Eskalasi Dan Sinyal Strategis
Trump mengatakan kemungkinan akan ada lebih banyak korban dari pihak AS dan AS akan membalas kematian warga Amerika. Ia mengatakan rezim Iran yang memiliki misil jarak jauh (senjata roket yang bisa menyerang dari jarak sangat jauh) dan senjata nuklir (bom bertenaga nuklir) akan mengancam warga Amerika. Ia mengatakan para anggota parlemen AS tidak melihat ada rencana untuk Iran setelah serangan. Ia mendesak Garda Revolusi, militer Iran, dan polisi untuk menurunkan senjata dan menerima kekebalan (tidak dihukum) atau menghadapi kematian. Ia menyerukan warga Iran untuk memanfaatkan momen ini dan merebut kembali negara mereka. Ia juga mengatakan kepada warga Iran bahwa Amerika bersama mereka. Sifat operasi militer yang tanpa batas waktu ini langsung menambah “premi risiko” (biaya tambahan karena ketidakpastian) pada harga minyak mentah. Kita sudah melihat kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) (kontrak harga minyak AS untuk pengiriman di masa depan) melonjak lebih dari 8% ke $95 per barel, karena Selat Hormuz, titik sempit jalur pelayaran (chokepoint) untuk hampir 20% pasokan global, kini menjadi zona sengketa. Trader sebaiknya mengambil posisi pada opsi call jangka dekat (kontrak yang memberi hak membeli pada harga tertentu dalam waktu dekat) di minyak mentah dan ETF energi seperti XLE (reksa dana yang diperdagangkan di bursa yang mengikuti saham sektor energi) untuk memanfaatkan volatilitas (naik-turun harga) yang berlanjut.Volatilitas Dan Penempatan Risiko
Komitmen tanpa batas ini memperbesar ketidakpastian pasar, artinya kita harus mengambil posisi di volatilitas (strategi untuk untung dari naik-turun harga). Indeks VIX (indeks “ketakutan” yang mengukur perkiraan volatilitas pasar saham AS) sudah melonjak 25% menjadi di atas 22 dalam perdagangan semalaman, pergerakan yang mengingatkan pada ketegangan awal 2025. Kita sebaiknya membeli opsi call VIX dengan strike (harga patokan) di kisaran 25–30, karena balasan langsung bisa membuat indeks melesat. Pasar saham secara umum akan menghadapi tekanan berat saat investor mengurangi risiko (de-risk: mengurangi aset berisiko). Kontrak berjangka S&P 500 sudah mengarah pada pembukaan yang lebih rendah, jadi membeli opsi put (kontrak yang memberi hak menjual pada harga tertentu) pada indeks besar seperti SPY (ETF yang mengikuti indeks S&P 500) adalah langkah bertahan utama untuk beberapa minggu ke depan. Kami memperkirakan sektor teknologi berorientasi pertumbuhan dan sektor barang konsumsi non-primer (consumer discretionary: barang/jasa yang tidak wajib) akan berkinerja jauh lebih buruk. Sebaliknya, penyebutan jelas soal serangan yang berlanjut ke banyak target menjadi sinyal beli langsung untuk sektor pertahanan. Kami menambah posisi opsi call pada perusahaan seperti Raytheon dan Lockheed Martin, yang secara historis berkinerja lebih baik saat konflik aktif seperti pada 2022. Pernyataan ini memastikan aliran kontrak pemerintah dan pesanan pengisian ulang amunisi.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.