Jane Foley dari Rabobank mengatakan bahwa likuiditas dan penggunaan global seharusnya mempertahankan peran Dolar sebagai mata uang “safe haven” saat krisis, di tengah meningkatnya permintaan terhadap CHF dan JPY.

Riset Rabobank mengatakan dolar AS mungkin akan tetap berperan sebagai aset aman saat krisis, meskipun statusnya dipertanyakan. Laporan itu menyoroti likuiditas yang tidak tertandingi pada obligasi pemerintah AS (US Treasuries, yaitu surat utang negara AS yang mudah dibeli/dijual) dan penggunaan dolar yang luas dalam transaksi global. Laporan tersebut menyebut franc Swiss mempertahankan ciri-ciri aset aman tradisional. Ini dikaitkan dengan keuangan publik yang kuat serta surplus anggaran dan surplus neraca berjalan (current account, yaitu selisih arus uang masuk-keluar dari perdagangan dan pendapatan luar negeri).

Likuiditas Dolar Dan Permintaan Saat Krisis

Laporan itu menambahkan yen Jepang mungkin bertahan lebih baik daripada beberapa mata uang G10 (kelompok 10 mata uang utama dari negara maju) saat tekanan pasar ekstrem. Ini terkait dengan posisi neraca berjalan Jepang dan kebiasaan penabung domestik menarik dana kembali ke dalam negeri (repatriasi dana, yaitu memulangkan uang/ investasi dari luar negeri ke negara asal). Artikel ini mencatat dibuat dengan bantuan alat kecerdasan buatan (AI, yaitu sistem komputer yang membantu menghasilkan teks) dan ditinjau oleh editor.

Penempatan Posisi Opsi Untuk Pasar Risk-Off

Franc Swiss bertindak seperti aset aman “standar”, didukung laporan kuartal 4 2025 Swiss yang menunjukkan surplus neraca berjalan di atas 7% dari PDB (GDP, ukuran total nilai produksi ekonomi). Kekuatan dasar ini membuat pembelian call CHF (opsi beli, yaitu kontrak yang memberi hak—bukan kewajiban—untuk membeli pada harga tertentu) terhadap mata uang yang sensitif terhadap risiko seperti dolar Australia menjadi strategi yang masuk akal. Pada awal 2025, pasangan seperti ini berkinerja sangat baik saat sektor perbankan bergejolak. Yen Jepang menjadi menarik saat stres ekstrem, didorong repatriasi dana oleh penabung domestik. Dengan indeks VIX (indikator “ketakutan” pasar/ perkiraan volatilitas) bertahan di atas 22, pelaku pasar dapat melihat posisi long yen (posisi beli, yaitu diuntungkan jika yen menguat) sebagai lindung nilai tail-risk (risiko kejadian ekstrem yang jarang tetapi berdampak besar) terhadap penurunan pasar yang lebih tajam. Data Januari 2026 sudah menunjukkan arus masuk bersih investasi portofolio kembali ke Jepang, menandakan tren ini mungkin mulai muncul.

Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

Pengangguran Austria turun menjadi 357,5 ribu, dari sebelumnya 379,8 ribu, pada Februari menurut data terbaru.

Jumlah pengangguran Austria adalah 357,5 ribu pada Februari. Ini dibandingkan dengan 379,8 ribu pada periode sebelumnya. Penurunan pengangguran pada Februari menjadi 357,5 ribu adalah kejutan positif yang besar bagi ekonomi Austria. Data ini menunjukkan pasar tenaga kerja (kondisi ketersediaan pekerjaan dan jumlah orang yang bekerja) lebih kuat daripada perkiraan kami, sehingga mengarah pada permintaan konsumen (belanja rumah tangga) yang lebih kuat ke depan. Karena itu, kita perlu mempertimbangkan membeli opsi call (kontrak yang memberi hak untuk membeli aset pada harga tertentu sebelum tanggal tertentu) pada indeks ATX (indeks saham utama Austria), karena laba perusahaan bisa melampaui perkiraan. Laporan ini kemungkinan akan menarik perhatian Bank Sentral Eropa/ECB (lembaga yang mengatur kebijakan suku bunga di zona euro), sehingga mereka lebih ragu untuk mempertimbangkan pemotongan suku bunga pada kuartal kedua. Mengingat inflasi inti Zona Euro (inflasi tanpa komponen yang paling mudah bergejolak seperti energi dan makanan) terbukti sulit turun sepanjang 2025, bertahan di sekitar 2,7%, angka ketenagakerjaan yang kuat menambah tekanan hawkish (dorongan untuk menjaga suku bunga tetap tinggi atau menaikkannya). Ini mendukung pandangan positif pada Euro, sehingga opsi call EUR/USD (hak untuk mengambil posisi yang untung jika euro menguat terhadap dolar AS) menjadi strategi yang menarik untuk beberapa minggu ke depan. Ekspektasi pasar untuk pemotongan suku bunga ECB pada pertengahan tahun, yang sebelumnya meningkat, kemungkinan akan mundur. Kita ingat bagaimana data PMI Jerman (Purchasing Managers’ Index/indeks aktivitas bisnis) yang sangat kuat pada akhir 2025 menunda sentimen dovish (harapan suku bunga turun), dan ini bisa memberi dampak serupa. Akibatnya, kita perlu mempertimbangkan menjual kontrak berjangka Euribor bulan terdepan (kontrak yang mencerminkan perkiraan suku bunga jangka pendek euro untuk waktu dekat) untuk mengambil posisi bahwa suku bunga jangka pendek tetap tinggi lebih lama.

Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

Persetujuan hipotek di Inggris mencapai total 60 ribu, di bawah perkiraan 62 ribu, yang menunjukkan aktivitas penyaluran kredit yang lebih lemah dari perkiraan pada bulan Januari.

Persetujuan hipotek (pinjaman rumah) di Inggris berjumlah 60 ribu pada Januari. Angka ini di bawah perkiraan 62 ribu. Angka persetujuan hipotek Januari sebesar 60.000, yang lebih rendah dari perkiraan, menegaskan tren perlambatan di pasar perumahan Inggris. Data ini menunjukkan biaya pinjaman yang lebih tinggi (bunga dan biaya kredit) masih menekan permintaan konsumen lebih besar dari yang diperkirakan. Bagi kami, ini menjadi sinyal jelas bahwa aktivitas ekonomi dalam negeri melemah menjelang kuartal pertama.

Implikasi Untuk Pound Sterling Dan Penempatan Posisi

Kelemahan ekonomi ini memberi tekanan turun pada Pound Inggris (Sterling). Karena itu, kita perlu mempertimbangkan strategi yang diuntungkan saat GBP melemah, terutama terhadap mata uang seperti Dolar AS, yang prospek ekonominya terlihat lebih kuat. Pelemahan nilai tukar GBP/USD (kurs Pound terhadap Dolar AS) kini lebih mungkin terjadi dibanding bulan lalu. Bank of England (bank sentral Inggris) akan mencermati data ini, karena memperkuat alasan untuk menurunkan suku bunga lebih cepat. Derivatif (produk keuangan turunan, nilainya mengikuti acuan tertentu) yang terkait dengan suku bunga SONIA (rata-rata suku bunga pinjaman semalam di Inggris, sering jadi acuan pasar) perlu dipantau, karena pasar bisa mulai memasukkan perkiraan sikap yang lebih dovish (lebih cenderung menurunkan suku bunga/lebih longgar) dari bank sentral lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Ini bisa berarti mengambil posisi untuk mendapat manfaat dari penurunan suku bunga jangka pendek dalam beberapa bulan ke depan. Data perumahan ini tidak berdiri sendiri; laporan terbaru mendukung pandangan hati-hati ini. Indeks Harga Rumah Nationwide terbaru untuk Februari 2026 menunjukkan penurunan harga 1,5% dibanding setahun sebelumnya, menegaskan lemahnya pergerakan pasar. Dengan inflasi kini berada di sekitar 2,5%, tekanan pada Bank of England untuk mendorong pertumbuhan, bukan fokus menekan inflasi, semakin besar. Melihat ke belakang dari sudut pandang 2025, kami memantau dampak penuh dari siklus kenaikan suku bunga agresif yang mencapai puncaknya pada akhir 2023. Sepanjang 2024 dan 2025, suku bunga tinggi itu perlahan memengaruhi ekonomi. Kini, awal 2026, angka perumahan ini menunjukkan perlambatan ekonomi yang dituju sudah benar-benar terjadi.

Saham Dan Sudut Pandang Lindung Nilai

Sebagai respons, kita bisa mempertimbangkan menjual (shorting, yaitu mengambil posisi untung saat harga turun) saham yang fokus pada Inggris, karena paling sensitif terhadap kondisi konsumen domestik. Sektor seperti pengembang perumahan dan ritel sangat rentan, sehingga opsi jual (put options, kontrak yang memberi hak menjual pada harga tertentu dan biasanya untung saat harga turun) pada indeks FTSE 250 menjadi lindung nilai (hedge, strategi untuk mengurangi risiko) atau posisi spekulatif yang menarik. Indeks ini memiliki porsi perusahaan domestik Inggris yang jauh lebih besar dibanding FTSE 100 yang lebih internasional.

Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

Setelah kenaikan 0,3% sebelumnya, jumlah uang beredar M4 Inggris turun 0,1% secara bulanan pada Januari.

