WTI tetap di atas $98,50 setelah mundur dari level tertinggi $101,40, di tengah sikap Trump yang beragam mengenai ketegangan Iran

    by VT Markets
    /
    Mar 30, 2026
    WTI turun dari level tertinggi tiga minggu di $101,40 pada sesi Asia hari Senin, tetapi tetap bertahan di atas $98,50, diperdagangkan dekat $100,00 di tengah sinyal yang campur aduk dari Presiden AS Donald Trump soal Iran. Trump mengatakan kepada Financial Times bahwa opsi untuk merebut Pulau Kharg milik Iran masih dipertimbangkan, dan mengatakan AS “harus berada di sana untuk sementara waktu”. Trump juga mengatakan ada pembicaraan langsung dan tidak langsung dengan Iran, serta menyebut pemimpin baru Republik Islam itu “sangat masuk akal”. Ia menambahkan bahwa Iran mengizinkan 20 “kapal besar pengangkut minyak” lewat melalui Selat Hormuz.

    Retorika yang Meningkat dan Reaksi Pasar

    Otoritas Iran menuduh Trump berbicara soal negosiasi sambil menyiapkan invasi, dan memperingatkan hal itu akan menjadi pertumpahan darah bagi AS. Pejabat Pakistan mengatakan Pakistan akan segera mengadakan negosiasi antara AS dan Iran, yang ikut mendorong penurunan harga sebelumnya. Konflik melebar pada akhir pekan ketika pasukan Houthi yang didukung Iran meluncurkan misil (rudal) ke Israel dan mengancam menutup Selat Bab el Mandeb. Kuwait melaporkan serangan Iran terhadap pabrik listrik dan desalinasi air (pabrik pengubah air laut menjadi air tawar) yang menewaskan seorang pekerja asal India dan menyebabkan kerusakan besar pada bangunan. Jika melihat kembali pada periode ini di Maret 2025, harga minyak naik mendekati $101 karena pasar benar-benar memperhitungkan kemungkinan konflik. Pesan yang tidak konsisten dari Gedung Putih, ditambah serangan Houthi dan ancaman terhadap jalur pelayaran penting, menciptakan situasi seperti “tong mesiu” (sangat mudah meledak). Dalam kondisi ketidakpastian ekstrem seperti ini, pedagang derivatif (produk turunan keuangan seperti opsi dan kontrak berjangka) harus paling fokus. Kita pernah melihat “premi risiko geopolitik” (tambahan harga karena risiko perang/ketegangan politik) seperti ini masuk ke harga sebelumnya, terutama saat konflik Ukraina meningkat pada 2022. Pada periode itu, WTI melonjak dari sekitar $92 ke lebih dari $120 per barel dalam kurang dari dua minggu. Contoh sejarah ini menunjukkan betapa cepat pasar energi bereaksi terhadap aksi militer, sehingga penting menyiapkan kemungkinan lonjakan tajam meski terlihat tidak mungkin. Per 30 Maret 2026, WTI diperdagangkan lebih dekat ke $89 per barel, tetapi ketegangan yang mendasari sejak tahun lalu belum hilang. Laporan terbaru dari EIA (Energy Information Administration, lembaga statistik energi pemerintah AS) menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun tak terduga sebesar 2,8 juta barel minggu lalu, menandakan pasar yang ketat secara dasar (pasokan terbatas) dan sangat peka terhadap gangguan pasokan. Kondisi ketat ini berarti ancaman baru di Teluk Persia bisa berdampak lebih besar pada harga.

    Lindung Nilai Opsi dan Penempatan untuk Volatilitas

    Dalam beberapa minggu ke depan, trader sebaiknya mempertimbangkan membeli opsi beli (call option, hak untuk membeli pada harga tertentu) yang out-of-the-money (harga patokan opsinya lebih tinggi dari harga WTI saat ini) untuk lindung nilai (hedging, mengurangi risiko) terhadap lonjakan harga mendadak. Misalnya, membeli opsi call Juli $100 memberi perlindungan terhadap skenario terburuk dengan biaya relatif rendah. Strategi ini memberi potensi untung besar jika ketegangan naik lagi, sambil membatasi kerugian maksimum secara jelas. Perkiraan pasar terhadap besar-kecilnya pergerakan harga ke depan, yaitu volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi), tetap tinggi, sekitar 35% untuk opsi WTI bulan terdekat (front-month, kontrak dengan jatuh tempo paling dekat). Ini jauh lebih tinggi dari kisaran umum 20–25% pada periode yang lebih tenang. Menggunakan strategi seperti call spread (membeli call lalu menjual call lain pada harga patokan lebih tinggi untuk menekan biaya) dapat membantu mengurangi mahalnya opsi, sambil tetap siap jika terjadi kenaikan harga bila situasi diplomatik memburuk. Kita juga perlu memantau lalu lintas melalui Selat Hormuz, karena gangguan apa pun akan langsung memicu kenaikan harga. Analisis pelayaran menunjukkan waktu tempuh kapal tanker masih 10% lebih lama dibanding sebelum ketegangan 2025, mencerminkan kehati-hatian yang berlanjut. Karena itu, posisi derivatif kita harus disusun untuk mengelola risiko berita utama (headline risk, risiko harga bergerak karena berita mendadak) dari kawasan ini. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code