TD Securities Perkirakan Gangguan di Teluk Persia dan Kemacetan Selat Hormuz Akan Menahan Harga Minyak di US$90–100 hingga 2027

    by VT Markets
    /
    Apr 7, 2026

    Tim komoditas TD Securities menyebut gangguan berkepanjangan di Teluk Persia, dengan arus pengiriman yang terhenti melalui Selat Hormuz, bisa mendorong harga minyak lebih tinggi. Mereka menambahkan, pasokan minyak mentah, produk kilang (bahan bakar hasil pengolahan minyak) dan LNG (gas alam cair yang didinginkan agar mudah diangkut) dapat makin ketat selama jalur tersebut masih terkunci.

    Tim memperkirakan produksi melemah dan persediaan turun jika penyumbatan berlanjut. Faktor ini dapat membuat harga energi terus naik jika konflik berlangsung lebih lama dari perkiraan.

    Skenario Lonjakan Harga

    Mereka memperkirakan harga bisa melonjak US$50 atau lebih jika konflik tidak selesai dalam beberapa pekan ke depan. Bahkan jika pertempuran segera berhenti, harga dinilai bisa tetap tinggi karena terjadi defisit (pasokan lebih kecil daripada permintaan) dan persediaan rendah.

    Tim memproyeksikan minyak mentah di kisaran US$90–100 dapat berlanjut hingga 2027. Negara seperti China dan Jepang bisa berupaya cepat mengisi kembali persediaan.

    Artikel ini menyebut dibuat menggunakan alat Kecerdasan Buatan (AI, sistem komputer yang membantu membuat teks) dan ditinjau редактор (editor).

    Dengan konflik yang berkepanjangan di Teluk Persia, kami menilai arah yang paling mungkin untuk harga minyak adalah naik tajam. Dengan arus melalui Selat Hormuz turun hampir 80% sejak blokade dimulai pada akhir 2025, pasar kehilangan pasokan jutaan barel per hari (ukuran volume minyak). Guncangan pasokan (gangguan besar pada pasokan) ini menunjukkan kenaikan harga energi masih bisa berlanjut.

    Manajemen Risiko dan Prospek Volatilitas

    Trader (pelaku jual-beli jangka pendek) dapat mempertimbangkan posisi untuk kenaikan lanjutan dalam beberapa pekan ke depan. Kami melihat alasan kuat untuk membeli kontrak berjangka (futures, perjanjian membeli/menjual di harga tertentu pada waktu tertentu) minyak mentah dan opsi beli (call option, hak untuk membeli di harga tertentu), karena lonjakan US$50 atau lebih masih mungkin jika situasi tidak mereda. Ini mengingatkan reaksi pasar pada 2022 saat pasokan Rusia terganggu, yang sempat mendorong Brent menembus US$130 per barel.

    Krisis pasokan diperparah oleh persediaan global yang sangat rendah sehingga tidak ada bantalan (cadangan penahan guncangan). Laporan Maret 2026 dari Energy Information Administration menunjukkan cadangan strategis AS berada di level terendah 50 tahun. Kondisi serupa terjadi di banyak negara OECD (kelompok negara maju). Karena itu, penyelesaian konflik justru bisa memicu pengisian stok besar-besaran oleh Jepang dan China, sehingga harga tetap tinggi.

    Bahkan jika gencatan senjata diumumkan besok, kami tidak menyarankan mengambil posisi jual besar (short, bertaruh harga turun). Kerusakan infrastruktur produksi dan waktu untuk memulihkan rantai pasok membuat defisit berlanjut hingga 2027. Kami melihat “lantai harga” (batas bawah harga yang cenderung bertahan) baru terbentuk di kisaran US$90–100 per barel.

    Ketidakpastian ekstrem akan menjaga volatilitas (tingkat naik-turunnya harga) tetap tinggi, sehingga opsi berguna untuk mengelola risiko dan mengejar potensi kenaikan. Cboe Crude Oil Volatility Index (OVX, indeks yang mengukur ekspektasi volatilitas harga minyak dari harga opsi) konsisten berada di atas 45, level yang jarang bertahan sejak guncangan awal konflik tahun lalu. Kondisi ini cocok untuk strategi yang diuntungkan dari pergerakan harga besar, namun risiko utama tetap mengarah pada lonjakan harga mendadak.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code