Pasokan uang M4 Inggris turun 0,1% dibanding bulan sebelumnya pada Januari. Ini turun dari kenaikan 0,3% pada bulan sebelumnya. *Pasokan uang M4 = ukuran luas jumlah uang dalam perekonomian (uang tunai dan simpanan bank), sering dipakai untuk melihat seberapa longgar/ketat kondisi uang.* Data M4 Januari yang menunjukkan penyusutan 0,1% adalah tanda peringatan jelas bagi ekonomi Inggris. *Penyusutan/kontraksi = jumlahnya mengecil.* Pengetatan kondisi keuangan ini mengarah pada pertumbuhan yang melambat dan menjadi sinyal kuat *disinflasi* (tekanan inflasi melemah). Kita perlu bersikap lebih hati-hati dalam beberapa minggu ke depan.

Implikasi Untuk Kebijakan Dan Suku Bunga

Perkembangan ini membuat kenaikan suku bunga Bank of England (BoE) menjadi lebih kecil kemungkinannya, dan membuat pemotongan suku bunga berpotensi terjadi pada paruh akhir tahun ini. Karena itu, kita bisa mempertimbangkan membeli *futures* SONIA, yang bisa diuntungkan ketika ekspektasi suku bunga turun. *Futures = kontrak untuk membeli/menjual di harga tertentu pada waktu tertentu; SONIA = suku bunga acuan harian Inggris.* Situasi ini mirip perlambatan pasokan uang yang terlihat pada akhir 2024, yang kemudian membuat pasar menghapus perkiraan kenaikan suku bunga pada awal 2025. Bank sentral yang lebih *dovish* (lebih cenderung menurunkan/menahan suku bunga demi mendukung ekonomi) dan ekonomi yang melemah biasanya berdampak negatif untuk Pound Inggris. Ada peluang pada pembelian *opsi put* GBP/USD, yaitu bertaruh nilai pound turun. *Opsi put = hak (bukan kewajiban) untuk menjual di harga tertentu; biasanya dipakai untuk untung saat harga turun atau untuk perlindungan.* Data terbaru CME Group menunjukkan posisi bersih spekulan (*speculative net positions* = selisih total posisi beli dan jual pelaku spekulatif) pada GBP sudah turun 8% pada minggu terakhir Februari 2026, menandakan sentimen ini mulai terbentuk. Perlambatan pertumbuhan kredit langsung memengaruhi kesehatan perusahaan, terutama perusahaan yang bisnisnya fokus di Inggris. Lebih bijak membangun posisi *bearish* (berspekulasi harga turun) pada indeks FTSE 250, yang lebih sensitif terhadap ekonomi domestik dibanding FTSE 100 yang lebih global. *Protective puts* (opsi put untuk melindungi nilai saat pasar turun) atau menjual *futures* FTSE 250 bisa menjadi *hedge* (pelindung risiko) terhadap potensi penurunan saham Inggris. Ketidakpastian akibat penyusutan uang ini dapat meningkatkan volatilitas pasar. Mengingat inflasi jasa Inggris masih tinggi 5,2% pada pembacaan terakhir tahun 2025, BoE berada dalam posisi sulit. Kita bisa meninjau strategi opsi yang diuntungkan dari pergerakan harga tajam, seperti *long straddle* pada aset utama Inggris. *Long straddle = membeli opsi call dan put sekaligus di harga & tanggal jatuh tempo yang sama, untuk diuntungkan bila harga bergerak besar ke atas atau ke bawah.*

Volatilitas Dan Penempatan Lintas Aset

Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

PMI Manufaktur S&P Global Inggris berada di bawah perkiraan 52, tercatat 51,7, mengindikasikan pertumbuhan pabrik yang lebih lemah.

Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) Manufaktur UK dari S&P Global untuk Februari adalah 51,7. Perkiraan pasar adalah 52. Angka di atas 50 menunjukkan kegiatan manufaktur bertumbuh. Angka di bawah 50 menunjukkan kegiatan manufaktur menyusut.

