Willem Sels dari HSBC mengatakan volatilitas minyak membentuk aset global, dengan Brent bergerak di kisaran USD 83 hingga USD 120.

    by VT Markets
    /
    Mar 10, 2026
    Minyak digambarkan sebagai kekuatan utama yang membentuk pasar global. Minyak mentah Brent bergerak antara USD83 dan USD120 per barel dalam 24 jam, menunjukkan ketidakpastian. Harga minyak diperkirakan tetap di atas tingkat sebelum konflik. Ini membuat kekhawatiran inflasi tetap tinggi dan memengaruhi obligasi, saham, dan mata uang.

    Skenario Harga Minyak Tinggi Lebih Lama

    Pasar sedang menilai skenario di mana harga minyak tetap tinggi lebih lama, yang bisa menurunkan pertumbuhan dan menaikkan inflasi. Prospeknya bergantung pada kapan konflik berakhir, apakah pengiriman bisa lewat melalui Selat Hormuz (jalur laut sempit yang sangat penting untuk pengiriman minyak), dan seberapa banyak minyak yang terkena sanksi (pembatasan perdagangan oleh negara/lembaga) bisa masuk ke pasar. Untuk jangka menengah, valuasi yang lebih rendah (harga aset dibanding nilai dasarnya) dan berkurangnya posisi yang terlalu terkonsentrasi (terlalu banyak pelaku pasar mengambil arah yang sama) dikaitkan dengan kemungkinan kembalinya pelaku pasar jika aliran minyak lewat Selat Hormuz pulih. Artikel ini dibuat menggunakan alat AI (perangkat lunak yang membuat teks otomatis) dan ditinjau oleh editor. Kami terus melihat minyak sebagai pendorong utama bagi semua pasar, pelajaran yang kami dapat saat ketidakpastian ekstrem pada 2025. Pergerakan liar yang kami lihat tahun lalu, ketika Brent bergerak antara $83 dan $120 per barel dalam satu hari, menegaskan betapa sensitifnya aset terhadap guncangan energi (perubahan besar mendadak pada harga/pasokan energi). Periode volatilitas (naik-turun harga yang tajam) terkait konflik Selat Hormuz itu tetap menjadi acuan utama bagi model risiko (cara menghitung dan memantau kemungkinan kerugian). Minggu ini, harga minyak sudah lebih stabil tetapi tetap tinggi, dengan Brent diperdagangkan sekitar $92 per barel, menurut laporan terbaru EIA (lembaga pemerintah AS yang merilis data energi). Ini jauh lebih tinggi dibanding sebelum konflik 2025, sehingga kekhawatiran inflasi tetap menjadi fokus utama bank sentral. Kondisi ini menunjukkan pasar sudah memasukkan premi risiko geopolitik (tambahan harga karena risiko politik/konflik) yang dianggap akan bertahan.

    Volatilitas Derivatif dan Penempatan Posisi

    Bagi pedagang derivatif (kontrak keuangan yang nilainya mengikuti aset lain seperti minyak), ini berarti volatilitas tersirat masih menarik untuk dijual, meski sudah turun. Volatilitas tersirat (perkiraan pasar tentang besar kecilnya pergerakan harga di masa depan, biasanya dari harga opsi) pada Indeks Volatilitas Minyak Mentah CBOE (OVX) bertahan di sekitar 38, jauh di bawah puncak krisis di atas 65 tahun lalu, tetapi masih tinggi dibanding rata-rata 2022–2024 sebesar 32. Ini menunjukkan opsi (kontrak yang memberi hak untuk membeli/menjual pada harga tertentu) atas futures minyak (kontrak untuk membeli/menjual minyak di tanggal mendatang) masih mahal, sehingga ada peluang bagi pihak yang berani bertaruh bahwa harga akan tetap relatif stabil dalam jangka dekat. Dampaknya pada aset lain terlihat jelas, karena biaya energi yang lebih tinggi membuat inflasi sulit turun. Dengan data terbaru Core CPI AS (inflasi inti, yaitu inflasi tanpa komponen yang sangat berubah-ubah seperti makanan dan energi) untuk Februari 2026 sebesar 3,1%, Federal Reserve punya ruang gerak lebih sempit, yang kemungkinan menekan harapan pasar saham. Karena itu, pedagang perlu memantau pergerakan harga minyak sebagai indikator awal untuk perubahan pada futures suku bunga (kontrak yang mencerminkan perkiraan suku bunga ke depan) dan volatilitas pada indeks saham besar seperti S&P 500 (indeks 500 saham besar AS). Melihat penempatan posisi, kami menilai banyak posisi spekulatif yang terlalu ramai dari 2025 sudah keluar dari pasar. Data terbaru CFTC (lembaga AS yang memantau pasar derivatif) menunjukkan posisi net long managed money (posisi beli bersih oleh pengelola dana; lebih banyak bertaruh harga naik daripada turun) masih 25% di bawah puncaknya, sehingga investor terlihat berhati-hati. Ini menciptakan kondisi di mana kabar baik yang jelas tentang rute pengiriman bisa menarik modal yang sedang menunggu di luar pasar kembali masuk dengan cepat, dan memicu kenaikan tajam. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code