Baker Hughes melaporkan bahwa jumlah rig minyak AS turun menjadi 407 dari 409 di Amerika Serikat.

Baker Hughes melaporkan jumlah rig (menara pengeboran) minyak di AS turun menjadi 407 dari 409. Perubahan ini berarti turun 2 rig dibandingkan hitungan sebelumnya. Penurunan kecil jumlah rig minyak AS menjadi 407 menunjukkan pasokan (ketersediaan minyak) dari Amerika di masa depan bisa lebih ketat. Ini melanjutkan pola disiplin belanja modal (menahan pengeluaran untuk proyek baru) dari produsen yang terlihat sepanjang 2025. Perubahan kecil ini menambah sentimen bullish (pandangan bahwa harga cenderung naik) di pasar.

Supply Demand Signals

Data minggu ini lebih penting jika dilihat bersama laporan terbaru Energy Information Administration (EIA: lembaga pemerintah AS yang merilis data energi), yang menunjukkan penurunan tak terduga sebesar 2,5 juta barel dari persediaan (stok) minyak mentah komersial. Data terbaru juga menunjukkan permintaan global melebihi perkiraan awal, dengan konsumsi di Asia naik lebih dari 1,2 juta barel per hari dibanding periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan keseimbangan pasokan dan permintaan semakin rapuh. Sebagai respons, kita bisa mempertimbangkan menambah posisi bullish (posisi yang diuntungkan saat harga naik) pada derivatif (produk keuangan yang nilainya mengikuti harga aset) minyak mentah untuk beberapa minggu ke depan. Membeli call option (opsi beli: hak untuk membeli pada harga tertentu) jangka dekat pada WTI futures (kontrak berjangka WTI: perjanjian membeli/menjual WTI di tanggal tertentu), khususnya kontrak April 2026, memberi cara langsung untuk mendapat untung jika harga naik. Pasar mungkin belum sepenuhnya menghargai lambatnya respons pasokan dari shale AS (minyak serpih: minyak dari batuan serpih yang diproduksi lewat teknik khusus). Keputusan terbaru OPEC+ (kelompok OPEC dan sekutunya) untuk mempertahankan pemangkasan produksi saat ini hingga kuartal kedua semakin menguatkan batas bawah harga (level harga yang cenderung tertahan untuk tidak turun) dan mengurangi pasokan. Langkah ini, ditambah pertumbuhan produksi non-OPEC yang lambat, bisa memicu volatilitas harga (naik-turun harga yang lebih tajam). Karena itu, memakai bull call spread (strategi opsi: membeli call dan menjual call lain pada harga berbeda untuk membatasi biaya sekaligus membatasi keuntungan) bisa menjadi strategi untuk mengelola risiko sambil bersiap pada kenaikan harga moderat. Kita melihat situasi serupa pada musim gugur 2025 ketika jumlah rig yang datar, meski harga menguat, mendahului lonjakan tajam WTI hingga di atas $90 per barel. Kenaikan itu didorong oleh serangkaian penurunan persediaan yang lebih besar dari perkiraan. Sinyal awal ini menunjukkan kondisi bisa terulang, mengarah pada pasar yang lebih ketat daripada yang tercermin pada harga saat ini.

Implications For Positioning

Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

Ho Woei Chen dari UOB memperkirakan Kongres China akan menargetkan pertumbuhan PDB 2026 sebesar 4,5–5,0%, dan memproyeksikan 4,7%

Kongres Rakyat Nasional (National People’s Congress) China diperkirakan akan menetapkan target pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto, total nilai barang dan jasa yang dihasilkan) riil tahun 2026 sebesar 4,5–5,0%, dengan perkiraan hasil 4,7%. Pertumbuhan diproyeksikan melambat dari 5,0% dalam dua tahun terakhir, sementara pertumbuhan nominal (angka pertumbuhan sebelum disesuaikan perubahan harga) bisa naik karena deflasi (penurunan harga secara umum) mereda. Dari 31 wilayah di China, 21 menurunkan target pertumbuhan 2026 dibanding 2025. Guangdong menetapkan target 4,5–5,0%, turun dari sekitar 5% pada 2025.

Inflation And Price Targets

Target CPI (Indeks Harga Konsumen, ukuran perubahan harga barang/jasa yang dibeli rumah tangga) sekitar 2% diperkirakan untuk 2026, setelah China menetapkan target CPI di bawah 3% untuk pertama kalinya sejak 2004. Inflasi CPI diperkirakan 0,9% pada 2026, naik dari 0% pada 2025. Harga produsen diperkirakan naik +0,2% pada 2026 setelah turun selama tiga tahun, dengan 2025 di -2,6%. Inflasi belakangan ini tetap di bawah target resmi, dengan selisih lebih lebar dalam tiga tahun terakhir. Kebijakan fiskal (kebijakan pajak dan belanja pemerintah) diperkirakan menjaga defisit (selisih belanja lebih besar dari pemasukan) dekat 4% dari PDB pada 2026. Kuota penerbitan obligasi (surat utang) khusus pemerintah daerah bisa naik dari rekor CNY4,4 tn pada 2025. Penerbitan obligasi pemerintah khusus tenor sangat panjang diproyeksikan sekitar CNY1,5 tn, naik dari CNY1,3 tn pada 2025. Asumsi kebijakan moneter (kebijakan bank sentral soal suku bunga dan uang beredar) mencakup pemotongan suku bunga 10 bps (basis poin; 1 bps = 0,01%) dan penurunan RRR 50 bps (reserve requirement ratio/rasio wajib cadangan, yaitu porsi dana yang wajib disimpan bank), kemungkinan pada paruh pertama 2026.

