Yu mengamati carry trade mata uang pasar berkembang tetap tangguh di tengah konflik Timur Tengah; kini hanya INR dan RON yang masih kurang dimiliki (underheld)

    by VT Markets
    /
    Mar 18, 2026
    Carry trade FX pasar berkembang (EM) tetap tangguh meski ada konflik Timur Tengah. Dari 12 mata uang EM dengan imbal hasil tinggi dan data yang cukup, hanya INR dan RON yang kini dinilai “kurang dimiliki” (posisi investor lebih kecil dari biasanya). Suku bunga riil disebut sebagai penopang utama kinerja carry. (Suku bunga riil = suku bunga setelah dikurangi inflasi; ini menunjukkan “imbal hasil nyata” yang didapat investor.) Inflasi diperkirakan naik secara global, sementara banyak bank sentral EM diperkirakan tidak akan menurunkan suku bunga secara agresif saat terjadi guncangan pasokan (supply shock = gangguan pasokan barang/energi yang mendorong harga naik) karena kredibilitas kebijakan mereka belakangan ini membaik (kredibilitas kebijakan = pasar percaya bank sentral konsisten mengendalikan inflasi). Faktor lain adalah kemungkinan Federal Reserve (bank sentral AS) menahan diri untuk tidak cepat menurunkan suku bunga. Keputusan Bank Indonesia pada hari Selasa disebut, dengan IDR dinilai paling berisiko menyusul INR dan RON menjadi “kurang dimiliki”. Bank Indonesia menjelaskan keputusan itu sebagai upaya “memperkuat ketahanan eksternal” (ketahanan eksternal = kemampuan ekonomi bertahan dari tekanan global seperti arus modal keluar dan pelemahan nilai tukar). BI menyebut stabilisasi nilai tukar melalui intervensi (intervensi = bank sentral masuk ke pasar valuta asing untuk menahan gerak kurs) dan menarik investasi portofolio asing (investasi portofolio = dana asing yang masuk ke saham/obligasi, bukan investasi membangun pabrik) sebagai pegangan kebijakan utama. Sebagian besar bank sentral EM diperkirakan mengambil pendekatan serupa, dan sebagian besar mata uang berimbal hasil tinggi masih “net bought” (net bought = total posisi beli investor lebih besar daripada posisi jual). TRY menghadapi tekanan jual paling kuat meski suku bunga nominal sangat tinggi (suku bunga nominal = angka suku bunga sebelum memperhitungkan inflasi), dikaitkan dengan kekhawatiran fiskal (fiskal = kondisi anggaran pemerintah) dan biaya subsidi jika konflik berlanjut. Tulisan itu juga menilai pasar tidak terlalu menerima intervensi besar-besaran untuk menahan harga energi. Ini dikaitkan dengan langkah penghematan anggaran atau pembatasan konsumsi (rationing = pembagian/kuota) di berbagai negara berkembang dan negara frontier (frontier = pasar yang lebih kecil dan kurang matang dibanding emerging market).

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code