Pertumbuhan Manufaktur Lebih Lambat Menandakan Dorongan Ekonomi Melemah

Karena sektor manufaktur UK tumbuh lebih lambat dari perkiraan, ini menjadi tanda dorongan ekonomi melemah. Selisih kecil dari perkiraan ini menunjukkan pemulihan bisa lebih rapuh dari yang terlihat. Trader perlu menyesuaikan strategi karena ada peluang perlambatan pertumbuhan dalam waktu dekat. Data ini meningkatkan kemungkinan turunnya saham UK, sehingga opsi put pelindung pada indeks FTSE 100 menjadi lebih menarik. (Opsi put adalah kontrak yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu; “pelindung” berarti untuk mengurangi risiko rugi.) Indeks ini sulit bertahan di atas 8050, dan laporan ini bisa memicu pengujian ulang area dukungan yang lebih rendah seperti awal tahun. (Area dukungan adalah kisaran harga yang sering menahan penurunan.) Kami menilai membeli put out-of-the-money untuk jatuh tempo April bisa menjadi lindung nilai yang hemat biaya terhadap kemungkinan koreksi. (“Out-of-the-money” berarti harga kesepakatan opsi belum menguntungkan jika dilakukan sekarang, sehingga biasanya lebih murah.) Untuk trader mata uang, ini menekan Pound Sterling, apalagi data inflasi CPI Januari masih tinggi di 3,2%. (CPI adalah indeks harga konsumen, ukuran umum inflasi.) Bank of England kini terjepit antara menahan inflasi dan mendukung ekonomi yang melambat, kondisi yang biasanya melemahkan mata uang. Kami melihat peluang lebih besar untuk mengambil posisi jual pada kontrak berjangka GBP/USD atau membeli put pada pasangan tersebut, yang saat ini berada di sekitar 1,25. (Kontrak berjangka/futures adalah perjanjian jual-beli di masa depan pada harga yang disepakati.)

Perkiraan Suku Bunga Bisa Dinilai Ulang Untuk 2026

Kekurangan hasil manufaktur dari perkiraan ini bisa membuat pasar menilai ulang perkiraan suku bunga Bank of England untuk paruh kedua 2026. Ini membuat posisi di futures SONIA—bertaruh bahwa pemotongan suku bunga mungkin terjadi lebih cepat dari perkiraan—menjadi strategi yang menarik. (SONIA adalah suku bunga acuan pinjaman semalam di Inggris; futures SONIA adalah kontrak yang harganya bergerak mengikuti perkiraan suku bunga tersebut.) Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

Lee Hardman dari MUFG mengatakan Brent sempat menembus $82, lalu turun di bawah $80 di tengah kekhawatiran pasokan di Selat Hormuz.

Brent naik ke USD 82,37 semalam sebelum turun lagi ke bawah USD 80 per barel, saat pelaku pasar menimbang risiko terganggunya pasokan minyak di Timur Tengah. Pergerakan ini menambah *risk premium* (tambahan harga karena risiko) pada harga. Bloomberg melaporkan lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz sebagian besar terhenti, karena jeda yang dilakukan sendiri oleh pemilik kapal dan pedagang. Kapal-kapal tanker menumpuk di luar jalur tersebut sementara perusahaan mencari informasi yang lebih jelas soal keamanan.

Risiko Pasokan Selat Hormuz

Selat Hormuz adalah titik sempit yang sangat penting (*chokepoint*, yaitu jalur sempit yang jika terganggu bisa menghambat arus barang), karena sekitar seperlima minyak dunia dan gas alam cair (*LNG*, gas yang didinginkan sampai menjadi cair agar mudah diangkut) biasanya lewat setiap hari. Gangguan yang berlanjut meningkatkan kekhawatiran soal pasokan energi global. Harga minyak diperkirakan tetap membawa *risk premium* geopolitik (tambahan harga karena risiko konflik antarnegara) untuk beberapa waktu ke depan. Tekanan harga lebih lanjut bisa memengaruhi kondisi ekonomi luas (*makro*, gambaran ekonomi secara keseluruhan), dengan dampak yang kemungkinan paling terasa di Asia dan Eropa. Penyebab utamanya adalah hampir berhentinya lalu lintas tanker melalui Selat Hormuz, titik sempit yang sangat penting bagi ekonomi dunia. Lebih dari 21 juta barel minyak, sekitar seperlima dari pasokan harian dunia, biasanya melewati jalur air ini. Jeda dari pemilik kapal menciptakan ketidakpastian besar pada pasokan fisik (pasokan nyata minyak, bukan sekadar transaksi di kertas) dan mendorong pembelian spekulatif (pembelian untuk mencari untung dari perubahan harga).

