USD/INR menargetkan penutupan rekor mendekati 92,80 saat rupee melemah di tengah konflik Timur Tengah yang mendorong harga minyak naik

    by VT Markets
    /
    Mar 9, 2026
    USD/INR diperkirakan ditutup mendekati rekor tertinggi sekitar 92,80 pada hari Senin, karena Rupee India tetap tertekan di tengah konflik di Timur Tengah yang melibatkan AS, Iran, dan Israel. Ketegangan ini mendorong harga minyak naik dan meningkatkan permintaan Dolar AS di pasar yang menghindari risiko (investor cenderung memilih aset yang dianggap lebih aman). Kontrak berjangka WTI di NYMEX naik 12% mendekati $100 pada jam perdagangan Eropa, setelah sempat naik ke sekitar $113 di Asia menyusul serangan udara akhir pekan pada gudang persediaan Iran oleh AS dan Israel. Harga kemudian memangkas sebagian besar kenaikan itu setelah ada laporan bahwa anggota G7 (kelompok 7 negara ekonomi besar) dan Badan Energi Internasional akan membahas pelepasan cadangan minyak darurat.

    Guncangan Minyak Dan Tekanan Pada Rupee

    Harga minyak mentah yang lebih tinggi menekan Rupee karena India sangat bergantung pada minyak impor. Aksi awal pasar oleh Reserve Bank of India (bank sentral India) yang dilaporkan bertujuan membatasi pergerakan tajam satu arah tidak menghentikan USD/INR untuk tetap naik. Reuters menyebut RBI kemungkinan menjual Dolar AS. Indeks Dolar AS (ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang besar) naik 0,5% mendekati 99,35. Pasar juga memantau data CPI (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen, ukuran inflasi) AS dan India untuk Februari yang akan rilis pada Rabu dan Kamis. Dengan USD/INR mendekati rekor sepanjang masa 92,80, ini sebaiknya dianggap sebagai tren yang mungkin berlanjut, bukan lonjakan sesaat. Pergerakan ini didorong oleh lonjakan minyak WTI mendekati $100 per barel, yang langsung memukul ekonomi India yang banyak bergantung pada impor. Selama kekhawatiran pasokan energi berlanjut karena konflik Timur Tengah, Rupee cenderung melemah. Kita perlu memantau implied volatility (perkiraan gejolak harga di masa depan yang tercermin dari harga opsi) di pasar opsi, yang kemungkinan melonjak jauh di atas kisaran 6–8% saat kondisi lebih tenang. Volatilitas tinggi ini membuat strategi membeli opsi, seperti straddle (strategi membeli opsi beli dan opsi jual sekaligus pada harga dan tanggal jatuh tempo yang sama untuk memanfaatkan pergerakan besar ke salah satu arah), menjadi masuk akal untuk menghadapi ketidakpastian menjelang data inflasi. Menjual opsi sangat berisiko sampai situasi geopolitik stabil.

    Intervensi RBI Dan Implikasi Trading

    Upaya RBI mendukung Rupee dengan menjual dolar jelas belum cukup membalikkan arah. Pola serupa terlihat pada awal 2025, ketika intervensi bank sentral hanya bisa memperlambat, tetapi tidak menghentikan, pergerakan nilai tukar yang didorong tren global. Karena itu, penurunan USD/INR akibat aksi RBI bisa dipandang sebagai peluang untuk masuk posisi long (posisi beli, mengharapkan harga naik). Ini bukan hanya soal pelemahan Rupee; ini juga tentang penguatan Dolar AS secara luas karena pelarian ke aset aman. Dollar Index (DXY) yang naik ke 99,35 menegaskan investor mengurangi risiko di pasar negara berkembang. Dalam waktu dekat, arus keluar modal (capital outflow, dana investor berpindah keluar dari suatu negara/pasar) dari pasar seperti India kemungkinan berlanjut. Ke depan pekan ini, rilis laporan CPI AS dan India sangat penting. Jika inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan, dolar hampir pasti menguat secara luas. Bagi trader, ini membuat posisi long USD/INR menarik, misalnya memakai call options (opsi beli, memberi hak membeli pada harga tertentu) untuk membatasi risiko menjelang rilis data.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code