Pergeseran Bertahap ke Konsumsi
Pergeseran ke konsumsi digambarkan sebagai upaya bertahap untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi agar tidak bergantung pada satu sektor. Pendekatan ini dikaitkan dengan pelemahan Investasi Aset Tetap (Fixed-Asset Investment/FAI: belanja untuk aset jangka panjang seperti pabrik, mesin, dan infrastruktur) pada paruh kedua 2025. Bantuan yang menyasar konsumen diperkirakan berlanjut. Program tukar tambah barang (trade-in: menukar barang lama untuk diskon membeli barang baru) disebut sebagai alat perangsang ekonomi yang kemungkinan berlanjut hingga 2026. Sikap fiskal yang agresif ini merupakan respons terhadap data ekonomi yang lemah pada paruh kedua 2025. Pertumbuhan FAI sepanjang 2025 hanya 2,8%, terendah dalam beberapa tahun, terutama karena masalah berkepanjangan di pasar properti. Pembuat kebijakan perlu meningkatkan permintaan dalam negeri untuk menutup kekurangan ini.Derivatif dan Penempatan Posisi Pasar
Bagi trader derivatif (instrumen turunan: produk keuangan yang nilainya mengikuti aset lain seperti komoditas, mata uang, atau saham), ini mengarah pada strategi membeli opsi call (hak membeli aset pada harga tertentu sebelum waktu tertentu) pada komoditas industri dalam beberapa minggu ke depan. Dengan harga bijih besi (iron ore) yang baru-baru ini bergerak datar di sekitar US$120–US$125 per ton, konfirmasi belanja infrastruktur baru bisa memicu kenaikan kuat. Potensi kenaikan serupa terlihat pada kontrak berjangka tembaga (copper futures: perjanjian membeli/menjual tembaga di harga tertentu untuk tanggal mendatang), yang sensitif terhadap aktivitas manufaktur dan konstruksi. Di pasar mata uang, stimulus ini diperkirakan mendukung dolar Australia (AUD), yang sering dipakai sebagai indikator permintaan China. Trader dapat mempertimbangkan posisi long (posisi beli untuk mendapat untung saat harga naik) pada kontrak berjangka AUD/USD untuk memanfaatkan kenaikan harga komoditas. Namun, besarnya defisit bisa menekan yuan offshore (CNH: yuan yang diperdagangkan di luar Tiongkok daratan), sehingga muncul peluang posisi short (posisi jual untuk untung saat harga turun) terhadap dolar AS. Kami juga memantau derivatif ekuitas (instrumen turunan berbasis saham/indeks), terutama yang terkait sektor konsumen. Kelanjutan program trade-in yang membantu meningkatkan penjualan mobil lebih dari 12% pada akhir 2025 dapat menguntungkan perusahaan tertentu. Opsi call pada ETF (Exchange-Traded Fund: produk mirip reksa dana yang diperdagangkan seperti saham) yang berfokus pada barang konsumsi non-pokok China (consumer discretionary: barang/jasa yang dibeli saat kondisi ekonomi baik, bukan kebutuhan utama) dan produsen kendaraan listrik terlihat menarik.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.