Strategi Opsi untuk Volatilitas

Dengan ketidakpastian yang meningkat, pedagang bisa mempertimbangkan membeli opsi (kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual pada harga tertentu) untuk memanfaatkan naiknya volatilitas (harga naik-turun tajam). Volatilitas tersirat (*implied volatility*, perkiraan pasar tentang besar kecilnya pergerakan harga ke depan yang tercermin dari harga opsi) pada kontrak Brent dan WTI (patokan harga minyak AS) naik, mencerminkan ekspektasi pasar akan perubahan harga yang tajam. Memiliki opsi memungkinkan keuntungan dari pergerakan harga besar sambil membatasi risiko turun. Bagi yang memandang harga akan naik (*bullish*, perkiraan harga cenderung naik), membeli *call option* (opsi untuk membeli pada harga tertentu) atau membuat *bull call spread* (strategi membeli call dan menjual call lain pada strike lebih tinggi untuk menekan biaya) memberi cara langsung untuk memanfaatkan potensi lonjakan harga. Ini lebih hemat modal dibanding menahan kontrak *futures* (kontrak berjangka untuk membeli/menjual di masa depan), terutama karena penurunan ketegangan mendadak bisa menghapus *risk premium* secepat kemunculannya. Kita perlu siap jika harga melonjak bila situasi memburuk. Kita bisa melihat kembali serangan drone ke fasilitas minyak Saudi pada 2019 untuk memahami betapa rapuhnya rantai pasok. Kejadian itu membuat *Brent futures* (kontrak berjangka Brent) melonjak hampir 20% dalam satu sesi. Situasi Selat Hormuz saat ini berpotensi berdampak lebih besar pada harga global. Untuk portofolio yang terpapar biaya energi, seperti sektor transportasi atau industri, ini waktu penting untuk *hedging* (lindung nilai, yaitu mengurangi risiko kerugian akibat perubahan harga). Membeli *futures* atau *call option* bisa melindungi dari pergerakan mendadak menuju USD 90 atau bahkan USD 100 per barel. Biaya “asuransi” ini kemungkinan jauh lebih kecil daripada potensi kerugian jika tidak dilindungi. Dampak ekonomi luas akan paling terasa di Asia dan Eropa, yang sangat bergantung pada pengiriman ini. Kita perlu memantau pelemahan ekonomi importir besar seperti China, Jepang, dan India. Ini bisa membuka peluang transaksi lanjutan pada mata uang dan pasar saham mereka saat menghadapi biaya energi yang lebih tinggi.

Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

PMI Manufaktur S&P Global Yunani naik menjadi 54,4 dari 54,2, yang menunjukkan kondisi manufaktur yang lebih kuat.

PMI (Indeks Manajer Pembelian, yaitu survei untuk mengukur kondisi industri/manufaktur) Manufaktur S&P Global Yunani naik menjadi 54,4 pada Februari dari 54,2 pada bulan sebelumnya. Angka di atas 50 menunjukkan perbaikan kondisi manufaktur, sedangkan angka di bawah 50 menunjukkan penurunan.

Ekspansi Manufaktur Yunani Makin Cepat

Data manufaktur terbaru untuk Yunani menunjukkan ekspansi yang makin cepat, dengan indeks naik ke 54,4 pada Februari. Ini menandakan kekuatan ekonomi Yunani yang mungkin belum sepenuhnya tercermin dalam harga pasar. Ini bisa dilihat sebagai sinyal positif bagi laba perusahaan dan total output ekonomi pada kuartal pertama 2026. Kinerja Yunani ini makin menonjol jika dibandingkan dengan Zona Euro secara umum, di mana indeks manufaktur masih berada di bawah ambang 50 poin (batas antara ekspansi dan kontraksi), terakhir dilaporkan 48,9. Ini melanjutkan tren sepanjang 2025, ketika PDB (Produk Domestik Bruto, yaitu total nilai produksi barang dan jasa) Yunani diperkirakan tumbuh 2,5%, jauh lebih cepat daripada pertumbuhan 0,8% di kawasan mata uang tersebut. Data ini menguatkan alasan untuk strategi nilai relatif (relative value trade, yaitu strategi membandingkan dua aset/negara: membeli yang dinilai lebih kuat dan menjual yang dinilai lebih lemah): long Yunani (membeli) dan short Zona Euro (menjual). Karena itu, kita dapat mempertimbangkan menambah posisi long pada kontrak futures (kontrak berjangka, yaitu perjanjian jual-beli di harga tertentu untuk tanggal mendatang) atas Athens Stock Exchange General Index (ASE). Indeks ini naik kuat lebih dari 15% pada 2025, dan kekuatan manufaktur ini menunjukkan dukungan dasar (fundamental) untuk kenaikan itu masih ada. Data terbaru ini bisa menjadi pendorong (tailwind, faktor yang membantu pergerakan) bagi saham Yunani dalam beberapa minggu ke depan. Bagi yang memperdagangkan opsi (kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual), membeli call option (opsi beli, yaitu hak untuk membeli di harga tertentu) pada saham industri dan perbankan Yunani yang besar terlihat menarik. Volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan besarnya naik-turun harga yang tercermin dalam harga opsi) bisa naik karena berita ini, tetapi sinyal arahnya cukup jelas untuk mendukung posisi yang mengincar kenaikan lanjutan. Kita melihat pendapatan pariwisata pada musim panas 2025 melampaui perkiraan, dan laporan manufaktur yang kuat ini menunjukkan pemulihan yang lebih luas.

