Reaksi Pasar Terhadap Risiko Timur Tengah
Trump juga mengangkat opsi untuk melonggarkan sebagian sanksi terkait minyak (pembatasan perdagangan) dan menggunakan Angkatan Laut AS untuk mengawal kapal tanker komersial (kapal pengangkut minyak) melewati Selat Hormuz. Pada hari Selasa, Menteri Energi AS Chris Wright menulis di X (platform media sosial, dulu Twitter) bahwa AS telah mengawal sebuah kapal tanker minyak di sana, lalu menghapus unggahan tersebut. Media Iran melaporkan bahwa juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC, satuan militer elite Iran) membantah adanya pengawalan militer AS melalui jalur laut itu. WTI kemudian pulih karena perhatian tetap tertuju pada risiko pasokan di Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20% aliran minyak dunia. Kami ingat pergerakan tajam harga minyak pada 2025, ketika laporan yang saling bertentangan tentang pengawalan tanker di Selat Hormuz membuat WTI bergerak liar. Harga sempat melesat menuju $114 lalu jatuh di bawah $76 hanya dalam beberapa hari karena komentar politik dan rumor pelepasan cadangan strategis (stok minyak milik negara untuk keadaan darurat). Periode itu menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap berita geopolitik, bahkan yang belum pasti.Posisi Menghadapi Pergerakan Tajam
Latihan angkatan laut Iran baru-baru ini di dekat Selat Hormuz, meski rutin, membuat ketegangan tetap tinggi dan pedagang cemas. Latihan ini mengingatkan bahwa titik sempit (chokepoint: jalur sempit yang sangat menentukan kelancaran pasokan) yang menyalurkan hampir seperlima pasokan global tetap menjadi sumber risiko besar. Indeks Volatilitas Minyak Mentah CBOE (OVX, ukuran perkiraan besar-kecilnya naik-turun harga minyak) mencerminkan kecemasan ini, naik dari 28 ke 35 selama sebulan terakhir. Dengan kondisi ini, fokuslah pada strategi untuk mengelola atau mengambil peluang dari potensi lonjakan harga, bukan sekadar menebak arah. Membeli opsi call (kontrak yang memberi hak untuk membeli pada harga tertentu) atau call spread (gabungan dua opsi call untuk membatasi biaya dan potensi hasil) memberi peluang untung jika pasokan terganggu, sambil membatasi risiko maksimum pada premi (biaya opsi) yang dibayar. Ini penting karena satu berita saja bisa menghapus keuntungan dengan cepat. Melihat pergerakan dua arah yang cepat seperti pada 2025, strategi volatilitas tanpa arah seperti long straddle (membeli opsi call dan put sekaligus pada harga dan waktu yang sama untuk mencari untung dari pergerakan besar ke salah satu arah) juga bisa efektif. Strategi ini untung jika harga bergerak besar naik atau turun, dan itu mungkin terjadi saat pasokan ketat dan gesekan geopolitik terus ada. Volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan pasar atas naik-turunnya harga di masa depan yang tercermin dalam harga opsi) yang naik membuat opsi lebih mahal, tetapi juga menegaskan ekspektasi pasar akan pergerakan besar. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.