Analisis Teknikal
Secara teknis, USD/JPY menghadapi perlawanan di sekitar 156.00, dengan kemungkinan kenaikan ke arah 158.00 jika level ini tembus. Sebaliknya, penurunan di bawah 155.00 dapat menyebabkan pasangan ini jatuh menuju titik terendah bulanan di 154.35. Lingkungan yang pro-risiko umumnya mendukung harga saham dan komoditas, berdampak pada aset aman seperti Yen, yang biasanya berkinerja baik selama periode risiko rendah. Kami melihat Yen Jepang melemah karena suasana pasar yang pro-risiko dan kekhawatiran mengenai pengeluaran pemerintah. Namun, penurunan ini terbatas karena banyak yang mengharapkan Bank of Japan (BoJ) untuk menaikkan suku bunga minggu depan. Ini menciptakan lingkungan tegang bagi siapa saja yang berdagang pasangan mata uang USD/JPY. Pertemuan BoJ yang dimulai pada 18 Desember adalah peristiwa paling penting di depan kita. Keputusan untuk menaikkan suku bunga akan menjadi langkah besar dalam normalisasi kebijakan yang dimulai kembali pada tahun 2024, dan ini sudah sebagian besar diperhitungkan oleh pasar. Karena itu, kami percaya bahwa kekuatan signifikan dalam pasangan USD/JPY tidak mungkin terjadi sebelum pengumuman tersebut.Implikasi Pasar
Pendekatan yang agresif ini didukung oleh data terbaru, yang menunjukkan inflasi inti Jepang untuk bulan November tetap stabil di 2,8%. Angka ini telah tetap di atas target 2% BoJ selama lebih dari setahun, memberikan alasan yang jelas bagi bank sentral untuk memperketat kebijakan. Latar belakang fundamental ini membuat strategi yang menguntungkan dari Yen yang lebih kuat, seperti membeli opsi call JPY, menjadi lebih menarik. Di sisi lain, Dolar AS tetap lemah setelah Federal Reserve memangkas suku bunganya pada hari Rabu lalu. Pernyataan Ketua Fed Powell mengenai risiko pada pasar kerja Amerika hanya memperkuat keyakinan kami bahwa lebih banyak pemotongan suku bunga akan datang pada tahun 2026. Perbedaan kebijakan antara BoJ yang memperketat dan Fed yang melonggarkan menunjukkan kemungkinan tren penurunan jangka panjang untuk USD/JPY. Angka ekonomi AS terbaru mendukung pandangan ini, dengan klaim pengangguran awal mingguan meningkat menjadi 235.000. Ini menunjukkan pasar tenaga kerja yang mulai melemah, memberi Fed lebih banyak ruang untuk melanjutkan siklus pelonggaran hingga tahun baru. Akibatnya, kami melihat setiap kenaikan jangka pendek dalam pasangan USD/JPY sebagai peluang untuk menjual. Memberikan ketidakpastian seputar keputusan BoJ minggu depan, volatilitas yang diproyeksikan di pasar opsi telah meningkat, mirip dengan lonjakan yang kami lihat selama pergeseran kebijakan pada tahun 2024. Trader derivatif harus mempertimbangkan untuk menggunakan straddle atau strangle, yang dapat beruntung dari ayunan harga besar ke arah mana pun. Ini memungkinkan Anda memanfaatkan volatilitas yang diharapkan tanpa bertaruh pada hasil spesifik dari pertemuan tersebut. Untuk saat ini, poin-poin penting teknis sangat penting untuk diperhatikan. Level 156.00 berfungsi sebagai batas atas yang kuat untuk pasangan ini, sementara 155.00 adalah batas bawah dukungan utama. Penembusan yang tegas di bawah 155.00 setelah pengumuman BoJ dapat memicu penurunan tajam menuju area 154.35, dan trader dapat menggunakan level ini untuk menyesuaikan harga strike mereka dengan tepat. Buat akun VT Markets langsung Anda dan mulai berdagang sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.