USD/CHF melemah tipis seiring Dolar mundur dari puncak terkini, sementara para pelaku pasar mencermati inflasi Swiss dan peringatan SNB

    by VT Markets
    /
    Mar 4, 2026
    USD/CHF turun pada hari Rabu setelah pergerakan dua arah (harga naik-turun), karena Dolar AS melemah setelah naik selama dua hari. Pasangan ini berada dekat 0,7800 setelah sempat mencapai sekitar 0,7835 pada sesi Eropa. Data inflasi Swiss tidak mengangkat Franc, karena perhatian tertuju pada dampak mata uang yang kuat. Franc yang lebih kuat dapat menurunkan harga impor dan melemahkan permintaan ekspor, sehingga inflasi bisa mendingin (kenaikan harga jadi lebih lambat).

    Swiss Inflation And Snb Outlook

    CPI utama Swiss (Indeks Harga Konsumen/ukuran inflasi) naik 0,6% dibanding bulan sebelumnya (month-on-month) pada Februari, di atas perkiraan 0,5% dan setelah -0,1% pada Januari. Inflasi tahunan (year-on-year) tetap 0,1%, di atas perkiraan -0,1%. Angka ini mendukung perkiraan bahwa SNB (Swiss National Bank/Bank Sentral Swiss) akan tetap menjaga kebijakan yang longgar (accommodative: suku bunga rendah dan dukungan ke ekonomi), dengan syarat yang ketat untuk kembali ke suku bunga negatif. Wakil Ketua SNB Antoine Martin mengatakan kesiapan bank untuk melakukan intervensi (campur tangan di pasar) lebih tinggi karena peristiwa politik terbaru. Sebelumnya, SNB mengatakan siap bertindak di pasar valuta asing (foreign exchange/FX: pasar tukar-menukar mata uang) untuk menahan penguatan Franc yang cepat dan berlebihan yang bisa mengancam stabilitas harga. Permintaan aset aman (safe-haven: aset yang dicari saat kondisi global tidak pasti) terkait konflik AS-Iran mendukung Franc, sementara Dolar yang lebih lemah membatasi kenaikan USD/CHF. Indeks Dolar AS (US Dollar Index: ukuran kekuatan Dolar vs beberapa mata uang utama) berada sekitar 98,81 setelah sempat mencapai sekitar 99,68, tertinggi sejak 28 November 2025. Data ADP payrolls (perkiraan pertumbuhan pekerjaan sektor swasta) AS naik 63 ribu pada Februari, dari 11 ribu dan di atas perkiraan 50 ribu. Bulan lalu, SNB melakukan intervensi verbal (pernyataan untuk memengaruhi nilai tukar tanpa langsung transaksi besar) untuk melemahkan Franc saat ketegangan geopolitik mendorong permintaan aset aman. Pada saat yang sama, Dolar AS mundur dari puncak akhir 2025, sehingga pergerakan USD/CHF menjadi tidak stabil (choppy: naik-turun cepat) di sekitar level 0,7800. Ini membentuk kondisi tarik-menarik antara kebijakan bank sentral dan arus pasar (market flows: aliran dana beli/jual).

    Policy Divergence And Trading Implications

    Sejak peringatan SNB pada Februari, situasi geopolitik agak mereda, sehingga permintaan “lari ke aman” (flight-to-safety: pindah dana ke aset aman) terhadap Franc Swiss berkurang. Selain itu, data inflasi Swiss terbaru yang rilis kemarin menunjukkan inflasi tahunan bertahan di 1,4%, masih wajar menurut SNB dan menguatkan sikap dovish (cenderung mendukung suku bunga rendah). Ini memberi alasan bagi bank sentral untuk mencegah penguatan mata uang yang besar. Sebaliknya, kondisi ekonomi di Amerika Serikat masih mendukung dolar yang kuat. Data Core PCE Price Index (ukuran inflasi pilihan The Fed; “core” berarti tidak memasukkan harga makanan dan energi yang sering bergejolak) tercatat 2,8% secara tahunan dan masih “lengket” (sticky: sulit turun cepat). Inflasi yang bertahan ini membuat pasar mengurangi perkiraan pemangkasan suku bunga The Fed yang agresif pada 2026. Perbedaan arah kebijakan moneter (monetary policy: pengaturan suku bunga dan likuiditas oleh bank sentral) ini makin menjadi penggerak utama pasangan mata uang. Selisih suku bunga (interest rate differential: perbedaan imbal hasil antar negara) antara AS dan Swiss sangat besar, dengan imbal hasil US Treasury 10 tahun (yield: imbal hasil obligasi) sekitar 4,2% sementara imbal hasil obligasi pemerintah Swiss 10 tahun hanya 0,65%. Kesenjangan ini membuat memegang Dolar AS lebih menarik bagi investor pemburu imbal hasil, faktor dasar (fundamental) yang sering mengalahkan sentimen jangka pendek. Untuk trader derivatif (derivative: instrumen turunan seperti opsi), ini mengarah pada strategi yang diuntungkan jika USD/CHF menguat dalam beberapa minggu ke depan. Membeli call option (opsi beli: hak membeli di harga tertentu) dengan strike price (harga patokan opsi) di atas puncak sebelumnya 0,7835 bisa memberi cara dengan risiko yang dibatasi (defined-risk: kerugian maksimum sudah diketahui) untuk menangkap peluang kenaikan. Menjual put yang out-of-the-money (harga patokan put lebih rendah dari harga saat ini, sehingga peluang dieksekusi kecil) atau membuat bull put spread (strategi opsi: jual put dan beli put di level lebih rendah untuk membatasi risiko) juga bisa dipertimbangkan untuk mendapatkan premi (premium: harga/biaya opsi), dengan asumsi dukungan dasar untuk dolar akan menahan penurunan besar. Ke depan, trader perlu memantau volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan gejolak harga yang “tercermin” pada harga opsi) menjelang rapat kebijakan SNB pada 19 Maret 2026. Walau alasan dasar untuk USD/CHF lebih tinggi kuat, bahasa SNB yang tiba-tiba lebih tegas bisa memicu gejolak harga jangka pendek. Menggunakan opsi dapat membantu mengelola risiko pada tanggal peristiwa penting ini sambil tetap punya eksposur (exposure: keterlibatan/posisi terhadap pergerakan harga) ke tren naik yang lebih luas.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code