Live Updates

    14 April 2026
    Di tengah kekhawatiran geopolitik, NZD/USD naik menuju 0,5880, didorong terutama oleh pelemahan Dolar AS secara luas

    NZD/USD kembali mendekati 0,5880, didorong pelemahan dolar meski tensi Iran–AS memanas. Pasar fokus inflasi AS melandai dan peluang cut The Fed, sementara RBNZ bertahan 5,5%—opsi call murah mengincar 0,6200.

    14 April 2026
    Seiring sentimen membaik, EUR/USD naik ke 1,1757 sementara Indeks Dolar AS turun ke 98,36

    Euro menguat: EUR/USD naik 0,32% mendekati 1,1800 saat DXY jatuh enam pekan, didorong sentimen risiko dan isu Hormuz. Namun pasar beralih ke divergensi The Fed hawkish vs ECB dovish.

    14 April 2026
    HSBC Asset Management: Saham Teknologi China Tetap Jadi Fokus, Chinext Terdongkrak Manufaktur, Energi Hijau, dan Semikonduktor

    Meski geopolitik Timur Tengah memanas, HSBC AM menilai saham teknologi China tetap primadona. ChiNext “Nasdaq China” naik YTD 4%, ditopang chip/AI. Volatilitas turun, opsi call, cash-secured put, bull spread menarik.

    14 April 2026
    Harga minyak mentah naik dan dolar AS melemah, mendorong USD/CAD turun di bawah 1,3800 seiring menguatnya dolar Kanada

    Loonie menyalip greenback: USD/CAD melemah ke 1,3790 seiring minyak menguat dan dolar AS tertekan. WTI sempat lonjak karena isu Hormuz, sementara pasar menanti PPI AS dan arah BoC/Fed.

    14 April 2026
    OCBC Menilai Mata Uang Asia, Beta Mata Uang Negara Pengimpor Minyak Melemah seiring Gejolak Geopolitik Mengangkat Harga Minyak dan Dolar; Arus di Selat Hormuz Meredakan Risiko

    Waspada pembukaan pekan: OCBC prediksi mata uang Asia melemah dipicu risiko geopolitik, minyak menguat, dan dolar diburu. KRW/THB/PHP/INR paling rentan; CNH/SGD lebih tahan. AUD diunggulkan vs EUR.

    14 April 2026
    OCBC Menilai Mata Uang Asia, Beta Mata Uang Negara Pengimpor Minyak Melemah seiring Gejolak Geopolitik Mengangkat Harga Minyak dan Dolar; Arus di Selat Hormuz Meredakan Risiko

    Waspada pembukaan pekan: OCBC prediksi mata uang Asia melemah dipicu risiko geopolitik, minyak menguat, dan dolar diburu. KRW/THB/PHP/INR paling rentan; CNH/SGD lebih tahan. AUD diunggulkan vs EUR.

    14 April 2026
    Ekonom DBS Philip Wee memperkirakan MAS akan membatalkan pelonggaran sebelumnya, mengembalikan pita kebijakan SGD NEER menuju normalisasi

    Siap-siap SGD menguat? DBS menilai MAS bakal membalik pelonggaran, menormalkan pita SGD NEER usai guncangan energi Hormuz, inflasi diproyeksi naik, dan volatilitas meroket pasca gagalnya KTT Islamabad.

    14 April 2026
    Saat harga minyak naik, emas terkoreksi, memicu kekhawatiran inflasi dan membuat bank sentral tetap berhati-hati memangkas suku bunga

    Waspada! Emas XAU/USD turun 0,2% ke $4.734, dibayangi lonjakan minyak, risiko Hormuz, dan inflasi AS. Dolar melemah, yield turun. Level kunci: support $4.660–$4.700, resistance $4.750–$4.800.

    14 April 2026
    Meski kekhawatiran risk-off meningkat setelah perundingan Iran–AS gagal dan muncul laporan penutupan Selat Hormuz, dolar AS melemah

    Waspada! DXY melemah usai isu Hormuz, namun minat safe haven turun. EUR/USD dan GBP/USD menguat, USD/JPY turun. WTI dan emas stabil. Fokus pasar beralih ke data global, Fed “higher for longer”, serta opsi.

    14 April 2026
    Thu Lan Nguyen dari Commerzbank menilai rencana Iran mengenakan tarif Selat Renminbi kecil kemungkinan akan mengubah perdagangan energi

    Rencana Iran mematok tol Selat Hormuz dalam yuan lebih sinyal politik ketimbang game changer. Dedolarisasi tetap lambat: RMB >5%, dolar ~57%. Fokus pasar: risiko geopolitik, volatilitas USD/CNH, serta opsi call Brent/WTI.

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code