Market Positioning Implications

Kami menilai Kongres Rakyat Nasional akan menetapkan target pertumbuhan 2026 yang lebih rendah di 4,5–5,0%, turun dari sekitar 5% dalam beberapa tahun terakhir. Ini menunjukkan perlambatan yang lebih luas, karena 21 dari 31 provinsi sudah menurunkan target tahun ini. Walau pertumbuhan riil bisa melambat, pergeseran dari deflasi pada 2025 dapat mendorong kenaikan pertumbuhan nominal. Ekspektasi pelonggaran moneter (kebijakan dibuat lebih longgar lewat suku bunga lebih rendah dan likuiditas lebih besar) yang dilakukan lebih awal pada paruh pertama tahun menjadi faktor paling dekat. Dengan CPI Januari 2026 tetap datar dan PMI Manufaktur Caixin (indikator survei aktivitas pabrik; angka 50 berarti seimbang, di atas 50 ekspansi, di bawah 50 kontraksi) berada di sekitar 50, alasan untuk pemangkasan suku bunga kebijakan dan RRR dalam waktu dekat cukup kuat. Ini mengarah pada strategi untuk memanfaatkan dorongan jangka pendek pada saham China, misalnya lewat opsi call (kontrak yang memberi hak membeli aset pada harga tertentu) pada indeks seperti FTSE China A50, sebelum ada pengumuman resmi. Rencana pemerintah mengandalkan stimulus fiskal (dorongan ekonomi lewat belanja dan pembiayaan pemerintah) membuka peluang pada sektor tertentu. Kenaikan obligasi khusus pemerintah daerah dan obligasi pemerintah tenor sangat panjang, melanjutkan penerbitan rekor 2025, akan langsung menguntungkan infrastruktur dan komoditas industri. Memantau kontrak futures (kontrak berjangka untuk membeli/menjual di harga pada tanggal tertentu) untuk logam industri seperti tembaga, yang stabil di sekitar $8.500 per ton pada awal 2026, bisa menjadi cara untuk memperdagangkan tema ini. Kekuatan yang saling berlawanan—pertumbuhan utama yang lebih lambat dan stimulus agresif—kemungkinan memengaruhi mata uang. Pelonggaran moneter bisa menekan yuan, sementara belanja pemerintah dapat memberi dukungan, sehingga volatilitas (besarnya naik-turun harga) pada pasangan USD/CNY (kurs dolar AS terhadap yuan) dapat meningkat. Volatilitas tersirat (perkiraan volatilitas dari harga opsi) di pasar opsi sudah naik pada Februari, menunjukkan pelaku pasar dapat memakai straddle (strategi opsi membeli call dan put sekaligus untuk memanfaatkan pergerakan besar tanpa menebak arah) untuk bersiap terhadap pergerakan harga yang besar dalam beberapa minggu ke depan.

Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

DBS memprediksi inflasi Indonesia pada Februari mencapai 4,1% secara tahunan, didorong oleh efek basis, memudarnya subsidi, dan kenaikan biaya logam.

DBS Group Research memperkirakan inflasi Indonesia pada Februari sebesar 4,1% secara tahunan, terkait dengan base yang rendah (angka pembanding yang kecil) pada bulan yang sama tahun lalu (Feb 2025: -0,1% y/y). Berakhirnya dampak langkah stimulus sekali pakai (kebijakan dukungan yang sifatnya sementara) dari 1Q25 diperkirakan terlihat pada harga yang diatur pemerintah (administered prices, misalnya tarif/biaya yang ditetapkan), yang turun 9% y/y setahun sebelumnya. Sebagian besar komponen inflasi diperkirakan tetap rendah. Harga logam mulia yang lebih tinggi diproyeksikan mendorong kenaikan biaya perawatan pribadi, dengan kenaikan dua digit untuk bulan kelima berturut-turut.

