BoJ Menaikkan Suku Bunga Kebijakan
BoJ menaikkan suku bunga kebijakannya menjadi 0,75% pada bulan Desember, dengan tujuan melakukan pengetatan lebih lanjut jika perkiraan ekonomi terbukti benar. Ketegangan politik global yang terus berlangsung dan posisi USD yang lebih lemah menurunkan pasangan USD/JPY ke level terendah mingguan yang baru. Indeks USD (DXY) jatuh ke titik terendah di tengah prediksi pemotongan suku bunga di masa depan oleh Federal Reserve. Pertumbuhan GDP AS sebesar 4,3% pada periode Juli-September tidak banyak berpengaruh terhadap tekanan jual pada USD. AS melaporkan penurunan 2,2% dalam Pesanan Barang Tahan Lama untuk bulan Oktober, lebih buruk dari yang diperkirakan. Klaim pengangguran AS yang akan datang dan laporan CPI Tokyo diharapkan dapat mempengaruhi pasangan USD/JPY. Tren penurunan mingguan yang sedang berlangsung menunjukkan momentum bearish untuk USD/JPY.Indikator Teknis dan Outlook Pasar
Indikator teknis menunjukkan bahwa penurunan mungkin terhenti di sekitar level 155,00, dengan 154,55-154,50 sebagai level dukungan. Penurunan di bawah rentang ini mungkin memicu penurunan harga lebih lanjut untuk pasangan USD/JPY, mengindikasikan pandangan bearish. Perbedaan kebijakan yang melebar antara Bank of Japan dan Federal Reserve AS adalah pendorong utama di sini. BoJ telah mengikuti sinyal hawkish dengan menaikkan suku bunga kebijakannya menjadi 0,75% bulan ini, level yang tidak terlihat dalam beberapa dekade. Ini menandai perubahan signifikan dari kebijakan suku bunga negatif mereka yang baru berakhir awal tahun 2024. Sebaliknya, pasar memasukkan lebih banyak pemotongan suku bunga dari Federal Reserve pada 2026, melanjutkan pergeseran dovish yang menekan dolar. Data terbaru mendukung pandangan ini, dengan pesanan barang tahan lama bulan Oktober turun 2,2% dan kepercayaan konsumen menurun pada bulan Desember ini. Sentimen ini tampaknya mengesampingkan angka pertumbuhan GDP Q3 yang kuat yang kita lihat. Risiko geopolitik juga memberikan dukungan bagi yen sebagai aset aman. Ketegangan yang meningkat antara AS dan Venezuela, serta konflik yang terus berlangsung di Eropa dan Timur Tengah, mendorong orang untuk berinvestasi pada aset yang lebih aman. Lingkungan ini membuat memegang yen menjadi lebih menarik dibandingkan dolar yang memberikan imbal hasil lebih tinggi. Dari sudut pandang teknis, USD/JPY telah membentuk pola double-top bearish di dekat level 158,00, menunjukkan bahwa tren naik belakangan ini telah kehabisan tenaga. Ini menghadirkan peluang untuk mempertimbangkan strategi yang menguntungkan dari penurunan, seperti membeli opsi put atau menetapkan spread put. Penembusan decisif di bawah neckline 154,50 akan mengkonfirmasi pandangan bearish ini.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.