Dasar-dasar Risk On Risk Off
“Risk-on” dan “risk-off” menggambarkan seberapa besar pelaku pasar mau mengambil risiko. Saat risk-on, mereka cenderung membeli aset yang lebih berisiko. Saat risk-off, mereka lebih memilih aset yang lebih aman. Dalam kondisi risk-on, saham sering naik, banyak komoditas (kecuali emas) bisa naik, mata uang negara pengekspor komoditas dapat menguat, dan kripto bisa naik. Dalam kondisi risk-off, obligasi—terutama obligasi pemerintah negara besar—sering naik, emas bisa naik, dan mata uang “safe-haven” (mata uang yang dianggap aman saat pasar panik) seperti Dolar AS, Yen Jepang, dan Franc Swiss bisa menguat. Mata uang yang sering menguat saat pasar risk-on termasuk Dolar Australia, Dolar Kanada, dan Dolar Selandia Baru, serta Rubel dan Rand Afrika Selatan. Penguatan saat risk-off sering terlihat pada Dolar AS, Yen Jepang, dan Franc Swiss. Kita ingat tahun lalu ketika kabar tentang kesepakatan AS-Iran langsung membuat harga minyak jatuh. Minyak mentah West Texas Intermediate turun hampir 9% dalam satu hari, turun di bawah $90 per barel karena berita itu. Peristiwa ini menjadi contoh jelas bagaimana pasar bereaksi saat ketegangan di Timur Tengah tiba-tiba mereda. Dengan WTI baru-baru ini diperdagangkan di atas $105 per barel karena ketegangan kembali meningkat pada akhir 2025, potensi pembalikan tajam cukup besar. Sinyal diplomasi apa pun bisa memicu aksi jual cepat, seperti yang terjadi sebelumnya. Indeks Volatilitas Minyak Mentah Cboe (OVX)—ukuran naik-turunnya harga minyak yang tersirat dari harga opsi—bertahan di sekitar 45, menunjukkan pasar masih gelisah soal risiko gangguan pasokan.Dampak Pasar Bagi Trader
Penurunan harga minyak bisa menjadi pemicu kuat untuk pergerakan “risk-on” di pasar saham. Kita melihat kontrak berjangka S&P 500 naik lebih dari 2% pada berita serupa, karena biaya energi yang lebih rendah membantu laba perusahaan dan belanja konsumen. Karena itu, opsi call (kontrak opsi yang mendapatkan keuntungan jika harga naik) pada indeks utama bisa berkinerja baik bila ada kejutan diplomatik. Sentimen risk-on ini kemungkinan menyebar ke pasar valuta asing (forex), yang menguntungkan mata uang yang terkait komoditas. Dolar Australia dan Dolar Kanada diperkirakan menguat, seperti saat reli risk-on sepanjang 2025. Kita bisa mempertimbangkan posisi untuk kenaikan pasangan seperti AUD/JPY, yang mempertemukan mata uang risk-on dengan mata uang safe-haven. Buat akun VT Markets live Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.