Inflation Outlook And Policy Implications

Data perdagangan yang dirilis pada hari yang sama diperkirakan menunjukkan surplus tetap di atas US$3 miliar. Putusan pengadilan AS terbaru dapat sedikit menurunkan tarif efektif (rata-rata tarif yang benar-benar dikenakan) Indonesia, yang dapat mendukung ekspor ke depan. Dengan data inflasi Februari yang segera keluar, kami memperkirakan kenaikan ke 4,1% secara tahunan. Kenaikan tajam ini, dari 3,5% pada Januari, terutama didorong oleh pembanding yang sangat rendah dari Februari 2025. Angka ini akan mendorong inflasi di atas kisaran target Bank Indonesia, sehingga meningkatkan tekanan untuk kebijakan moneter yang lebih ketat (hawkish, artinya cenderung menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi). Dengan proyeksi tersebut, kami melihat potensi penguatan Rupiah Indonesia dalam beberapa minggu ke depan. Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di 6,00% dalam beberapa pertemuan berturut-turut, tetapi inflasi yang tinggi bisa memicu perubahan nada atau bahkan kenaikan suku bunga ke depan. Karena itu, trader dapat mempertimbangkan instrumen turunan (derivatives, kontrak yang nilainya mengikuti aset acuan) yang diuntungkan dari Rupiah yang lebih kuat, seperti membeli opsi call IDR (hak membeli IDR pada harga tertentu) atau opsi put USD/IDR (hak menjual USD terhadap IDR pada harga tertentu). Nilai tukar juga didukung fundamental perdagangan yang kuat. Kami memperkirakan surplus perdagangan tetap solid di atas US$3 miliar, melanjutkan rangkaian lebih dari 40 bulan surplus berturut-turut yang terlihat hingga 2025. Putusan pengadilan AS terbaru yang dapat menurunkan tarif pada sebagian barang Indonesia memperkuat prospek ekspor yang positif.

Equities And Sector Positioning

Untuk pasar saham, sinyalnya lebih beragam, sehingga menyarankan pendekatan hati-hati untuk instrumen turunan indeks. Walau ekspor yang lebih kuat menguntungkan perusahaan tercatat, peluang suku bunga yang lebih tinggi untuk menekan inflasi bisa menjadi hambatan besar bagi pasar secara luas. Perbedaan ini bisa membuat opsi pada sektor tertentu yang berorientasi ekspor lebih menarik daripada seluruh indeks IDX Composite. Penting dicatat bahwa pendorong utama lonjakan inflasi ini adalah naiknya biaya perawatan pribadi, terkait harga logam mulia yang tinggi. Walau inflasi inti (core inflation, inflasi yang mengabaikan komponen yang sangat bergejolak seperti pangan dan energi) mungkin tetap rendah, reaksi awal pasar kemungkinan dipicu oleh angka utama 4,1% (headline, angka inflasi keseluruhan). Kami akan melihat apakah Bank Indonesia menilai ini sebagai masalah kenaikan biaya sementara (cost-push, inflasi karena biaya produksi naik) atau ancaman yang lebih menetap.

Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

Lloyd Chan dari MUFG memperingatkan bahwa meningkatnya ketegangan AS–Iran dapat memicu lonjakan harga minyak, menyalakan kembali inflasi, dan merugikan importir di Asia

Pembicaraan AS–Iran membawa risiko kenaikan harga minyak bagi mata uang Asia jika diplomasi gagal dan konflik meluas. Harga minyak yang lebih tinggi dapat mendorong inflasi global (kenaikan harga barang/jasa secara umum) dan merugikan negara Asia yang merupakan **importir minyak bersih** (lebih banyak membeli minyak dari luar negeri daripada menjual) lewat **syarat perdagangan yang memburuk** (harga impor naik lebih cepat daripada ekspor). Peristiwa sebelumnya menunjukkan pelemahan luas mata uang Asia setelah terjadi **guncangan minyak** (lonjakan harga minyak yang tiba-tiba), dengan dampak berbeda tiap mata uang. Dalam dua minggu pertama perang Rusia–Ukraina 2022, KRW, INR, PHP, dan THB berkinerja lebih buruk karena biaya impor energi naik dan **selera risiko** (kemauan investor mengambil aset berisiko) turun.

Oil Shock Impact On Asian Currencies

Pada periode yang sama, MYR berkinerja lebih baik saat harga minyak naik, sementara CNY relatif bertahan. Artikel ini mengaitkan pergerakan itu dengan seberapa besar tiap ekonomi terdampak oleh kenaikan harga energi. Laporan tersebut menyebut pemotongan suku bunga AS lebih lanjut akan memperkecil **selisih suku bunga** (perbedaan tingkat bunga antarnegara) dan umumnya mendukung mata uang Asia. Dukungan ini bisa melemah jika terjadi guncangan harga minyak yang merugikan. Kami memantau ketat situasi antara AS dan Iran, karena gagalnya pembicaraan menjadi risiko besar bagi pasar. Laporan terbaru tentang mandeknya inspeksi pengayaan nuklir sudah memicu kegelisahan, mendorong **kontrak berjangka** (perjanjian membeli/menjual aset di harga tertentu pada tanggal tertentu) minyak Brent untuk pengiriman April menguji level US$88 per barel. Ini naik tajam dari rata-rata bulan lalu US$82 dan menunjukkan pelaku pasar makin cemas. Bagi trader **derivatif** (instrumen yang nilainya mengikuti aset lain seperti minyak atau mata uang), ketegangan ini mengarah pada kenaikan jelas **volatilitas yang diperkirakan** (perkiraan besarnya naik-turun harga), bukan hanya di minyak tetapi juga di pasar mata uang. Kami melihat peluang membeli **opsi call** (hak untuk membeli di harga tertentu) pada kontrak berjangka minyak, sehingga mendapat paparan langsung pada potensi lonjakan harga dengan risiko yang sudah dibatasi. **Volatilitas tersirat** (perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) pada kontrak ini sudah naik ke level tertinggi tiga bulan, menandakan kesempatan mendapatkan perlindungan murah mungkin segera berakhir.

