TD Securities memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga di kisaran 3,50–3,75% pada April, dengan alasan sikap sabar, pasar tenaga kerja yang lebih seimbang, dan inflasi minyak

    by VT Markets
    /
    Apr 29, 2026

    Tim Strategi Global TD Securities memperkirakan Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS) akan mempertahankan suku bunga kebijakan di 3,50–3,75% pada rapat FOMC April. Mereka menilai pasar tenaga kerja masih seimbang dan inflasi utama (headline inflation, yakni inflasi total termasuk energi dan pangan) naik akibat guncangan harga minyak (oil shock, lonjakan harga minyak mendadak yang mendorong inflasi).

    Tim tersebut memperkirakan Komite akan kembali menegaskan sikap “sabar” karena ketidakpastian masih tinggi. Mereka juga memperkirakan Ketua The Fed Jerome Powell tetap netral terkait arah kebijakan ke depan.

    Expected Market Reaction

    TD Securities menilai pergerakan suku bunga pasar kemungkinan hanya terbatas sebagai respons atas keputusan The Fed. Mereka menambahkan, suku bunga bisa terus bergerak mengikuti berita dari Timur Tengah.

    Catatan itu menyebut Komite Perbankan Senat akan melakukan pemungutan suara atas nominasi Kevin Warsh pada pukul 10.00 waktu EST (Eastern Standard Time, waktu Pantai Timur AS). Mereka menambahkan, pelaku pasar akan memantau konferensi pers The Fed untuk mencari komentar terkait suksesi Powell, karena rapat ini bisa menjadi rapat terakhirnya sebagai ketua.

    Artikel tersebut menyatakan dibuat dengan bantuan alat AI dan ditinjau oleh editor.

    Inflation And Labor Market Crosscurrents

    Guncangan harga minyak yang disebut tahun lalu hanyalah awal, karena inflasi inti (core inflation, inflasi yang mengecualikan komponen yang paling bergejolak seperti energi dan pangan) tetap tinggi hingga akhir 2025 dan berlanjut ke tahun ini. Inflasi inti CPI (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen) sempat bertahan di sekitar 3,8% selama berbulan-bulan, level yang menurut sinyal Ketua The Fed yang baru dianggap belum cukup rendah untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga. Kondisi ini membuat pelaku pasar perlu berhati-hati untuk tidak terlalu cepat memasang skenario perubahan ke arah lebih longgar (dovish pivot, perubahan sikap bank sentral menjadi lebih mendukung penurunan suku bunga).

    Berbeda dengan pasar tenaga kerja yang seimbang pada awal 2025, kini terlihat sinyal pelemahan. Data non-farm payrolls (NFP, penambahan lapangan kerja di luar sektor pertanian) terbaru berada di bawah perkiraan, dan tingkat pengangguran naik ke 4,1% dari kisaran di bawah 4% yang konsisten terlihat tahun lalu. Ini menambah ketidakpastian karena The Fed harus menekan inflasi saat kondisi ketenagakerjaan melemah.

    Situasi ini mengarah pada potensi volatilitas (naik-turun harga) yang lebih tinggi dalam beberapa pekan ke depan. Ketika The Fed terjepit antara inflasi yang “lengket” (sticky inflation, inflasi yang sulit turun) dan perlambatan pasar kerja, volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) pada opsi suku bunga, termasuk opsi pada kontrak berjangka SOFR (Secured Overnight Financing Rate, suku bunga acuan transaksi pinjaman overnight yang dijamin), berpotensi naik. Indeks VIX (indikator volatilitas pasar saham AS berbasis opsi S&P 500) juga terlihat bertahan di level belasan tinggi, naik dibanding periode yang lebih tenang pada musim semi 2025.

    Buka akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code