Pembicaraan AS–Iran dan Reaksi Pasar
Iran mengatakan lebih memilih bernegosiasi dengan Wakil Presiden JD Vance dibanding utusan AS lainnya. Ini menambah ketidakpastian dalam pembahasan gencatan senjata (kesepakatan untuk menghentikan tembak-menembak sementara atau permanen). Data persediaan AS juga menekan harga. American Petroleum Institute (API—asosiasi industri minyak AS yang merilis perkiraan data persediaan) menyebut persediaan minyak mentah AS naik 2,3 juta barel pada pekan yang berakhir 20 Maret, setelah naik 6,6 juta barel pada pekan sebelumnya, berlawanan dengan perkiraan penurunan 1,3 juta barel. Kita ingat bahwa sekitar periode ini pada 2025, harga minyak melemah karena harapan adanya kesepakatan AS–Iran dan persediaan yang meningkat. Minyak mentah WTI diperdagangkan dekat $86,85 karena pasar memperhitungkan kemungkinan turunnya ketegangan di Timur Tengah. Laporan API pada pekan itu tahun lalu menunjukkan kenaikan persediaan tak terduga sebesar 2,3 juta barel, yang menambah tekanan turun (bearish—kondisi saat pelaku pasar cenderung memperkirakan harga turun) pada harga. Situasi hari ini berbeda, karena dukungan diplomatik itu memudar dan kini menjadi hambatan. Kesepakatan damai 2025 menunjukkan tanda-tanda rapuh, sehingga premi risiko geopolitik (tambahan harga karena risiko konflik/ketidakpastian politik) muncul kembali, yang tidak ada setahun lalu. Pola seperti ini pernah terjadi, misalnya lonjakan volatilitas (naik-turun harga yang cepat dan besar) pada akhir 2023 saat pemangkasan produksi OPEC+ (kelompok negara OPEC dan sekutunya) diuji oleh perkiraan permintaan.Volatilitas Persediaan dan Pendekatan Trading
Berbeda dengan kenaikan pasokan yang terlihat pada Maret 2025, data persediaan saat ini mengarah ke pasar yang lebih ketat (pasokan lebih terbatas dibanding kebutuhan). Untuk pekan yang berakhir 20 Maret 2026, EIA baru melaporkan penurunan persediaan minyak mentah (draw—berkurangnya stok) yang mengejutkan sebesar 2,1 juta barel, sementara analis memperkirakan kenaikan kecil. Penurunan ini, ditambah cadangan minyak strategis AS (strategic petroleum reserves—stok minyak darurat milik pemerintah) yang masih mendekati level terendah 40 tahun sekitar 365 juta barel, menunjukkan adanya penopang harga yang lebih kuat. Perubahan dari faktor dasar yang negatif (bearish) pada 2025 menjadi kondisi yang lebih mendukung kenaikan dan tidak pasti saat ini menunjukkan volatilitas tersirat (implied volatility—perkiraan pasar atas besar-kecilnya pergerakan harga yang tercermin dalam harga opsi) kemungkinan naik. Trader dapat mempertimbangkan membeli opsi call (hak untuk membeli pada harga tertentu) atau bull call spread (strategi opsi: membeli call dan menjual call lain pada harga lebih tinggi untuk menekan biaya) untuk memanfaatkan potensi lonjakan harga sambil membatasi risiko. Momentum naik saat ini juga menunjukkan bahwa menjual put out-of-the-money (opsi put dengan harga patokan yang lebih jauh dari harga pasar saat ini) bisa menjadi strategi untuk memperoleh premi (premium—biaya yang diterima/dibayar dalam transaksi opsi). Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.