Positioning Ideas For Derivatives Traders

Jika melihat ke belakang, pola serupa terjadi pada beberapa minggu pertama perang Rusia–Ukraina 2022. Mata uang negara importir minyak bersih seperti Won Korea Selatan (KRW), Rupee India (INR), dan Baht Thailand (THB) melemah tajam karena biaya energi lebih tinggi dan pergeseran umum menjauhi risiko. Data saat itu menunjukkan mata uang ini turun 2–4% terhadap dolar dalam sedikit lebih dari dua minggu. Berdasarkan riwayat ini, kita bisa mempertimbangkan posisi yang mengantisipasi pelemahan mata uang Asia tertentu. Membeli opsi call dolar AS terhadap keranjang KRW, INR, dan PHP dapat menjadi strategi untuk meraih keuntungan jika konflik meningkat. Dalam dua minggu terakhir saja, Won Korea sudah turun 1,5% terhadap dolar, menandakan strategi ini mulai bergerak. Sebaliknya, Ringgit Malaysia (MYR) menonjol sebagai kandidat yang bisa berkinerja lebih baik, karena Malaysia adalah eksportir minyak bersih. Kami juga memperkirakan Yuan Tiongkok (CNY) tetap relatif stabil, berperan sebagai **aset aman regional** (pilihan yang cenderung lebih stabil saat pasar tegang) seperti pada 2022. Strategi derivatif yang mungkin adalah **pair trade** (memegang dua posisi berlawanan untuk menangkap selisih kinerja), yaitu posisi beli MYR sambil posisi jual THB untuk memanfaatkan perbedaan ini. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

NZD/USD bertahan di sekitar 0,6000 seiring Dolar AS melemah, didukung oleh membaiknya ekspektasi pertumbuhan RBNZ

NZD/USD diperdagangkan di dekat 0,6000 pada Jumat, naik 0,19% hari itu. Pergerakan ini terjadi setelah Dolar AS (mata uang Amerika Serikat) melemah tipis menjelang sinyal baru kebijakan uang (moneter) AS. Dolar AS melemah meski data inflasi di tingkat produsen (kenaikan harga dari sisi pabrik/pemasok sebelum sampai ke konsumen) kuat. Indeks Harga Produsen (PPI, ukuran perubahan harga yang diterima produsen) naik 0,5% dibanding bulan sebelumnya pada Januari, sementara PPI inti (core PPI, PPI tanpa komponen yang sering bergejolak seperti makanan dan energi) naik 0,8%.

Kebijakan The Fed Tetap Jadi Sorotan

Secara tahunan, inflasi produsen sebesar 2,9%, di atas target 2% The Fed (Federal Reserve, bank sentral AS). Ini mendukung perkiraan bahwa The Fed bisa mempertahankan kebijakan ketat (suku bunga tinggi) lebih lama. CME FedWatch (alat yang menunjukkan perkiraan pasar atas keputusan suku bunga The Fed) menunjukkan pelaku pasar memperkirakan tidak ada perubahan suku bunga pada pertemuan Maret dan April. Namun, pasar masih memperhitungkan penurunan suku bunga pada paruh akhir tahun. Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, mengatakan ia akan mendukung beberapa kali pemangkasan jika inflasi kembali ke 2% dan bertahan di sana. Ia juga mengatakan kebijakan tidak seharusnya berubah tanpa bukti jelas bahwa inflasi bergerak kembali menuju target. Dolar Selandia Baru bertahan kuat karena Reserve Bank of New Zealand (RBNZ, bank sentral Selandia Baru) dinilai kecil kemungkinan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. RBNZ mengatakan pertumbuhan bisa berlanjut tanpa memicu tekanan inflasi baru, yang membantu menopang NZD/USD.