Dampak bagi Suku Bunga dan Kredit Yunani

Momentum ekonomi yang positif ini juga memperkuat stabilitas utang pemerintah Yunani. Kita sudah melihat spread (selisih imbal hasil) antara obligasi pemerintah 10 tahun Yunani dan Jerman menyempit sepanjang 2025, berada dekat 110 basis poin (basis poin = 0,01%). Laporan terbaru ini dapat menekan lebih lanjut imbal hasil (yield, tingkat hasil) obligasi Yunani dan spread CDS (credit default swap, semacam “asuransi” gagal bayar utang). Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

HSBC Asset Management mengamati meningkatnya ketidakpastian kebijakan akibat berita utama tentang perdagangan dan The Fed, sementara pertumbuhan tetap stabil dan inflasi mereda secara bertahap.

HSBC Asset Management melaporkan kenaikan indeks ketidakpastian kebijakan setelah berita utama tentang perdagangan AS dan Federal Reserve (bank sentral AS). Ini terjadi ketika saham AS tetap bergerak dalam rentang sempit (naik-turun terbatas) dan volatilitas pasar (tingkat naik-turun harga) tetap rendah. Indeks volatilitas VIX tercatat di 20, dan selisih imbal hasil kredit (credit spreads: selisih bunga/imbal hasil antara obligasi perusahaan dan obligasi pemerintah yang lebih aman, sebagai ukuran risiko) disebut berada di level terketat dalam beberapa dekade. Catatan itu mengatakan ukuran berbasis teks (textual measures: pengukuran dari analisis kata/berita) bisa melebih-lebihkan ketidakpastian, termasuk menurut pembuat metrik tersebut.

Pertumbuhan Tarif Dan Inflasi

Disebutkan bahwa tarif efektif (effective tariff rate: rata-rata tarif yang benar-benar dibayar setelah berbagai pengecualian/komposisi impor) yang lebih rendah dapat mendukung pertumbuhan PDB (GDP: Produk Domestik Bruto, ukuran total output ekonomi) dan memengaruhi inflasi. Pertumbuhan AS digambarkan berjalan dekat dengan laju tren (trend pace: laju “normal” jangka panjang), dibantu oleh laba perusahaan dan belanja modal terkait AI (AI-related capital spending: pengeluaran perusahaan untuk mesin, perangkat lunak, pusat data, dan infrastruktur guna kecerdasan buatan). HSBC mengatakan inflasi mungkin tetap “lengket” (sticky: sulit turun cepat) hingga 2026, tetapi mereda secara bertahap dan tidak merata menuju target. Disebutkan juga bahwa ketidakpastian kebijakan yang lebih tinggi mendukung perkiraan bahwa The Fed akan tetap menahan suku bunga (remain on hold: tidak menaikkan atau menurunkan) dalam beberapa bulan ke depan. Ditambahkan bahwa aktivitas pasar bergeser “di bawah permukaan” dari saham pertumbuhan dan momentum (momentum: strategi mengikuti tren kenaikan harga) menuju saham value (value: saham yang dinilai murah relatif terhadap fundamental) dan pasar negara berkembang. Disebutkan risiko pasar 2026 bisa naik jika inflasi tetap tinggi dan membatasi ruang gerak The Fed, atau jika laba melemah. Kami melihat ada ketidaksesuaian antara berita utama tentang ketidakpastian kebijakan dan kondisi pasar yang sebenarnya tenang. Walau indeks ketidakpastian kebijakan melonjak, VIX bertahan dekat 20, level yang dekat dengan rata-rata jangka panjang dan jauh di bawah puncak di atas 30 pada 2022. Ini menunjukkan bahwa untuk saat ini, pasar percaya Federal Reserve akan tetap menahan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Penempatan Posisi Untuk Rezim Volatilitas Rendah

