkinan kenaikan suku bunga di saat harga bensin naik dan aktivitas ekonomi melemah.

    Data ketenagakerjaan Maret pada dasarnya tidak banyak mengubah pasar, karena menegaskan proyeksi RBA dengan tingkat pengangguran bertahan di 4,3%. Stabilnya pasar tenaga kerja membuat perhatian bergeser ke data inflasi berikutnya. Pasar kini menunggu pemicu besar berikutnya sebelum bergerak lebih jauh.

    Fokus utama adalah rilis CPI kuartal I pada 29 April, yang sangat dipengaruhi “guncangan Iran” dan dampaknya pada harga minyak. Brent (patokan harga minyak global) melonjak hampir 20% dalam enam pekan terakhir hingga di atas US$105 per barel, level yang belum terlihat sejak akhir 2024. Lonjakan harga energi ini hampir memastikan inflasi lebih tinggi dari perkiraan, sehingga meningkatkan peluang RBA menaikkan suku bunga.

    Dengan ketidakpastian yang tinggi, pelaku pasar dapat mempertimbangkan membeli volatilitas (strategi yang diuntungkan jika harga bergerak besar). Strategi opsi (options, kontrak hak beli/jual di harga tertentu) seperti straddle (membeli opsi beli dan opsi jual sekaligus di harga pelaksanaan yang sama) pada AUD/USD, yang kini bergerak dalam kisaran sempit dekat 0,6550, bisa efektif. Strategi ini mengincar pergerakan besar, baik jika data inflasi lebih tinggi maupun lebih rendah dari perkiraan.

    Komentar Wakil Gubernur RBA menunjukkan sikap sangat hawkish (cenderung mendukung kenaikan suku bunga untuk menahan inflasi), sehingga pasar mungkin menilai terlalu rendah peluang kenaikan suku bunga pada Mei. Ada peluang untuk bersiap pada kenaikan suku bunga jangka pendek melalui instrumen seperti interest rate swap (swap suku bunga, kontrak menukar pembayaran bunga tetap dan mengambang). Harga pasar saat ini menyiratkan hanya sekitar 40% peluang kenaikan 25 basis poin (0,25%), yang terlihat terlalu rendah mengingat tekanan inflasi.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code