Strategi Opsi Saat Volatilitas Naik

Kami mengingat periode hingga 2025 ketika data harga produsen AS yang sulit turun menimbulkan ketidakpastian besar tentang arah kebijakan The Fed, meski RBNZ memproyeksikan pertumbuhan yang stabil. Saat ini, dengan NZD/USD diperdagangkan di dekat 0,6350, ketegangan serupa muncul menjelang pertemuan bank sentral berikutnya. Data CPI AS terbaru untuk Januari 2026 (CPI, Indeks Harga Konsumen—ukuran inflasi di tingkat konsumen) lebih tinggi dari perkiraan di 2,8%, sehingga memunculkan kembali pertanyaan tentang kemampuan The Fed untuk terus melonggarkan kebijakan. Ketidakpastian menjelang rapat The Fed bulan Maret menunjukkan volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan pasar tentang besar-kecilnya pergerakan harga dari harga opsi) pada pasangan mata uang berbasis dolar berpotensi naik dari level rendah saat ini. Perkiraan pasar, yang sebelumnya menghitung setidaknya satu kali pemangkasan lagi pada Juli, kini sedang dihitung ulang. Pelaku pasar derivatif (produk turunan seperti opsi) dapat mempertimbangkan membeli opsi berjangka pendek untuk bersiap jika pergerakan harga setelah pernyataan The Fed lebih besar dari perkiraan. Sebaliknya, ekonomi Selandia Baru tetap lebih stabil, dengan inflasi kuartal IV 2025 bertahan pada 2,5% yang masih terkendali. Karena itu, RBNZ secara luas diperkirakan tetap menahan suku bunga. Ini memberi “lantai” dukungan (batas bawah yang menahan penurunan) bagi dolar Kiwi (sebutan untuk Dolar Selandia Baru). Perbedaan arah kebijakan yang makin jelas antara The Fed yang berpotensi berhenti melonggarkan kebijakan dan RBNZ yang stabil memperkuat peluang kenaikan pasangan ini. Dengan latar ini, membeli opsi beli (call option, hak untuk membeli pada harga tertentu) NZD/USD dengan harga kesepakatan (strike price, harga yang ditetapkan dalam kontrak opsi) di dekat 0,6400 untuk jatuh tempo April memberi cara berisiko terukur untuk mengambil peluang jika The Fed memberi kejutan lebih “dovish” (lebih cenderung menurunkan suku bunga atau lebih longgar). Bagi yang memperkirakan The Fed lebih agresif karena inflasi, membeli opsi jual (put option, hak untuk menjual pada harga tertentu) dengan strike 0,6250 dapat melindungi dari penurunan tajam. Strategi straddle sederhana, membeli call dan put sekaligus, bisa menjadi cara paling langsung untuk memanfaatkan perkiraan kenaikan volatilitas itu sendiri.

Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

PPI yang tinggi mengguncang investor, membuat Dow turun 600 poin ke bawah 49.000, sementara S&P dan Nasdaq ikut merosot

Saham AS turun pada Jumat, dengan Dow Jones Industrial Average turun 600 poin (1,15%) dan kembali di bawah 49.000. S&P 500 turun sekitar 0,7% dan Nasdaq Composite turun kira-kira 0,9%, sehingga ketiga indeks turun untuk Februari di tengah data inflasi, kekhawatiran terkait AI (kecerdasan buatan), dan aksi ambil untung (menjual untuk mengunci keuntungan) di saham teknologi. BLS (Bureau of Labor Statistics, badan statistik ketenagakerjaan AS) mengatakan PPI (Producer Price Index, indeks harga di tingkat produsen/pabrik) Januari naik 0,5% month-on-month (dibanding bulan sebelumnya) dibanding perkiraan 0,3%, setelah kenaikan Desember direvisi menjadi 0,4%. Core PPI (PPI inti, tanpa komponen yang sangat bergejolak seperti makanan dan energi) naik 0,8% dibanding 0,3%, dengan headline PPI (angka utama) 2,9% year-on-year (dibanding setahun sebelumnya) dan core 3,6%; margin jasa perdagangan naik 2,5%, dan estimasi core PCE (Personal Consumption Expenditures inti, ukuran inflasi pilihan The Fed) mencapai hingga 0,5%.

Ekspektasi terhadap Fed Berubah

CME FedWatch (alat dari CME untuk membaca ekspektasi pasar atas suku bunga Fed dari harga kontrak berjangka) menunjukkan pasar memperkirakan sekitar dua kali pemotongan 25 basis poin (0,25%) pada 2026, sementara rapat 17–18 Maret diperkirakan menahan suku bunga di 3,50%–3,75%. Block melonjak lebih dari 23% setelah mengumumkan pemangkasan lebih dari 4.000 pegawai, menurunkan jumlah karyawan dari lebih 10.000 menjadi sedikit di bawah 6.000, serta mencatat adjusted EPS (laba per saham yang sudah disesuaikan dari pos tidak berulang) sebesar $0,65 dengan pendapatan $6,25 miliar dan laba kotor (gross profit, pendapatan setelah dikurangi biaya pokok) $2,87 miliar (+24%), termasuk laba kotor Cash App naik 33%. Dell naik 17,5% ke sekitar $142 setelah pendapatan $33,4 miliar dibanding konsensus (perkiraan rata-rata analis) $31,41 miliar dan pertumbuhan penjualan 39% year-on-year, ditambah pesanan server AI (server untuk beban kerja kecerdasan buatan) senilai $64 miliar dan panduan (guidance, proyeksi perusahaan) pendapatan server AI tahun fiskal 2027 sebesar $50 miliar. Nvidia turun 2,5% setelah turun 5,5%, CoreWeave turun sekitar 12% dengan backlog (nilai pesanan/kontrak yang belum dikerjakan) $66,8 miliar, Netflix naik sekitar 9% setelah melewati konteks tawaran $31 per saham, dan IGV (ETF saham perangkat lunak) turun lebih dari 10% pada Februari sementara emas berada dekat $5.192 per ons untuk kenaikan bulanan ketujuh. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

Deutsche Bank memperkirakan kredit konsumen akan lebih kuat, persetujuan KPR naik menjadi 64,5 ribu, dan PMI tetap tidak berubah di 52,0/53,9.

