WTI turun seiring Jepang dan Jerman merilis cadangan minyak menjelang keputusan IEA tentang stok darurat

    by VT Markets
    /
    Mar 11, 2026
    Badan Energi Internasional (IEA) dijadwalkan akan mengeluarkan rekomendasi terkait kemungkinan pelepasan cadangan minyak darurat pada pukul 13:00 GMT. Pemerintah mempertimbangkan pelepasan cadangan untuk mengurangi tekanan di pasar energi dan memperlambat kenaikan biaya bahan bakar. Jepang mengatakan akan mulai melepas sebagian cadangan strategisnya paling cepat pada 16 Maret. Rencana ini mencakup setara 15 hari cadangan minyak milik sektor swasta dan sekitar satu bulan cadangan yang disimpan negara. (Cadangan strategis adalah stok minyak yang disimpan untuk keadaan darurat agar pasokan tetap aman.) Jerman juga bersiap melepas sebagian cadangan minyaknya, menurut DPA (kantor berita Jerman). Ini menambah harapan adanya langkah internasional yang terkoordinasi (terkoordinasi berarti dilakukan bersama oleh beberapa negara pada waktu yang sama).

    Pelepasan Cadangan Terkoordinasi Dan Dampaknya Pada Pasar

    Minyak AS West Texas Intermediate (WTI) turun setelah pengumuman tersebut. Pada hari itu turun 1,50%, ke sekitar $84 per barel. WTI adalah patokan harga minyak mentah (acuan harga) di AS, juga disebut “light” dan “sweet” karena jenisnya lebih ringan dan kandungan sulfurnya rendah. (Sulfur adalah unsur yang bisa membuat minyak lebih “kotor”; kadar rendah biasanya lebih mudah diolah.) WTI didistribusikan melalui pusat Cushing. (Hub Cushing adalah lokasi penyimpanan dan titik distribusi utama minyak di AS.) Harga WTI terutama dipengaruhi oleh pasokan dan permintaan, ditambah faktor politik global, sanksi (pembatasan perdagangan resmi), dan keputusan OPEC (kelompok negara pengekspor minyak yang memengaruhi pasokan). Laporan persediaan mingguan dari API dan EIA juga memengaruhi harga; hasil keduanya berbeda kurang dari 1% sekitar 75% dari waktu. (API adalah lembaga industri minyak AS; EIA adalah lembaga pemerintah AS yang merilis data energi. “Persediaan” berarti jumlah minyak yang tersimpan di gudang/tangki.) Dengan adanya pengumuman yang diperkirakan keluar dari Badan Energi Internasional hari ini, terlihat tekanan langsung pada harga minyak. Langkah awal Jepang dan Jerman untuk melepas cadangan sudah mendorong minyak WTI turun mendekati $84 per barel. Upaya bersama untuk menambah pasokan dalam jangka pendek menjadi faktor utama yang dipantau pelaku pasar saat ini. (Trader adalah pelaku yang membeli dan menjual di pasar untuk mencari untung.)

    Prospek Strategis Untuk Opsi WTI

    Situasi ini terasa mirip dengan yang terjadi pada 2022, saat pelepasan cadangan strategis besar-besaran dan terkoordinasi sempat membuat harga turun tajam. Namun penurunan itu akhirnya hanya sementara karena fokus pasar kembali ke masalah utama pasokan dan permintaan dalam beberapa bulan. Riwayat ini menunjukkan posisi yang mengantisipasi penurunan (bearish), seperti membeli opsi put WTI untuk April atau Mei, mungkin hanya punya waktu terbatas untuk menghasilkan keuntungan. (Opsi adalah kontrak yang memberi hak—bukan kewajiban—untuk membeli/menjual pada harga tertentu; opsi put adalah hak untuk menjual, biasanya untung jika harga turun.) Berlawanan dengan tambahan pasokan ini, perlu dipertimbangkan bahwa permintaan dasarnya masih kuat. Laporan terbaru dari Badan Informasi Energi AS (EIA) pada 10 Maret 2026 menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah (inventory draw) yang mengejutkan sebesar 2,1 juta barel, berbeda dari perkiraan yang mengira akan ada kenaikan kecil. Ini menunjukkan konsumsi masih lebih cepat daripada pasokan, sehingga tambahan minyak dari cadangan strategis bisa cepat terserap dan membantu menahan harga agar tidak jatuh lebih dalam. (“Inventory draw” berarti persediaan berkurang karena lebih banyak dipakai daripada ditambah; “membuat lantai harga” berarti menahan harga agar tidak turun terlalu jauh.) Untuk beberapa minggu ke depan, ini menciptakan pertarungan klasik antara lonjakan pasokan jangka pendek dan permintaan yang tetap kuat. Strategi yang masuk akal bisa berupa menjual opsi call yang jauh di atas harga saat ini (out-of-the-money), yang bisa untung jika harga mendatar atau turun, namun tetap membatasi risiko jika penurunan persediaan memberi sinyal kenaikan baru. (Opsi call adalah hak untuk membeli; “out-of-the-money” berarti harga kesepakatan opsi berada di atas harga pasar saat ini.) Kuncinya adalah memantau apakah cadangan pemerintah ini benar-benar membuat persediaan komersial AS mulai naik dalam laporan mingguan. (Persediaan komersial adalah stok milik perusahaan, bukan stok darurat pemerintah.) Pada akhirnya, kita perlu melihat besaran dan lamanya pelepasan yang direkomendasikan IEA. Pelepasan yang lebih besar dari perkiraan bisa mendorong WTI turun ke kisaran tinggi $70-an, sedangkan pelepasan kecil yang sudah diperkirakan pasar bisa membuat harga cepat pulih. Karena itu, menggunakan opsi untuk menentukan batas risiko akan sangat penting sampai pasar benar-benar memahami dampak penuh dari pasokan baru ini di tengah permintaan global yang tetap kuat.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code