**Snowflake Mengungguli Laporan di Tengah Siklus Pertumbuhan Adopsi AI**

    by VT Markets
    /
    Feb 27, 2026

    Snowflake (SNOW) baru saja melaporkan pertumbuhan pendapatan 30% dan transaksi rekor US$400 juta. Saat permintaan AI (kecerdasan buatan) makin cepat, cari tahu posisi SNOW dalam siklus “hidup” AI—dan mengapa ini bisa jadi peluang CFD yang menarik.

    Perusahaan Perangkat Lunak yang Memungkinkan AI di Perusahaan

    Kebanyakan investor mengenal Nvidia karena chip. Banyak juga mengenal Amazon, Microsoft, dan Google karena layanan cloud (komputasi awan: menjalankan layanan lewat pusat data di internet). Namun, lebih sedikit yang membahas Snowflake (SNOW)—platform data yang berada di antara raksasa infrastruktur itu dan aplikasi AI yang dibangun di atasnya. Posisi Snowflake di sektor teknologi saat ini cukup unik.

    Di dunia saat data menjadi “bahan mentah” AI, Snowflake menyediakan tempat dan sistem untuk mengolahnya.

    Produk Utama dan Kemampuan Snowflake untuk AI dan Data

    • Rekayasa Data — Memisahkan compute (daya komputasi untuk memproses) dari storage (penyimpanan) agar kueri (permintaan/pencarian data) cepat pada skala petabyte (satuan data yang sangat besar). Menangani data terstruktur (rapi seperti tabel) dan tidak terstruktur (mis. teks/dokumen) lewat alur Bronze → Silver → Gold (tahap data mentah → dibersihkan → siap dipakai untuk analisis). Pelanggan membayar sesuai pemakaian compute, storage, dan transfer data.
    • Analitik — Gudang data “cloud-native” (dibuat khusus untuk cloud) yang mendukung BI (Business Intelligence: laporan untuk bisnis), data science (ilmu analisis data), peramalan, dan laporan real-time (langsung) dalam skala besar—mesin utama untuk kerja analitik di perusahaan.
    • AI—Snowflake Intelligence (kerangka “agen AI”: sistem AI yang bisa menjalankan tugas) dan Cortex AI memungkinkan perusahaan membuat dan menjalankan aplikasi berbasis AI langsung di data yang sudah diatur dan diawasi (governed data: data dengan aturan akses, kualitas, dan keamanan). Data tidak perlu dipindah atau digandakan. Pemakaian naik dua kali lipat dibanding kuartal sebelumnya di Q4 FY2026, melewati 2.500 akun aktif.
    • Aplikasi & Kolaborasi — Berbagi data aman lintas cloud di AWS, Azure, dan Google Cloud tanpa menyalin data. Per Januari 2026, 40% pelanggan punya koneksi berbagi aktif; 3.678 listing Marketplace (katalog data/aplikasi), naik 21% YoY (year-over-year: dibanding tahun lalu).

    Laporan Snowflake Q4 FY2026

    Hasil Q4 FY2026 Snowflake pada 25 Februari 2026 melampaui perkiraan di hampir semua sisi. Saham naik lebih dari 5% di perdagangan setelah jam bursa (after hours: perdagangan di luar jam normal), mencerminkan optimisme baru, mengingat besarnya tekanan dan keraguan sebelumnya saat persaingan AI dipertanyakan.

    Poin-poin penting laba dan pertumbuhan:

    • Margin operasi non-GAAP mencapai 10,5%—naik 400+ bps YoY (bps/basis point: 1 bps = 0,01%)
    • Proyeksi margin FY2027 dinaikkan ke 12,5% (guidance: perkiraan resmi dari perusahaan)
    • Kompensasi berbasis saham (pembayaran karyawan berupa saham) turun jelas
    • Cerita “disiplin keuangan” mulai terlihat hasilnya
    • Lebih banyak pelanggan baru dan belanja pelanggan meningkat, termasuk kontribusi belanja US$10 juta
    • Fokus tetap pada ketatnya operasi (operational rigor: pengelolaan biaya, proses, dan eksekusi) untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang

    Sumber: Snowflake Investor Relations — Rilis Laba Q4 & Full Year FY2026

    Metrik yang paling diperhatikan adalah Remaining Performance Obligations (RPO: nilai kontrak pendapatan yang sudah dipesan tetapi belum diakui sebagai pendapatan). Ini menunjukkan perusahaan-perusahaan meneken komitmen yang lebih besar dan lebih panjang, banyak didorong oleh beban kerja AI (AI workloads: pekerjaan komputasi untuk melatih/menjalankan AI).

    Source: Reuters & Yahoo Finance — Laba Snowflake Q4 FY2026, 25 Februari 2026

    Laporan Snowflake menyoroti kerja sama yang diperluas dengan Anthropic, Google Cloud, dan OpenAI, menegaskan perannya dalam persaingan AI. Laporan itu juga mendukung kabar kontrak besar lebih dari US$400 juta dengan mitra yang belum disebutkan.