Kalender ekonomi Inggris mencakup *Spring Statement* (pernyataan kebijakan fiskal pemerintah), pembacaan akhir PMI, survei *Decision Maker Panel (DMP)* Februari (survei Bank of England terhadap perusahaan untuk mengukur ekspektasi harga, upah, dan tenaga kerja), data *BRC Shop Price Index* (indeks harga di toko ritel dari British Retail Consortium), serta rilis kredit konsumen Januari. Kredit konsumen bersih (total pinjaman baru konsumen dikurangi pelunasan) diperkirakan naik menjadi £1,7 miliar. Persetujuan hipotek (jumlah persetujuan KPR) diperkirakan pulih ke 64,5 ribu setelah turun pada Desember.

Uk Data And Policy Calendar

PMI manufaktur (indeks aktivitas manajer pembelian sektor pabrik; di atas 50 = ekspansi) diperkirakan tetap di 52,0. PMI jasa diperkirakan tetap di 53,9, sementara PMI konstruksi diperkirakan membaik ke 48,5. Survei DMP diperkirakan menunjukkan ekspektasi kenaikan harga output (perkiraan perusahaan untuk menaikkan harga jual) yang lebih rendah di 3,4%. Ekspektasi pertumbuhan upah diperkirakan melunak ke 3,5%. Ekspektasi CPI perusahaan (perkiraan inflasi; CPI = indeks harga konsumen) diperkirakan melemah baik untuk jangka dekat maupun jangka menengah. Ekspektasi penyerapan tenaga kerja diperkirakan kembali mencatat angka negatif. *BRC Shop Price Index* akan diperhatikan setelah naik pada Januari. Fokus pada diskon dan promosi, terutama untuk makanan.

Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

Mercan memperkirakan pertumbuhan Turki pada 2025 sebesar 3,8%, dengan kuartal IV 2025 sebesar 3,9%, didorong oleh permintaan dan momentum yang melambat.

ING memprediksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB, total nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara) Turki sebesar 3,9% pada kuartal keempat 2025 (4Q25), yang berarti pertumbuhan 2025 sekitar 3,8%. Aktivitas ekonomi didorong oleh permintaan dalam negeri (belanja rumah tangga dan investasi di dalam negara), tetapi momentumnya (laju dorongan pertumbuhan) mulai melemah dari kuartal ke kuartal. Inflasi Februari diperkirakan tetap tinggi di 2,9% dibanding bulan sebelumnya (month on month/bulan ke bulan), dengan inflasi tahunan diproyeksikan 31,4% dibanding tahun sebelumnya (year on year/tahun ke tahun) versus 30,7% pada bulan sebelumnya.

Prospek Pertumbuhan dan Inflasi

Harga pangan menjelang Ramadan disebut sebagai risiko kenaikan inflasi. Jika angka inflasi justru lebih rendah dari perkiraan, bank sentral bisa menghentikan pengetatan (tightening, yaitu kebijakan menaikkan suku bunga atau memperketat kondisi keuangan) pada rapat MPC (Monetary Policy Committee/komite penentu kebijakan moneter) bulan Maret. Artikel tersebut menyebut dibuat dengan bantuan alat AI (kecerdasan buatan) dan ditinjau oleh editor (penyunting). Melihat ke awal 2025, ekonomi menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat berkat belanja domestik yang tinggi. Kekhawatiran utamanya adalah inflasi yang sulit turun (sticky inflation, yaitu inflasi yang tetap tinggi walau kebijakan sudah diperketat) dan diperkirakan naik ke 31,4% tahun ke tahun, sehingga menambah ketidakpastian atas arah suku bunga bank sentral.

Implikasi Trading di Berbagai Pasar

Bagi trader suku bunga, pertanyaan utamanya adalah kapan pemangkasan suku bunga pertama. Dengan suku bunga kebijakan (policy rate, suku bunga acuan bank sentral) stabil selama empat bulan, pasar derivatif (instrumen turunan seperti futures dan opsi) memperkirakan pelonggaran mulai kuartal ketiga. Namun jika inflasi naik lagi, hal itu bisa menunda pemangkasan dan mengubah peluang pada forward rate agreements (FRA, kontrak untuk mengunci suku bunga di masa depan). Di FX (foreign exchange/pasar valuta asing), volatilitas TRY (lira Turki, naik-turun harga yang cepat) tetap menjadi fokus. Daya tarik carry (strategi meminjam mata uang berbunga rendah lalu menempatkan pada mata uang berbunga tinggi untuk mengambil selisih bunga) dari suku bunga tinggi diimbangi oleh risiko perubahan kebijakan mendadak atau berita geopolitik. Karena itu option straddles (strategi opsi membeli call dan put sekaligus pada harga dan jatuh tempo yang sama untuk mencari untung dari pergerakan besar tanpa menebak arah) bisa menjadi cara untuk bersiap menghadapi pergerakan besar tanpa mengambil risiko arah. Untuk derivatif saham, Borsa Istanbul 100 (indeks saham utama Turki) berada di antara pertumbuhan yang melambat dan peluang penurunan suku bunga pada akhirnya. Ini mengarah pada kondisi bergerak dalam kisaran (range bound, harga naik-turun dalam batas atas dan bawah). Menjual futures indeks (kontrak berjangka indeks) dekat batas atas kisaran terbaru dan membeli dekat batas bawah dapat cocok untuk trading jangka pendek. Sementara itu, opsi indeks dapat menjadi lindung nilai (hedge, perlindungan) terhadap penurunan jika data pertumbuhan mengecewakan. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