Karena The Fed kemungkinan tidak banyak bertindak dengan suku bunga acuan (target rate: kisaran suku bunga referensi bank sentral) bertahan di 4,75–5,00%, kita bisa mempertimbangkan strategi yang diuntungkan saat volatilitas rendah. Lingkungan ini mendukung strategi menjual opsi (opsi: kontrak yang memberi hak beli/jual aset pada harga tertentu) untuk memperoleh premi (premium: biaya yang diterima penjual opsi), seperti menjual put yang dijamin kas (cash-secured puts: menjual opsi jual sambil menyiapkan dana penuh jika harus membeli) atau credit spreads (strategi opsi dengan menjual dan membeli opsi sekaligus untuk membatasi risiko) pada indeks besar. Pergerakan pasar yang terbatas (range-bound trading) membantu strategi yang menghasilkan pendapatan ini. Namun, ketenangan ini juga bisa menjadi peluang untuk membeli perlindungan dengan biaya lebih murah. Dengan credit spreads obligasi perusahaan berada di level terendah dalam beberapa dekade, pasar seolah menilai risiko sangat kecil. VIX yang rendah bisa dilihat sebagai kesempatan membeli call volatilitas berjangka lebih panjang (longer-dated call options on volatility: opsi beli pada instrumen volatilitas dengan jatuh tempo lebih lama) atau membeli put S&P 500 yang jauh di bawah harga saat ini (out-of-the-money puts: opsi jual yang baru bernilai jika pasar turun cukup dalam) sebagai lindung nilai (hedge: perlindungan portofolio) yang lebih hemat biaya. Di balik layar, terjadi rotasi besar yang perlu diantisipasi. Dari kinerja terbaru, ETF berfokus value (ETF: reksa dana yang diperdagangkan seperti saham) mulai mengungguli sektor pertumbuhan, sementara indeks pasar negara berkembang seperti MSCI EM (indeks saham negara berkembang) naik lebih dari 5% sejak awal tahun (year-to-date), melampaui S&P 500. Kita bisa memakai opsi untuk mendapatkan eksposur (exposure: keterpaparan investasi), misalnya membeli call pada ETF value dan ETF pasar berkembang seperti XLF dan EEM. Data inflasi tetap menjadi fokus utama. Meski “lengket”, inflasi perlahan melambat. Pembacaan CPI (CPI: Indeks Harga Konsumen, ukuran inflasi) terakhir pada Februari 2026 menunjukkan inflasi 3,2%, masih di atas target The Fed tetapi melanjutkan tren turun yang tidak mulus sepanjang 2025. Ini memperkuat pandangan bahwa The Fed akan menunggu, sehingga opsi pada suku bunga jangka pendek kurang menarik, tetapi tetap perlu memantau ETF obligasi berdurasi panjang (long-duration bond ETFs: ETF obligasi yang sensitif terhadap perubahan suku bunga jangka panjang) untuk tanda perubahan ekspektasi jangka panjang. Uji utama bagi posisi kita bisa datang dari dua guncangan. Jika laporan inflasi berikutnya menunjukkan kenaikan kembali yang mengejutkan (reacceleration: laju inflasi naik lagi), hal itu bisa memaksa The Fed bertindak dan mengakhiri ketenangan pasar. Selain itu, laporan laba kuartal pertama akan dipantau ketat untuk tanda bahwa laba perusahaan yang kuat mulai melemah.

Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

Pada bulan Februari, PMI Manufaktur HCOB Jerman mencapai 50,9, melampaui perkiraan sebesar 50,7.

PMI (Indeks Manajer Pembelian) Manufaktur HCOB Jerman tercatat 50,9 pada Februari. Perkiraannya 50,7. Angka di atas 50 menunjukkan aktivitas manufaktur meningkat (ekspansi). Angka di bawah 50 menunjukkan aktivitas menurun (kontraksi).

Manufaktur Jerman Kembali Ekspansi

Kami melihat angka PMI manufaktur Jerman di 50,9. Ini adalah angka pertama yang jelas di atas ambang 50,0 (batas yang menandakan ekspansi) sejak perlambatan industri yang luas sepanjang 2025. Fakta bahwa angkanya sedikit lebih tinggi dari perkiraan menunjukkan perbaikan momentum bagi ekonomi terbesar di Eropa. Ini melanjutkan laporan pekan lalu yang menunjukkan pesanan pabrik Jerman naik 0,8% dibanding bulan sebelumnya (month-over-month, yaitu dibandingkan bulan sebelumnya), yang menguatkan tanda bahwa penurunan mungkin sudah mendekati titik terendah. Bagi trader saham, ini mengisyaratkan potensi menguatnya indeks DAX (indeks saham utama Jerman), yang biasanya peka terhadap sentimen manufaktur (gambaran optimisme/pesimisme pelaku industri). Kita bisa mempertimbangkan membeli opsi call (kontrak yang memberi hak untuk membeli di harga tertentu) jangka dekat pada kontrak berjangka (futures, yaitu kontrak untuk transaksi di masa depan) DAX untuk memanfaatkan kemungkinan kenaikan sementara (relief rally, kenaikan karena kekhawatiran mereda). Sektor industri dan otomotif kemungkinan memimpin, mirip pola pemulihan setelah 2023 ketika saham-saham ini naik lebih kuat dari yang lain. Kejutan data ini seharusnya mendukung Euro, karena pemangkasan suku bunga yang besar dari Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) menjadi kurang mungkin dalam waktu dekat. Dengan data inflasi Zona Euro bulan lalu tetap di 2,5%, trader bisa mempertimbangkan posisi bullish (bertaruh harga naik) pada pasangan EUR/USD (nilai tukar Euro terhadap Dolar AS). Membeli opsi call pada kontrak berjangka EUR/USD memberi cara dengan risiko terbatas (defined-risk, kerugian maksimum sudah jelas) untuk bertaruh Euro menguat karena membaiknya prospek Jerman. Sebaliknya, data ini mengisyaratkan tekanan bagi obligasi pemerintah Jerman. Aktivitas ekonomi yang lebih kuat bisa mendorong perkiraan inflasi lebih tinggi, sehingga menekan harga obligasi dan mendorong imbal hasil naik. Bund adalah obligasi pemerintah Jerman, dan yield adalah imbal hasilnya. Kami melihat peluang membeli opsi put (kontrak yang memberi hak untuk menjual di harga tertentu) pada kontrak berjangka Bund, dengan perkiraan yield bisa naik lagi mendekati level tertinggi di akhir 2025.