    Inovasi yang Menjanjikan pada Platform dan Perangkat Lunak

    Snowflake sedang berevolusi. Yang awalnya solusi gudang data kini cepat menjadi lapisan tempat perusahaan menjalankan agen AI dan alur kerja (workflows: rangkaian proses kerja otomatis). Snowflake Intelligence dan Cortex Code menjadi produk utama. Keduanya membantu pengembang membuat aplikasi AI untuk produksi (production: dipakai nyata oleh pengguna/bisnis) langsung di lingkungan data Snowflake yang terkelola, sehingga tidak perlu merangkai banyak alat yang membuat proses rumit dan berisiko.

    Snowflake di Tengah Lanskap Teknologi dan AI

    Snowflake berada di bagian mana dalam alur AI?

    Untuk memahami nilai strategis Snowflake, bayangkan susunan lengkap AI (AI stack: lapisan teknologi dari bawah ke atas).

    Setiap aplikasi AI melewati rantai pendukung berikut:

    Snowflake berada di lapisan ketiga, di antara infrastruktur cloud dan model AI yang memakainya. Tanpa data perusahaan yang bersih, mudah diakses, dan diatur dengan baik (well-governed: ada aturan akses, kualitas, audit, dan keamanan), model AI akan menghasilkan keluaran yang tidak andal. SNOW menyelesaikan masalah ini. Snowflake tidak membuat model; Snowflake membuat model bisa dipakai dalam skala perusahaan.

    Snowflake dan Para Inovator dalam Susunan AI

    Snowflake punya posisi yang unik di dunia AI dan cloud, tetapi lajunya bisa dipengaruhi pemain lain, terutama raksasa cloud lama dan perusahaan AI yang lebih khusus. Karena itu, kita bahas bagaimana Snowflake menghadapi tantangan dan peluang yang khas.

    Raksasa Cloud: Peluang Pertumbuhan di Tengah Persaingan

    Snowflake berjalan di atas infrastruktur cloud dari pesaing terkuatnya. Jadi pertumbuhannya terkait dengan pusat data (data center) para pemain cloud besar yang memasok daya komputasi untuk platform Snowflake. Posisi ini cenderung bertahan lama.

    Raksasa CloudProduk Data MerekaHubungan dengan SNOW
    Amazon (AWS)Amazon RedshiftSNOW berjalan di AWS; Redshift pesaing langsung
    Google (GCP)BigQuerySNOW berjalan di GCP; BigQuery bersaing untuk beban kerja yang sama
    Microsoft (Azure)Azure Synapse AnalyticsSNOW berjalan di Azure; Synapse membidik pembeli perusahaan yang sama
    Oracle (ORCL)Oracle Autonomous DatabaseBersaing di database perusahaan lama yang pindah ke cloud untuk AI

    Karena itu, pertumbuhan Snowflake sebagian bergantung pada ekspansi pusat data cloud—namun Snowflake juga bersaing dengan mereka untuk belanja TI perusahaan (wallet share: porsi anggaran yang dibelanjakan ke suatu vendor).

    Meski bergantung pada infrastruktur mereka, kemampuan Snowflake dalam tata kelola data (data governance: aturan kualitas, akses, dan keamanan data) dan kemudahan integrasi (menghubungkan sistem) membuatnya kuat di lanskap AI yang berubah cepat.

    • Netral terhadap cloud: Snowflake dapat berjalan secara native (terintegrasi langsung) di semua raksasa cloud, memberi fleksibilitas yang sulit ditandingi satu penyedia cloud.
    • Menghindari “terkunci vendor”: Banyak perusahaan besar enggan menaruh semua operasi data pada satu hyperscaler (penyedia cloud skala raksasa). Snowflake menjadi pilihan netral dan independen.
    • Fokus utama: Berbeda dengan Microsoft atau Google, bisnis Snowflake fokus pada lapisan platform data dan AI. Fokus ini biasanya membuat pengembangan fitur lebih cepat dan lebih dalam.

    Platformnya yang tidak bergantung satu cloud (cloud-agnostic) dapat dipakai di banyak lingkungan, menjadi dasar yang kuat untuk penggunaan AI apa pun penyedia modelnya, dan berpeluang merebut pangsa pasar.

    Bagi trader CFD Shares (CFD: kontrak untuk memperdagangkan selisih harga tanpa memiliki saham), raksasa cloud cenderung lebih stabil namun pergerakan harganya biasanya tidak “tajam”, karena bisnisnya besar dan beragam.

    SNOW, sebagai platform data yang fokus, lebih “peka” terhadap siklus adopsi AI di perusahaan. Artinya, peluang pergerakan harga juga bisa lebih besar.