EUR/USD tetap bergerak dalam kisaran; euro bertahan kuat meski data PPI AS yang solid gagal mengangkat dolar

EUR/USD stabil pada Jumat, mempertahankan pergerakan yang terbatas dalam kisaran yang terlihat minggu ini. Pasangan ini diperdagangkan di dekat 1,1815 setelah sempat turun di bawah 1,1800 sebelumnya, karena Dolar AS tidak mampu mempertahankan kenaikan setelah rilis data PPI AS (Indeks Harga Produsen, yaitu ukuran kenaikan harga di tingkat produsen/pabrik sebelum sampai ke konsumen). Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS (lembaga pemerintah yang merilis data tenaga kerja dan inflasi) menunjukkan PPI utama (angka keseluruhan) naik 0,5% dibanding bulan sebelumnya pada Januari, lebih tinggi dari perkiraan 0,3%. Data Desember direvisi menjadi 0,4% dari 0,5%, sementara PPI tahunan 2,9% dibanding perkiraan 2,6% dan sebelumnya 3%.

Harga Produsen AS Mengejutkan Lebih Tinggi

PPI inti (mengabaikan komponen yang sering bergejolak seperti makanan dan energi agar tren lebih jelas) naik 0,8% dibanding bulan sebelumnya, jauh di atas perkiraan 0,3%, dengan data Desember direvisi menjadi 0,6% dari 0,7%. PPI inti tercatat 3,6% dibanding setahun sebelumnya, naik dari 3,3% dan di atas perkiraan 3%. Indeks Dolar AS (DXY, ukuran kekuatan dolar terhadap beberapa mata uang utama) berada di sekitar 97,64 setelah turun dari sekitar 97,85. Pasar memperkirakan tidak ada perubahan suku bunga pada rapat The Fed (bank sentral AS) bulan Maret dan April, dengan peluang pemangkasan suku bunga pada Juni di bawah 50% dan Juli sekitar 68%, menurut CME FedWatch (alat yang memakai data pasar untuk memperkirakan peluang keputusan suku bunga). Di Jerman, CPI Februari (Indeks Harga Konsumen, ukuran inflasi di tingkat konsumen) naik 0,2% dibanding bulan sebelumnya, lebih rendah dari perkiraan 0,5% dan sebelumnya 0,1%, sementara CPI tahunan melambat ke 1,9% dari 2,1% dibanding perkiraan 2%. HICP (Indeks Harga Konsumen yang diselaraskan, standar inflasi yang dipakai di Uni Eropa agar bisa dibandingkan) naik 0,4% dibanding bulan sebelumnya, sedikit di bawah perkiraan 0,5% dan sebelumnya -0,1%, dengan tingkat tahunan 2% dibanding 2,1% sebelumnya. Melihat kembali periode ini pada 2025, kita melihat pasangan EUR/USD bertahan stabil dalam kisaran sempit di sekitar level 1,18. Saat ini kondisinya sangat berbeda, dengan pasangan ini diperdagangkan jauh lebih rendah di dekat 1,0750, mencerminkan penguatan dolar yang besar dalam dua belas bulan terakhir. Stabilitas dari awal 2025 akhirnya pecah dan membentuk tren yang jelas yang lebih menguntungkan dolar.

Pergeseran Perkiraan Penurunan Suku Bunga

Gambaran inflasi juga berbalik, dan ini penting untuk posisi kita. Pada awal 2025, kita merespons inflasi harga produsen AS yang tinggi, dengan PPI inti tahunan mencapai 3,6%, sementara inflasi Jerman turun di bawah 2%. Sekarang, PPI inti AS terbaru untuk Januari 2026 sudah mendingin menjadi hanya 2,0% dibanding setahun sebelumnya, sedangkan inflasi utama Zona Euro tetap lebih sulit turun di 2,8%. Perubahan ini langsung memengaruhi perkiraan pasar tentang bank sentral dan pandangan kita terhadap derivatif suku bunga (instrumen keuangan yang nilainya dipengaruhi oleh perubahan suku bunga, misalnya kontrak swap atau futures suku bunga). Tahun lalu, pasar menunda perkiraan waktu pemangkasan suku bunga The Fed, dengan peluang pemangkasan Juni 2025 turun di bawah 50%. Sebaliknya, CME FedWatch Tool kini menunjukkan peluang lebih dari 90% untuk setidaknya satu kali pemangkasan suku bunga pada rapat Juni 2026, perubahan besar dalam sentimen pasar. Dengan kondisi seperti ini, strategi yang cocok saat pasar bergerak dalam kisaran sempit pada awal 2025 tidak lagi tepat. Kita perlu mengantisipasi bahwa perbedaan arah kebijakan ke depan—dengan The Fed diperkirakan memangkas suku bunga lebih dulu daripada Bank Sentral Eropa (ECB)—akan meningkatkan volatilitas mata uang (tingkat naik-turun harga yang lebih besar). Karena itu, menggunakan opsi (kontrak yang memberi hak membeli/menjual pada harga tertentu) untuk bertaruh bahwa EUR/USD masih akan turun, seperti membeli put (opsi untuk menjual) atau membuat put spread (strategi memakai dua put pada harga strike berbeda untuk membatasi biaya dan potensi hasil), terlihat lebih masuk akal daripada menjual volatilitas (strategi yang untung jika pergerakan harga tetap kecil). Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

