Kekhawatiran Intervensi
Otoritas Jepang mungkin akan melakukan intervensi untuk membatasi kerugian Yen, dan Menteri Keuangan Satsuki Katayama menekankan kewaspadaan terhadap pergerakan nilai tukar. Kekhawatiran tentang kemungkinan pemotongan suku bunga AS dan independensi Federal Reserve dapat memengaruhi kinerja USD. Presiden Trump mengharapkan kebijakan Fed di masa depan akan sejalan dengan pandangannya, dengan trader memperkirakan dua pemotongan suku bunga tahun ini. Nilai Yen Jepang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan Bank of Japan, perbedaan hasil obligasi, dan sentimen risiko. Perubahan kebijakan BoJ baru-baru ini dari kebijakan yang sangat longgar memberikan dukungan bagi Yen. Di saat-saat penuh gejolak, status Yen sebagai tempat perlindungan menarik investasi, meningkatkan nilainya terhadap mata uang yang lebih berisiko.Dampak Perbedaan Suku Bunga
Alasan mendasar untuk kekuatan dolar tetap pada perbedaan suku bunga, dengan selisih antara hasil obligasi 10 tahun AS dan Jepang masih lebih dari 3,5 poin persentase. Ini membuat kepemilikan dolar lebih menguntungkan dibandingkan yen, memberikan dukungan yang mendasari pasangan mata uang tersebut. Namun, dengan Fed yang diperkirakan akan memotong suku bunga dua kali tahun ini, selisih ini diproyeksikan menyusut. Untuk trader derivatif, setup ini menunjukkan bahwa membeli volatilitas adalah langkah bijak untuk beberapa minggu ke depan. Volatilitas tersirat satu bulan pada opsi USD/JPY telah kembali naik di atas 10% seiring pertumbuhan ketidakpastian tentang waktu intervensi dan kebijakan Fed. Menggunakan strategi opsi seperti straddle atau membeli put di luar uang dapat melindungi dari penurunan tajam yang tiba-tiba akibat intervensi.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.