    Snowflake vs Datadog: Data Inti vs Pemantauan dalam Alur AI

    Untuk perusahaan yang lebih khusus, memahami bedanya membantu Anda melihat siapa yang diuntungkan oleh tren inovasi AI yang berbeda. Analis sering membandingkan Snowflake dengan Datadog dalam infrastruktur data dan AI, tetapi perannya berbeda:

    DimensiSnowflake (SNOW)Datadog (DDOG)
    Peran UtamaPembangun platform data intiLapisan observability & monitoring (pemantauan kesehatan sistem)
    Kegunaan UtamaMenyimpan, mencari (query), dan berbagi data perusahaanMemantau kinerja aplikasi cloud & infrastruktur
    Kaitan dengan AIMenjadi tempat data untuk melatih/menjalankan AI dan mengatur aksesnyaMemantau performa dan keandalan model AI
    Model PendapatanBerdasarkan pemakaian (consumption-based: sesuai penggunaan data/komputasi)Gabungan berlangganan + berbasis pemakaian
    Posisi di SusunanLapisan data (sebelum AI)Lapisan pendukung (melintasi banyak lapisan)

    Intinya, SNOW membangun fondasi data; DDOG memantau apa yang berjalan di atasnya. Dalam alur AI, Snowflake adalah tulang punggung data, sementara Datadog membantu memastikan alurnya tidak rusak tanpa terlihat.

    Bagi trader, perbedaan ini penting: pendapatan SNOW lebih langsung terkait volume dan kerumitan beban kerja AI, sedangkan pendapatan DDOG lebih terkait jumlah dan luasnya sistem cloud yang dipantau.

    Saham yang Menarik untuk Peluang

    Cerita investasi AI adalah soal rantai: chip menyediakan daya komputasi, cloud menjadi tempat menjalankannya, platform data mengatur input, dan model AI memakai hasilnya. Snowflake berada di titik temu cloud dan data, mengubah informasi perusahaan menjadi data yang siap dipakai model AI. Dengan laba Q4 2025 yang kuat, pergeseran Snowflake ke AI tidak lagi sekadar rencana—ini terlihat pada metrik pemakaian (consumption metrics: ukuran penggunaan layanan yang dipakai pelanggan).

    Untuk mempertimbangkan risiko: jika kondisi ekonomi melemah atau anggaran transformasi digital (digital transformation: modernisasi sistem/proses bisnis dengan teknologi) tertunda, beban kerja AI bisa tumbuh lebih lambat. Karena Snowflake memakai model berbasis pemakaian, penurunan penggunaan akan langsung menekan pertumbuhan pendapatan. Trader juga bisa memantau tekanan margin (margin pressure: laba tertekan) jika biaya naik karena beban kerja AI makin “berat”.

    Terlepas dari permintaan AI makin cepat atau justru terhambat kondisi ekonomi, Snowflake tetap pemain penting dalam siklus AI. Perusahaan seperti ini layak dipantau. Bagi trader, SNOW punya potensi pertumbuhan, tetapi juga tantangan profitabilitas (kemampuan menghasilkan laba). Dibanding raksasa teknologi, SNOW bisa terlihat lebih kecil, namun pergerakannya sering lebih besar—sesuatu yang dicari trader aktif.

    Di VT Markets, SNOW tersedia sebagai CFD Share untuk memperdagangkan pergerakan harga tanpa memiliki saham.

    Pertanyaan Singkat

    • Snowflake itu perusahaan jenis apa?

      Snowflake adalah platform data berbasis cloud, bukan perusahaan AI. Snowflake membantu AI dengan menyediakan data yang bersih dan terkelola (governed: ada aturan akses/keamanan) untuk melatih dan menjalankan model AI.
    • Bagaimana Snowflake terhubung ke ekosistem AI?

      Snowflake masuk ke susunan AI dengan mengelola dan memusatkan data agar bisa diakses model AI. Snowflake juga bisa dihubungkan dengan alat AI lain supaya aliran data lancar.
    • Apa hubungan AI, teknologi, dan data?

      AI membutuhkan data untuk melatih model dan teknologi untuk memproses data. Gabungan infrastruktur data dan daya komputasi penting agar AI bekerja. Hubungannya saling bergantung: chip, cloud, data, AI, lalu aplikasi.
    • Apakah aset VT Markets bisa dipakai untuk membangun susunan AI?

      Platform data, API (penghubung sistem agar aplikasi bisa saling bertukar data), dan informasi pasar real-time (data langsung) dari VT Markets bisa dipakai untuk membangun susunan AI untuk tugas seperti trading otomatis dan pemodelan prediksi (predictive modelling: membuat perkiraan berbasis data). Intinya: mengumpulkan data bersih dan real-time, memprosesnya dengan algoritma AI (langkah perhitungan/aturan dalam program), lalu memakai hasilnya untuk keputusan trading. Data dari saham, komoditas, dan kripto dapat dipakai untuk melatih model dan mengoptimalkan strategi trading.
    • Mengapa CFD Snowflake bisa jadi peluang trading?

      Trading CFD Snowflake memungkinkan investor memanfaatkan pertumbuhan layanan data berbasis cloud, terutama saat adopsi AI meningkat, tanpa perlu memiliki saham. Saat kebutuhan platform data cloud naik (mis. karena AI, machine learning/pembelajaran mesin, dan analitik big data/data sangat besar), Snowflake berpeluang diuntungkan.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code