Bank Sentral Mengisyaratkan Suku Bunga Tinggi Lebih Lama
Bank sentral memperingatkan bahwa biaya energi yang lebih tinggi dapat mendorong inflasi (kenaikan harga barang dan jasa secara umum) dan menolak pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, yang bisa menurunkan permintaan untuk aset tanpa imbal hasil seperti Perak. Ketua Federal Reserve (bank sentral AS) Jerome Powell mengatakan pada Rabu bahwa harga energi yang lebih tinggi akan menaikkan inflasi dalam waktu dekat, tetapi dampaknya belum pasti. XAG/USD (pasangan harga Perak terhadap Dolar AS) datar di sekitar $72,80, dengan harga berada di bawah EMA 20 hari (rata-rata bergerak eksponensial 20 hari, indikator tren yang memberi bobot lebih besar pada data terbaru) di dekat $81,22 dan hambatan (resistance, area harga yang sering menahan kenaikan) di $76,50 dan $81,00; penembusan di atas $81,00 bisa mengarah ke $84,00. Penopang (support, area harga yang sering menahan penurunan) berada di $70 dan titik terendah Kamis $65,51, sementara RSI (Relative Strength Index, indikator momentum untuk menilai kuat-lemahnya pergerakan harga) turun di bawah 40,00 untuk pertama kalinya dalam 11 bulan.Implikasi Teknis dan Strategi
Dari sisi teknis, harga tetap jelas berada di bawah rata-rata bergerak 20 hari, yang kini menjadi hambatan di sekitar $81,00. Tekanan jual yang berlanjut dari area pertengahan $90-an menunjukkan tren turun (bearish, kecenderungan harga melemah) masih berlangsung. Penembusan di bawah penopang terdekat $70,00 dapat membuka peluang uji ulang titik terendah terbaru $65,51. Untuk beberapa minggu ke depan, kami menilai pedagang perlu mempertimbangkan posisi turun. Membeli opsi put (kontrak yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu) dengan harga strike (harga patokan dalam kontrak opsi) di atau di bawah $70,00 dapat menjadi strategi dengan risiko yang jelas untuk memanfaatkan pelemahan lanjutan. Cara ini memungkinkan ikut dalam pergerakan turun sambil membatasi kerugian bila situasi geopolitik memicu lonjakan mendadak sebagai aset aman (safe-haven, aset yang biasanya dicari saat pasar panik). Namun, penutupan Selat Hormuz juga membuat volatilitas pasar (tingkat naik-turun harga) melonjak, dengan indeks VIX (indikator “indeks ketakutan” yang mengukur perkiraan volatilitas pasar saham AS) naik ke atas 25 untuk pertama kalinya tahun ini. Ini menunjukkan strategi membeli volatilitas, seperti long straddle (membeli opsi call dan put sekaligus pada strike dan jatuh tempo yang sama untuk untung dari pergerakan besar ke arah mana pun), bisa lebih bijak. Posisi seperti ini berpotensi untung dari ayunan harga besar ke dua arah, yang mungkin terjadi mengingat konflik sulit diprediksi. Kami juga memantau rasio Emas/Perak, yang melebar ke atas 90:1, tingkat yang secara historis menunjukkan perak dinilai murah dibanding emas. Walau biasanya ini mengarah pada peluang beli, hambatan kuat dari kebijakan uang ketat (hawkish, cenderung mempertahankan suku bunga tinggi untuk menekan inflasi) saat ini mengalahkan pola historis tersebut. Karena itu, kami melihat setiap penguatan perak sebagai peluang untuk membuka posisi turun baru sampai kondisi dasarnya berubah. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.