Risiko Geopolitik dan Selat Hormuz
Pertempuran berlanjut di sekitar Selat Hormuz, dengan laporan serangan berulang dari kedua pihak. Presiden AS Donald Trump menggunakan Truth Social untuk meminta sekutu membantu mengamankan jalur tersebut, sementara Wall Street Journal melaporkan koalisi sedang dibentuk, dengan perdebatan soal waktu pelaksanaannya. Pada grafik 4 jam, USD/JPY tetap di atas SMA 20, 100, dan 200 periode yang sedang naik. (SMA adalah “rata-rata bergerak sederhana”, yaitu rata-rata harga dalam sejumlah periode untuk melihat arah tren.) SMA 20 periode berada dekat 159,00. Momentum 14 periode tetap di atas 0 (Momentum adalah indikator yang menunjukkan seberapa kuat dorongan pergerakan harga). Sementara itu RSI berada dekat 69, sedikit di bawah area jenuh beli (overbought), yaitu kondisi ketika harga dianggap sudah naik terlalu cepat dan berpotensi koreksi. Level support (area harga yang sering menahan penurunan) disebut di 159,00, lalu 158,50 dan 158,00, dengan resistance (area harga yang sering menahan kenaikan) dekat 160,00 dan 160,50. SMA 200 periode berada dekat 155,80, dan penembusan (break) di bawah 158,50 disebut dapat melemahkan struktur tren saat ini.Volatilitas Opsi dan Risiko Intervensi
Risiko lonjakan mendadak harga minyak menjadi perhatian utama bagi trader derivatif. (Derivatif adalah produk turunan seperti opsi dan futures yang nilainya mengikuti aset lain.) Kontrak berjangka (futures) minyak West Texas Intermediate (WTI) mencatat lonjakan volatilitas harian 8% saat pertemuan OPEC+ baru-baru ini, mengingatkan betapa sensitifnya pasar energi terhadap berita pasokan. Gangguan apa pun bisa memengaruhi perkiraan inflasi dan mata uang yang peka terhadap risiko seperti yen. Kita perlu mencermati kurs USD/JPY, terutama saat mendekati level 160,00 yang pernah memicu peringatan lisan dari Menteri Keuangan. Mengingat Kementerian Keuangan Jepang menghabiskan rekor ¥9,79 triliun untuk intervensi mata uang pada 2022 ketika yen melemah melewati 150, level 160 kini dipandang sebagai batas tegas untuk potensi tindakan. Ini membuat pembelian opsi call JPY out-of-the-money menjadi strategi yang relevan untuk risiko ekstrem. (Opsi call adalah hak untuk membeli pada harga tertentu; out-of-the-money berarti harga kesepakatannya masih kurang menguntungkan jika dieksekusi sekarang, sehingga biasanya lebih murah dan dipakai sebagai “asuransi”.) Melihat pasar opsi, volatilitas tersirat (implied volatility) yen masih relatif rendah. (Volatilitas tersirat adalah perkiraan besar-kecilnya pergerakan harga yang “terlihat” dari harga opsi.) Indeks Volatilitas Yen FX Cboe/CME (JYVIX) saat ini diperdagangkan di sekitar 8,5, jauh di bawah level tinggi sebelumnya. Ini menunjukkan membeli perlindungan terhadap penguatan yen yang mendadak bisa relatif lebih murah saat ini. Gambaran fundamental juga penting. (Fundamental adalah faktor ekonomi dasar seperti inflasi dan kebijakan bank sentral.) Core Consumer Price Index (CPI) Jepang terbaru bertahan di 2,2%, sedikit di atas target Bank of Japan. (Core CPI adalah inflasi “inti”, biasanya tidak memasukkan harga yang sangat bergejolak seperti makanan dan energi.) Inflasi yang bertahan, sebagian dipicu yen yang lemah, menambah tekanan pada otoritas untuk mencegah pelemahan mata uang lebih lanjut. Langkah bank sentral untuk menormalkan kebijakan lebih cepat dapat memicu guncangan besar, sehingga memperkuat alasan untuk bersiap menghadapi penguatan JPY yang tiba-tiba. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.