Turner mengatakan PBoC menahan USD/CNY di kisaran 6,90, mendukung renminbi terhadap rupee, yen, dan euro

    by VT Markets
    /
    Mar 31, 2026
    People’s Bank of China (Bank Sentral Tiongkok) mempertahankan USD/CNY (nilai tukar dolar AS terhadap yuan Tiongkok) tetap stabil di sekitar 6,90 selama krisis saat ini. Ini membantu renminbi (yuan Tiongkok) menghindari penurunan tajam seperti yang terjadi pada mata uang lain. Selama sebulan, renminbi naik 3,5% terhadap rupee India. Renminbi juga mengungguli mata uang sejenis seperti yen Jepang dan euro.

    Renminbi Sebagai Penyimpan Nilai

    Stabilitas mata uang ini terkait dengan tujuan untuk menampilkan renminbi sebagai penyimpan nilai (mata uang yang nilainya relatif stabil untuk disimpan dalam jangka panjang). Ini juga sejalan dengan upaya mendukung perannya sebagai mata uang cadangan global (mata uang yang disimpan bank sentral dunia sebagai bagian dari cadangan devisa). USD/CNY diperkirakan akan terus diperdagangkan di dekat 6,90 selama konflik. Artikel ini menyebutkan dibuat menggunakan alat AI (kecerdasan buatan, yaitu perangkat lunak yang dapat membantu menulis/mengolah informasi) dan ditinjau oleh editor. People’s Bank of China dengan sengaja menjaga nilai tukar USD/CNY tetap stabil di dekat level 6,90. Pasangan ini diperdagangkan dalam kisaran sempit 6,88 hingga 6,92 sepanjang Maret 2026, tanda jelas adanya intervensi (campur tangan bank sentral di pasar valuta asing untuk mengarahkan nilai tukar). Kebijakan ini bertujuan menunjukkan kekuatan dan menempatkan renminbi sebagai mata uang safe haven (mata uang “tempat aman” yang dicari saat pasar global bergejolak). Stabilitas ini terlihat jelas dibandingkan mata uang lain yang bergerak besar. Misalnya, yen Jepang melemah, dengan USD/JPY (nilai tukar dolar AS terhadap yen Jepang) naik lebih dari 4% bulan ini saat volatilitas pasar (tingkat naik-turun harga) meningkat. Sebaliknya, renminbi dikelola agar tampil lebih kuat daripada mata uang sejenis pada periode tekanan global ini.

    Strategi Trading Volatilitas Rendah

    Bagi trader derivatif (produk turunan seperti opsi yang nilainya mengikuti aset acuan), ini menunjukkan strategi yang mengandalkan volatilitas rendah bisa menguntungkan dalam beberapa minggu ke depan. Menjual opsi untuk menerima premi (biaya yang dibayar pembeli opsi kepada penjual) bisa menjadi pendekatan. Iron condor (strategi opsi yang menargetkan harga tetap di rentang tertentu) atau short straddle (menjual opsi call dan put pada harga yang sama untuk mendapat untung bila harga tidak banyak bergerak) di sekitar strike price 6,90 (harga patokan dalam kontrak opsi) akan diuntungkan jika pasangan mata uang tetap dalam rentang sempit. Ini pola yang pernah terjadi, karena bank sentral memakai strategi serupa saat ketegangan perdagangan global pada paruh kedua 2025. Saat itu, PBOC (People’s Bank of China, bank sentral Tiongkok) juga menjaga level, sehingga menguntungkan trader yang bertaruh pada stabilitas, bukan pergerakan besar. Riwayatnya menunjukkan ini alat kebijakan yang sering dipakai saat kondisi tidak pasti. Kuncinya adalah memantau fixing harian bank sentral (penetapan kurs acuan harian) untuk melihat tanda perubahan kebijakan. Selama fixing tetap konsisten, volatilitas tersirat pada opsi USD/CNY (perkiraan volatilitas yang tercermin dalam harga opsi) diperkirakan tetap rendah. Penyimpangan besar di luar rentang terbaru akan menjadi sinyal untuk meninjau ulang posisi volatilitas rendah ini.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code