Wan dari MUFG memperkirakan won Korea akan mengungguli jika ketegangan mereda, seiring teknologi AI menopang Korea Selatan, meski ada risiko dari harga minyak

    by VT Markets
    /
    Apr 16, 2026

    MUFG memperkirakan won Korea Selatan (KRW) akan berkinerja lebih baik jika ketegangan mereda. Bank itu juga mencatat KRW bisa rentan jika konflik berlangsung lebih lama dan harga minyak naik.

    Bank tersebut mengaitkan dukungan bagi Korea Selatan dengan berlanjutnya siklus AI dan teknologi—yakni fase ketika permintaan global untuk produk terkait kecerdasan buatan (AI) dan perangkat teknologi meningkat, sehingga mendorong ekspor. MUFG menambahkan, risiko tetap ada dari kenaikan harga minyak dan potensi tekanan pada pasokan energi.

    Layanan Pensiun Nasional Korea Selatan (National Pension Service/NPS) mengakhiri batas (cap) lama 15% untuk lindung nilai (hedging) valuta asing. Level 15% kini akan dipakai sebagai rasio dasar (baseline), yaitu patokan awal yang dapat disesuaikan naik atau turun.

    NPS ingin lebih fleksibel saat volatilitas pasar—artinya harga aset dan nilai tukar bergerak tajam—meningkat. Lindung nilai valas (FX hedging), yaitu strategi untuk mengurangi risiko perubahan kurs dengan instrumen seperti kontrak berjangka atau swap, akan menjadi bagian standar kebijakan investasi luar negeri, bukan hanya dipakai saat kondisi tidak biasa.

    Artikel ini menyebutkan diproduksi dengan alat AI dan ditinjau oleh editor.

    Dengan dukungan kuat dari siklus AI dan teknologi, kita perlu mempertimbangkan membangun posisi beli (long) pada won Korea Selatan. Data terbaru mendukung hal ini: ekspor semikonduktor Korea Selatan melonjak lebih dari 50% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal I 2026, menandakan permintaan global yang tetap kuat. Kekuatan ekonomi ini menjadi dasar bagi penguatan KRW terhadap mata uang lain.

    Perubahan kebijakan struktural dari NPS juga menjadi alasan penting untuk bersikap positif terhadap won. Dengan menjadikan lindung nilai mata uang 15% sebagai patokan, bukan batas maksimal, NPS berpotensi menjadi pembeli KRW yang lebih konsisten. Mengingat NPS mengelola lebih dari US$850 miliar aset pada akhir 2025, perubahan ini dapat menciptakan permintaan yang besar dan stabil terhadap mata uang lokal dalam jangka menengah.

    Perubahan ini tepat waktu, mengingat pasangan USD/KRW—nilai tukar dolar AS terhadap won—beberapa kali menguji level 1.400 saat pasar tertekan pada 2025. Lingkungan saat ini tampak sebagai titik balik, sehingga ini bisa menjadi momen yang baik untuk bersiap pada won yang lebih kuat. Karena itu, kita dapat mempertimbangkan membeli opsi put USD/KRW atau opsi call KRW dengan jatuh tempo beberapa bulan ke depan. Opsi put adalah hak (bukan kewajiban) untuk menjual pada harga tertentu, biasanya dipakai untuk mendapatkan keuntungan saat nilai tukar turun; opsi call adalah hak untuk membeli pada harga tertentu, biasanya dipakai saat mengantisipasi penguatan aset/mata uang.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code