Output industri Rusia pada bulan Desember turun menjadi -0,8%, berbalik dari kenaikan sebelumnya sebesar 3,7%, menunjukkan adanya kontraksi.

Output industri Rusia turun 0,8% pada Desember. Ini terjadi setelah sebelumnya naik 3,7% pada periode sebelumnya. Angka terbaru ini menunjukkan output berubah dari ekspansi (kondisi meningkat) menjadi kontraksi (kondisi menurun). Tidak ada rincian tambahan atau detail per sektor yang diberikan. Perubahan besar pada output industri pada Desember 2025 adalah tanda peringatan penting yang kami pantau. Pergeseran dari pertumbuhan 3,7% ke kontraksi -0,8% menegaskan ekonomi melambat jauh lebih cepat dari perkiraan. Ini berarti data awal untuk kuartal pertama 2026 akan sangat penting untuk memastikan apakah tren menuju resesi (perlambatan ekonomi yang berkelanjutan) benar-benar terjadi. Kami perlu bersiap untuk pelemahan lebih lanjut pada Rubel Rusia. Mata uang ini sudah turun 2% terhadap dolar sejak awal Februari, dan data ekonomi ini mendukung perkiraan penurunan lanjutan. Membeli opsi call USD/RUB (kontrak yang memberi hak untuk membeli USD dan menjual RUB pada harga tertentu sebelum tanggal tertentu) adalah cara yang cukup langsung untuk memanfaatkan perkiraan penurunan ini. Untuk pasar saham, ini menandakan tekanan pada indeks MOEX (indeks utama bursa saham Moskow). Kami memperkirakan proyeksi laba perusahaan di sektor manufaktur dan industri berat akan diturunkan dalam beberapa minggu ke depan. Kami menilai membeli opsi put pada ETF pasar Rusia yang luas (ETF adalah produk investasi yang mengikuti kinerja sekumpulan saham; opsi put memberi hak untuk menjual pada harga tertentu) dapat menjadi lindung nilai (cara mengurangi risiko) terhadap kemungkinan penurunan pasar. Bank Sentral Rusia kini lebih mungkin mengambil sikap dovish (cenderung melonggarkan kebijakan, misalnya menurunkan suku bunga) pada rapat berikutnya di Maret. Inflasi Januari sedikit di bawah perkiraan, yaitu 5,1%, sehingga bank punya ruang untuk mempertimbangkan pemotongan suku bunga guna mendorong ekonomi. Ini membuat obligasi pemerintah jangka pendek terlihat lebih menarik. Ketidakpastian ekonomi ini juga bisa meningkatkan volatilitas pasar (tingkat naik-turun harga yang lebih besar dan lebih cepat). Kami melihat lonjakan volatilitas serupa pada penurunan 2020 dan 2022 saat terjadi guncangan ekonomi. Membeli strategi straddle pada saham Rusia utama (membeli opsi call dan put sekaligus pada harga dan jatuh tempo yang sama, untuk mengambil peluang dari pergerakan harga besar ke arah mana pun) bisa menguntungkan karena kami memperkirakan pergerakan harga akan makin lebar. Terakhir, kita perlu melihat dampaknya pada pasar komoditas (barang seperti minyak dan gas), terutama minyak dan gas alam. Walau perlambatan ekonomi Rusia bisa mengarah pada pasokan global yang lebih rendah, data terbaru Januari 2026 menunjukkan PMI manufaktur Tiongkok (indikator survei untuk menilai kondisi sektor manufaktur; angka turun biasanya berarti aktivitas melemah) juga turun, yang mengisyaratkan perlambatan permintaan yang lebih luas. Ini menciptakan situasi yang rumit, karena turunnya permintaan bisa lebih besar pengaruhnya dibanding kekhawatiran soal pasokan.

Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

Back To Top
server

Halo 👋

Bagaimana saya bisa membantu?

Ngobrol langsung dengan tim kami

Obrolan Langsung

Mulai percakapan langsung lewat...

  • Telegram
    hold Ditangguhkan
  • Segera hadir...

Halo 👋

Bagaimana saya bisa membantu?

telegram

Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

QR code