WTI melonjak lebih dari 8% saat ketegangan dengan Iran membatasi Selat Hormuz, dibuka jauh lebih tinggi dan menembus ambang $72.

    by VT Markets
    /
    Mar 2, 2026
    WTI memulai hari Senin dengan celah harga (price gap: lonjakan harga saat pasar dibuka sehingga ada “jarak” dari harga penutupan sebelumnya) lebih dari 5% lalu naik lebih dari 8%, menembus $72. Pergerakan ini mengikuti konflik baru antara AS dan Iran, dengan dukungan dari Israel. AS dan Israel melakukan serangan ke Iran pada hari Sabtu. Setelah serangan, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran mengumumkan penghentian pengiriman melalui Selat Hormuz.

    Guncangan Pasokan Selat Hormuz

    Lebih dari 20% minyak dunia melewati Selat Hormuz. Reuters melaporkan banyak pemilik kapal tanker, perusahaan minyak, dan perusahaan perdagangan menghentikan sementara pengiriman minyak mentah (crude: minyak yang belum diolah), bahan bakar, dan gas alam cair (LNG: gas yang didinginkan hingga menjadi cair agar mudah diangkut) melalui jalur air tersebut. Presiden AS Donald Trump mengatakan operasi militer di Iran akan berlanjut sampai tujuan AS tercapai. Pergerakan harga berikutnya bergantung pada kabar terbaru tentang konflik. Pasar juga bereaksi terhadap OPEC+ yang menyetujui kenaikan produksi 206.000 barel per hari untuk April. Kenaikan ini lebih tinggi dari perkiraan analis.

    Penentuan Posisi Menghadapi Pergerakan Tajam

    Dengan rumor ketidakstabilan baru di kawasan, kami melihat CBOE Crude Oil Volatility Index (OVX) (indeks volatilitas: ukuran seberapa besar pasar memperkirakan harga bisa naik-turun) bertahan tinggi di level 38. Ini menunjukkan pelaku pasar menilai risiko besar terhadap gangguan pasokan. Artinya premi opsi (biaya opsi: harga yang dibayar untuk membeli “hak” jual/beli) mahal, karena pasar takut gangguan pengiriman terulang. Jadi, hanya membeli long call (opsi beli: hak untuk membeli pada harga tertentu) bisa menjadi strategi yang sangat mahal untuk mengejar peluang kenaikan. Karena biaya opsi tinggi, kita bisa mempertimbangkan vertical call spread (gabungan dua opsi beli dengan harga target berbeda). Caranya: membeli call dengan strike lebih rendah (strike: harga patokan opsi) dan menjual call dengan strike lebih tinggi. Ini menurunkan biaya masuk, sambil tetap bisa untung jika harga minyak naik. Strategi ini menjaga pandangan tetap positif tanpa membayar terlalu mahal untuk volatilitas. Untuk mengurangi risiko bila ketegangan tiba-tiba mereda atau ada pelepasan terkoordinasi dari Strategic Petroleum Reserve (SPR: cadangan minyak darurat milik pemerintah AS), membeli put (opsi jual: hak untuk menjual pada harga tertentu) atau memakai put spread (gabungan dua opsi jual) tetap masuk akal. Ini seperti asuransi jika situasi geopolitik mendadak tenang. Selain itu, perlu dicatat pasar fisik (pasar barang nyata: transaksi minyak sungguhan, bukan kontrak) lebih ketat dibanding 2025. Data terbaru Energy Information Administration (EIA) (lembaga data energi pemerintah AS) menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun hampir 9 juta barel selama sebulan terakhir, sehingga cadangan penyangga lebih kecil. Keketatan ini berarti guncangan pasokan baru bisa mendorong harga naik lebih kuat. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code