Implikasi untuk Pasar Suku Bunga dan Obligasi

Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

Pada bulan Februari, PMI Manufaktur HCOB Prancis mencapai 50,1, melampaui perkiraan sebesar 49,9.

Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) Manufaktur HCOB Prancis tercatat 50,1 pada Februari. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan 49,9. PMI di atas 50 menunjukkan aktivitas manufaktur sedang berkembang (ekspansi). PMI di bawah 50 menunjukkan aktivitas manufaktur menyusut (kontraksi).

Manufaktur Prancis Kembali Bertumbuh

Sektor manufaktur Prancis secara tak terduga masuk ke fase ekspansi, dengan PMI Februari di 50,1. Ini melampaui perkiraan dan menjadi perubahan penting setelah periode penyusutan yang panjang sepanjang sebagian besar 2025. Kenaikan tipis ini memberi sinyal bahwa fase terburuk untuk industri Prancis mungkin sudah lewat, sehingga perlu meninjau ulang posisi yang bertaruh harga akan turun (posisi bearish). Data positif ini, bersama data inflasi Zona Euro yang turun ke 2,4% pada Februari, membuat prospek penurunan suku bunga Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) menjadi kurang jelas. Pasar sebelumnya memperkirakan pemangkasan yang agresif, tetapi sektor manufaktur yang tetap kuat bisa membuat ECB lebih sabar. Kami melihat ini sebagai sinyal untuk mengurangi porsi strategi yang bergantung pada pemangkasan suku bunga yang cepat dan besar. Bagi trader turunan ekuitas (equity derivatives, yaitu kontrak yang nilainya mengikuti harga saham atau indeks), ini menjadi peluang untuk mempertimbangkan strategi yang menguntungkan saat harga naik (bullish) pada indeks CAC 40 Prancis. Karena angkanya hanya sedikit di atas 50, kami tidak memperkirakan reli besar, melainkan kenaikan bertahap. Membeli opsi call (kontrak yang memberi hak untuk membeli pada harga tertentu) pada indeks atau pada saham industri utama bisa menjadi cara untuk ikut menikmati potensi kenaikan sambil membatasi risiko. Di pasar mata uang, berita ini mendukung Euro, terutama karena bank sentral AS (Federal Reserve/Fed) memberi sinyal sikap yang lebih hati-hati pada pertemuan terakhirnya. Perbedaan arah antara ekonomi Zona Euro yang mungkin mulai pulih dan ekonomi AS yang melambat bisa menguntungkan pasangan EUR/USD (nilai Euro terhadap dolar AS). Kami mempertimbangkan posisi yang diuntungkan bila Euro menguat terhadap dolar dalam beberapa minggu ke depan. Kami juga memantau turunan suku bunga (interest rate derivatives, yaitu kontrak yang nilainya mengikuti pergerakan suku bunga), khususnya kontrak berjangka Euribor (Euribor futures, kesepakatan untuk transaksi di masa depan berdasarkan suku bunga Euribor). Pasar sudah memperhitungkan hampir 75 basis poin pemangkasan suku bunga ECB hingga akhir tahun (basis poin = 0,01%). Ini kini terlihat terlalu “dovish” (terlalu condong ke kebijakan suku bunga rendah). Data PMI Prancis ini bisa menjadi awal dari beberapa rilis yang membuat pasar menyesuaikan ekspektasi menjadi pemangkasan yang lebih kecil, sehingga perkiraan imbal hasil (yield) jangka pendek ikut naik.

Implikasi Untuk Suku Bunga Dan Penempatan Posisi

Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

Back To Top
server

Halo 👋

Bagaimana saya bisa membantu?

Ngobrol langsung dengan tim kami

Obrolan Langsung

Mulai percakapan langsung lewat...

  • Telegram
    hold Ditangguhkan
  • Segera hadir...

Halo 👋

Bagaimana saya bisa membantu?

telegram

Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

QR code